29.1 C
Luwuk
Kamis, November 19, 2020

Malik Fadjar Wafat, Din Syamsuddin: Beliau Akrab dengan Aktivis Muda

Data Real Time COVID-19

Baca juga

DPR Minta Pemerintah Tinjau Ulang Keputusan Pembukaan Sekolah di Zona Kuning

Berdaulat.id - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Bramantyo Suwondo, berharap kebijakan pembukaan sekolah di zona kuning dipikirkan kembali...

Ketua MA Mengeluh Kurangnya Hakim Agung

Berdaulat.id - Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Syarifuddin mengeluhkan kurangnya hakim agung, lantaran makin berkurang karena memasuki masa purnabakti atau meninggal dunia.

Munarman: Kepulangan Habib Rizieq Jadi Pelepas Rindu Menyambut Ramadhan

Berdaulat.id - Masyarakat pada umumnya, khususnya umat Islam, sangat mengharapkan Imam Besar Habib Rizieq Syihab (IB-HRS) segera dapat kembali ke Tanah Air....

Prancis Lockdown, Pemerintah Kota Paris Sewakan Hotel untuk Tuna Wisma

Berdaulat.id - Pemerintah Prancis telah memberlakukan lockdown selama 15 hari. Hal itu dilakukan sebagai upaya menekan penyebaran virus corona atau COVID-19 lebih...

Berdaulat.id – Almarhum Abdul Malik Fadjar adalah seorang tokoh yang akrab dengan aktivis muda, meskipun usianya di atas rata-rata.

Begitu disampaikan Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, Senin (7/9/20).

“Almarhum adalah pribadi akrab. Walaupun usianya di atas rata-rata anggota pimpinan yang lain, namun beliau menaruh takzim kepada yang lain, termasuk cukup menyantuni para aktivis muda,” kata.

Ia mengatakan Malik merupakan salah satu kader terbaik Muhamamdiyah. Sepak terjang almarhum dapat mewakili Muhammadiyah dalam banyak jabatan politik kenegaraan.

Malik, kata dia, berperan baik saat menjadi Menteri Agama, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Menurut Din, Malik merupakan pejuang Muhammadiyah. Sebagian besar hidupnya diabdikan dalam Persyarikatan Muhammadiyah mulai dari bawah hingga menjadi salah seorang Ketua PP Muhammadiyah.

“Selama di PP Muhammadiyah, almarhum sangat aktif. Pikiran-pikirannya banyak mewarnai langkah-langkah Muhammadiyah, khususnya dalam bidang pendidikan,” katanya.

Din mengatakan Muhamamdiyah sangat kehilangan Malik Fadjar. Dia mendoakan agar segala kiprah baik Malik semasa hidup dapat menjadi amal jariyahnya yang mengalirkan pahala.

“Kepergiannya ke hadirat Sang Pencipta adalah kehilangan besar bagi Muhammadiyah dan tentu bagi umat Islam dan bangsa Indonesia,” ujar dia. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Antara Anies Baswedan dan Penyidik, Mushalla Kecil Itu Jadi Saksi

Oleh: Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa) Manusia boleh berencana dan merekayasa, tapi Tuhan penentu takdirnya. Banyak peristiwa...

Kata Kadikes: Gorontalo Utara nol kasus COVID-19

Berdaulat.id - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo Rizal Yusuf Kune mengatakan kabupaten tersebut berhasil kembali berstatus zona hijau karena...

Tanpa Penonton West Ham Mulai Gusar

Berdaulat.id - West Ham United kehilangan 2 juta poundsterling (sekitar Rp37,5 miliar) per pertandingan karena penonton dilarang menghadiri pertandingan di tengah pandemi...

Toyota Mulai Jual Mobil Listrik

PT Toyota-Astra Motor memperluas pasar mobil elektrifikasi (EV) secara nasional dengan menyiapkan line-up kendaraan Battery Electric Vehicle (BEV) yang sepenuhnya menggunakan sumber energi listrik sebagai tenaga...

Demi UMK, LKPP Lakukan Ini

Berdaulat.id - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mendorong agar belanja pengadaan untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) ditingkatkan lagi dalam rangka...