29.1 C
Luwuk
Selasa, Oktober 20, 2020

Masuk Final French Open, Swiatek Akui Tanpa Tekanan

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Program Berkah Kurban Wahdah Inspirasi Zakat di Palestina

Gaza – Lembaga Amil Zakat Nasional Wahdah Inspirasi Zakat (Laznas WIZ) kembali mengadakan program Kurban di kota...

Ketua KPK: Ibadah Kurban Seyogyanya Menjadi Momentum Bagi Kita

Berdaulat.id - Ketua KPK, Firli Bahuri, mengatakan, peringatan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah seyogyanya menjadi momentum untuk "menyembelih" tabiat tamak.

Ibunda Presiden Jokowi Wafat, Menag Berduka dan Imbau Umat Islam Salat Gaib

Berdaulat.id - Indonesia berduka. Ibunda Bapak Presiden Joko Widodo, Hj. Sujiatmi Notomiharjo, wafat. Almarhumah wafat di Solo, Rabu, 25 Maret...

Tuntaskan Kasus Jiwasraya, DPR Desak Kejagung Panggil Eks Bos Bapepam-LK

Berdaulat.id - Anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan menegaskan kepada pihak Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk memanggil semua pihak yang terlibat...

Berdaulat.id – Iga Swiatek menyatakan tanpa tekanan dan akan senang apapun hasilnya nanti saat menghadapi Sofia Kenin di partai final French Open, Sabtu

Petenis berusia 19 tahun merasa sangat luar biasa jika akhirnya dia menjadi petenis Polandia pertama yang meraih gelar Grand Slam tunggal putri dengan mengalahkan Kenin.

“Aku merasa aku siap. Aku juga merasa bahwa aku tidak perlu menang. Aku cukup OK dengan kedua skenario,” kata Swiatek seperti dikutip Reuters.

Swiatek sebelumnya telah gagal melaju ke final ganda putri ketika ia dan Nicole Melichar kalah dalam tiga set atas Desirae Krawczyk dan Alexa Guarachi pada Jumat.

“Aku harus terus fokus seperti pertandingan lainnya. Aku merasa tekanannya tidak ada pada diriku. Saat ini aku hanya menikmati performa bagusku di tunggal.

“Aku rasa jika aku menang, itu akan ‘gila’ dan sangat luar biasa untukku.

Jauh dari menikmati hari yang santai sebelum final Grand Slam perdananya, Swiatek bertarung bersama petenis Amerika Serikat Melichar dan betapapun santai dia terdengar, naluri kompetitifnya terlihat saat dia marah karena kalah 6-7(5), 6-1, 4-6.

“Aku cenderung sedikit frustasi di ganda karena aku merasa aku juga bermain untuk pasanganku,” kata Swiatek, yang memiliki kesempatan menjadi juara termuda di Prancis setelah Monica Seles pada 1992.

“Tunggal adalah cerita yang sama sekali berbeda,” kata dia.

Swiatek mencapai final tunggal putri dengan kalah di 23 gim, namun Kenin, 21, akan menjadi lawan yang yang tangguh setelah ia merebut gelar juara Australia Open pada Februari.

Satu-satunya momen kedua petenis muda itu saling berhadapan adalah ketika di French Open junior empat tahun silam yang saat itu Swiatek menang.

“Aku ingat aku hanya memainkan tenis yang bagus, aku sebenarnya tidak ingat banyak karena itu empat tahun lalu.

“Tapi besok akan menjadi cerita yang benar-benar berbeda,” kata Swiatek.

Sementara itu Krawczyk dan Guarachi akan meladeni pasangan unggulan kedua Timea Babos dan Kristina Mladenovic di final ganda putri.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Majelis Rakyat Papua Temui Ketua MPR RI

Berdaulat.id -Ketua MPR RI Bambang Soesatyo didampingi Wakil Ketua MPR Arsul Sani dan Ketua For Papua Yorrys Raweyai, Sekretaris For Papua Filep...

Hamzah Haz Dirawat di ICU Karena Kondisi Kesadaran Menurun

Berdaulat.id - Mantan Wakil Presiden (Wapres) RI Hamzah Haz mengalami penurunan kesadaran sehingga dirawat di ruang rawat intensif (ICU) RSPAD Gatot Soebroto...

KPUD Sultra Bakal Berlakukan 12 Hal

Berdaulat.id - KPU Sulawesi Tenggara menyampaikan bakal memberlakukan 12 hal baru di tempat pemungutan suara (TPS) guna mencegah potensi terjadinya klaster baru...

Sepanjang Senin Jakarta Diperkirakan Hujan

Berdaulat.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian wilayah Jakarta diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Senin siang...

Munas MUI akan Digelar Akhir November

Berdaulat.id - Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia direncanakan digelar pada 25-28 November 2020 secara daring dan Ketua Umum MUI (nonaktif) KH Ma’ruf...