29.1 C
Luwuk
Kamis, April 22, 2021

Masuk Final French Open, Swiatek Akui Tanpa Tekanan

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Terbukti Korupsi, Mantan Dirut Jiwasraya Dituntut 20 Tahun Penjara

Berdaulat.id - Direktur Utama (Dirut) PT Asuransi Jiwasraya (Persero) 2008-2018 Hendrisman Rahim dituntut 20 tahun penjara, karena dinilai terbukti melakukan korupsi yang...

Polri Kerahkan Mobil Dapur Umum, Logistik, Kapal hingga Perahu Karet Bantu Korban Banjir NTT

Berdaulat.id, JAKARTA-- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat membantu penanganan korban banjir bandang di Provinsi Nusa...

Politisi Demokrat Minta Dana Haji Tak Digunakan Untuk Investasi Pasar

Berdaulat.id - Politisi senior Partai Demokrat Syarief Hasan meminta pemerintah untuk tidak menggunakan dana haji untuk keperluan yang telah diwacanakan yaitu investasi...

Untuk Sampai ke Posko Bantuan, Relawan WIZ Mesti Melewati Gang Sempit

Berdaulat.id -Tim relawan WIZ Care berada di lokasi bencana banjir pada Selasa (22/9) sore. Tim relawan yang dikomandoi Ust.Yudi Wahyudi harus bersabar...

Berdaulat.id – Iga Swiatek menyatakan tanpa tekanan dan akan senang apapun hasilnya nanti saat menghadapi Sofia Kenin di partai final French Open, Sabtu

Petenis berusia 19 tahun merasa sangat luar biasa jika akhirnya dia menjadi petenis Polandia pertama yang meraih gelar Grand Slam tunggal putri dengan mengalahkan Kenin.

“Aku merasa aku siap. Aku juga merasa bahwa aku tidak perlu menang. Aku cukup OK dengan kedua skenario,” kata Swiatek seperti dikutip Reuters.

Swiatek sebelumnya telah gagal melaju ke final ganda putri ketika ia dan Nicole Melichar kalah dalam tiga set atas Desirae Krawczyk dan Alexa Guarachi pada Jumat.

“Aku harus terus fokus seperti pertandingan lainnya. Aku merasa tekanannya tidak ada pada diriku. Saat ini aku hanya menikmati performa bagusku di tunggal.

“Aku rasa jika aku menang, itu akan ‘gila’ dan sangat luar biasa untukku.

Jauh dari menikmati hari yang santai sebelum final Grand Slam perdananya, Swiatek bertarung bersama petenis Amerika Serikat Melichar dan betapapun santai dia terdengar, naluri kompetitifnya terlihat saat dia marah karena kalah 6-7(5), 6-1, 4-6.

“Aku cenderung sedikit frustasi di ganda karena aku merasa aku juga bermain untuk pasanganku,” kata Swiatek, yang memiliki kesempatan menjadi juara termuda di Prancis setelah Monica Seles pada 1992.

“Tunggal adalah cerita yang sama sekali berbeda,” kata dia.

Swiatek mencapai final tunggal putri dengan kalah di 23 gim, namun Kenin, 21, akan menjadi lawan yang yang tangguh setelah ia merebut gelar juara Australia Open pada Februari.

Satu-satunya momen kedua petenis muda itu saling berhadapan adalah ketika di French Open junior empat tahun silam yang saat itu Swiatek menang.

“Aku ingat aku hanya memainkan tenis yang bagus, aku sebenarnya tidak ingat banyak karena itu empat tahun lalu.

“Tapi besok akan menjadi cerita yang benar-benar berbeda,” kata Swiatek.

Sementara itu Krawczyk dan Guarachi akan meladeni pasangan unggulan kedua Timea Babos dan Kristina Mladenovic di final ganda putri.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Kamus Sejarah Indonesia Jilid I & II Beredar di Olshop

Fikri Faqih: “Bila tidak dilarang, berarti benar adanya” Berdaulat.id, Wakil Ketua Komisi X DPR...

Muslimah Wahdah Siap Tebar Ifthar di Seluruh Penjuru Nusantara

Berdaulat.id, Bulan Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk merefleksikan diri untuk hijrah ke arah yang lebih baik. Tidak...

Artikel Ramadhan 9 : Definisi, Dalil, dan Hukum I’tikaf

I’tikaf (Bagian 1) Berdaulat.id, Definisi, Dalil, dan Hukum I’tikaf Definisi

Rakor Lintas Sektoral Jelang Idul Fitri, Kapolri: Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi

Berdaulat.id, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan soal asas Salus Populi Suprema Lex Esto atau...

Pre Order Mud

Berdaulat.id, MUD adalah alat ukur yang dikenal dalam syariat Islam untuk beberapa pengukuran. Anas...