29.1 C
Luwuk
Rabu, Maret 3, 2021

Menko Perekonomian Sebut RUU Cipta Kerja Masuk Tahap Finalisasi

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Hasan Basri : RUU HIP Tak Perlu , Pancasila Sudah Final Sebagai Ideologi NKRI

Berdaulat.id - Hasan Basri Senator muda perwakilan Utara mencermati dengan seksama terhadap RUU Haluan Ideologi Pancasila  (HIP) dan menyatakan menolak RUU...

Komnas HAM Usul Agar Napi Asimilasi yang Berulah Lagi Dihukum Maksimal

Berdaulat.id - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengusulkan agar napidana yang kembali berulah usai diberikan asimilasi agar diberikan sanksi hukuman...

Cegah Penyebaran Covid-19, Relawan PKS Banggai Semprot Desinfektan Gratis

Berdaulat.id - Dewan Pengurus Daerah Partai keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kabupaten Banggai tak mau ketinggalan untuk berkhidmat kepada masyarakat di tengah wabah...

Sukamta: Pemerintah Sebaiknya Tidak Berbisnis Vaksin Dengan Rakyat Indonesia

Berdaulat.id - Pemerintah sebaiknya tidak melakukan bisnis vaksin dengan rakyat Indonesia, demikian pernyataan yang disampaikan oleh anggota Komisi I DPR RI...

Berdaulat.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law sudah dalam tahap finalisasi atau mengharmonisasikan pasal-pasal krusial.

“Sekarang tinggal finalisasi daripada legal drafting atau sering kita bahas harmonisasi pasal-pasal yang krusial, sinkronisasi dan perumusan,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa.

Airlangga mengatakan finalisasi sudah dapat dilakukan karena pembahasan mengenai poin-poin dalam RUU Cipta Kerja bersama pihak DPR RI telah mencapai 90 persen.

Ia menjelaskan hampir seluruh kluster strategis yang terdapat dalam RUU Cipta Kerja seperti Sovereign Wealth Funds (SWF), tenaga kerja, kepastian hukum, UMKM dan koperasi telah mendapat persetujuan dari partai politik.

“Ini sudah kita lakukan pembahasan sampai sekarang sudah 90 persen dibahas dan hampir seluruh kluster strategis sudah mendapatkan persetujuan dengan partai politik,” tegasnya.

Sebelumnya pada Sabtu (12/9), Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan RUU Cipta Kerja bisa memberikan kepastian terhadap perbaikan iklim investasi serta sistem perpajakan di Indonesia.

Ia berharap proses pembahasan RUU Cipta Kerja segera selesai karena regulasi ini dapat memberikan kepastian terhadap iklim bisnis dan kemudahan berinvestasi terhadap pelaku usaha.

“Kami berharap ini bisa cepat selesai dan mendapatkan persetujuan DPR sebelum akhir tahun. Ini akan menjadi basis baru di Indonesia, khususnya dalam iklim investasi,” katanya.

RUU Cipta Kerja memiliki 11 kluster yakni simplifikasi lisensi, persyaratan investasi, pekerjaan, kemudahan, penguatan, dan perlindungan UMKM.

Kemudian juga kemudahan berbisnis, dukungan riset dan inovasi, administrasi pemerintah, pengenaan sanksi, akuisisi lahan, proyek dan investasi pemerintah, serta zona ekonomi.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Indroyanto Seno Adji: Kerumunan Di Maumere Tidak Ada Peristiwa Pidana

Jakarta-- Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI) Indriyanto Seno Adji menyebut kerumunan warga di Maumere yang...

Pemuda Papua di Jawa Tengah Dukung Penuh Otsus demi Kemajuan Papua

SEMARANG – Mahasiswa dan pelajar papua yang berada di Kota Semarang, sangat mendukung adanya otonomi khusus di...

ARM HA-IPB dan Warga Palada, Mamuju Bangun Pipa Air Bersih da Mck Komunal

Berdaulat.id, MAMUJU, SULBAR (27 Februari 2021) -- Senyum kembali tersungging di wajah warga Dusun Palada, Desa Takandeang,...

Kapolda Sulteng dan Danrem 132 Tadulako Launching Kampung tangguh nusantara di Palu dan Donggala

Berdaulat.id, Palu - Dua petinggi TNI Polri di Sulawesi Tengah hari ini melakukan launching kampung tangguh nusantara...

Waketum MUI Kecewa Pemerintah Izinkan Industri Miras

Berdaulat.id, Pemerintah menetapkan industri minuman keras sebagai daftar positif investasi (DPI) terhitung sejak 2021. Sebelumnya, industri tersebut...