29.1 C
Luwuk
Minggu, November 29, 2020

Menlu Iran Sebut Biden Dapat Cabut Sanksi Dengan Cara Ini

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Din Syamsuddin Sindir Pemerintah yang Buat Aturan PSBB Tapi Dilanggar

Berdaulat.id - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin meminta rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, untuk tetap mematuhi anjuran para...

Ketua KPK Tegaskan Pilkada Mendatang Harus Bebas dari Politik Uang

Berdaulat.id - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan bahwa pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada Desember 2020 mendatang harus bebas dari...

Facebook Bakal Terapkan Pembatasan Messenger

Berdaulat.id - Serupa dengan apa yang dilakukan Facebook sebelumnya kepada WhatsApp, raksasa jejaring sosial itu mengatakan telah menerapkan batasan baru untuk Messenger.

Menaker: Pemerintah Miliki Komitmen Kuat Lindungi PMI

Berdaulat.id - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menegaskan bahwa pemerintah memiliki komitmen yang sangat kuat dalam menghadirkan peran negara untuk memberikan pelindungan kepada...

Berdaulat.id – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan Iran akan sepenuhnya menerapkan kesepakatan nuklir 2015 jika Presiden terpilih AS Joe Biden mencabut sanksi terhadap Teheran, yang menurut Zarif dapat dilakukan dengan cepat melalui “tiga perintah eksekutif”.

“Jika Biden bersedia memenuhi komitmen AS, kami juga dapat segera kembali ke komitmen penuh kami dalam perjanjian … dan negosiasi dimungkinkan dalam kerangka P5 + 1 (enam kekuatan dunia dalam perjanjian),” ujar Zarif dalam wawancara yang dirilis di situs web harian yang dikelola pemerintah Iran pada hari Rabu.

“Kami siap membahas bagaimana Amerika Serikat dapat memasuki kembali perjanjian itu,” kata Zarif.

“Situasi akan membaik dalam beberapa bulan mendatang. Biden dapat mencabut semua sanksi dengan tiga perintah eksekutif.”

Joe Biden telah berjanji untuk bergabung kembali dengan perjanjian 2015, yang disetujui oleh Washington ketika dia menjadi wakil presiden, jika Iran juga kembali pada kepatuhan.

Tetapi para diplomat dan analis mengatakan itu tidak mungkin terjadi dalam semalam karena musuh yang tidak percaya sama-sama menginginkan komitmen tambahan dari satu sama lain.

Dalam kesepakatan dengan Amerika Serikat dan kekuatan dunia lainnya, Iran setuju untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi. Itu mulai melanggar kesepakatan nuklir setelah Presiden Donald Trump menarik diri pada 2018 dan mulai menaikkan sanksi sepihak terhadap Teheran.

Zarif tidak menuntut kompensasi apa pun dari Amerika Serikat, tidak seperti Presiden Iran Hassan Rouhani yang menuntut AS sebagai imbalan atas “kerusakan” yang diderita Teheran di bawah sanksi AS yang diperbarui.

Ia secara implisit berpendapat bahwa Washington harus membayarnya kembali untuk pendapatan minyak yang hilang.

“Ini dapat dilakukan secara otomatis, dan tanpa perlu menetapkan persyaratan: Amerika Serikat menjalankan tugasnya berdasarkan (Resolusi Dewan Keamanan) 2231 (mencabut sanksi) dan kami akan melaksanakan komitmen kami berdasarkan kesepakatan nuklir,” kata Zarif dalam sebuah pernyataan. rekaman video wawancara yang dikeluarkan oleh surat kabar.

Presiden AS Donald Trump pada pekan lalu sempat mengajukan opsi untuk menyerang situs nuklir utama milik Iran, namun akhirnya memutuskan untuk tidak jadi mengambil langkah yang tiba-tiba itu, demikian menurut seorang pejabat pemerintahan AS, Senin (16/11).

Trump membuat permintaan tersebut ketika melakukan rapat di Kantor Oval pada Kamis (12/11), bersama sejumlah pejabat keamanan negara, termasuk Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, Pejabat Menteri Pertahanan Christopher Miller, Jenderal Mark Milley, dan ketua dari Kepala Staf Gabungan.

Opsi itu diajukan dalam sisa waktu dua bulan masa jabatan Trump, sebelum ia harus menyerahkan kekuasaan kepada Presiden AS Terpilih, Joe Biden, pada 20 Januari 2021–meskipun hingga saat ini Trump masih menolak mengakui hasil pemilu.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...

Menkop Tekankan UMKM Go Digital

Berdaulat.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan dan menerapkan tiga hal dalam upaya mendorong UMKM go digital meliputi kapasitas usaha, kualitas produk,...

Soal Edhy Prabowo, Gerindra Hormati Proses Hukum

Berdaulat.id - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan Gerindra menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Bareskrim Tegaskan Berkas Perkara Syahganda dan Jumhur P21

Berdaulat.id - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan berkas perkara dua dari 10 orang tersangka kasus pelanggaran...