29.1 C
Luwuk
Jumat, November 20, 2020

Menteri BUMN Lakukan Penjajakan Vaksin Covid-19

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Gelapkan Mobil, Satreskrim Polres Banggai Tangkap Warga Bunta

Berdaulat.id - Seorang warga berinisial MM alias HA (41) harus pasrah saat ditangkap personil Satreskrim Polres Banggai, Selasa (7/7/2020) sekitar pulul 20.00...

Awasi Jarak Sosial Warga, Singapura Uji Coba ‘Drone’

Berdaulat.id - Polisi Singapura telah menguji coba pesawat nirawak atau drone yang dikembangkan oleh perusahaan asal Israel, Airobotics, untuk membantu mengawasi kebijakan...

Arab Saudi Izinkan Penerbangan UEA-Israel Lewati Jalur Udaranya

Berdaulat.id - Penerbangan antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) akan dapat terbang di atas Arab Saudi setelah kerajaan itu pada Rabu...

Bamsoet Ingatkan OJK Dan Dorong NU Serta Muhammadiyah Ambil Saham Bank Muamalat

Berdaulat.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong dua organisasi umat Islam terbesar Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, bisa mengambil alih...

Berdaulat.id – Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir sedang melakukan penjajakan dengan produsen-produsen vaksin selain Sinovac, agar vaksin tersebut bisa tersedia dan menjamin seluruh masyarakat Indonesia.

“Kami sejak awal melakukan penjajakan kepada CEPI WHO di mana Alhamdulillah kemarin Menkes Terawan dengan UNICEF PBB. Tentu juga kami melakukan penjajakan dengan pihak-pihak lainnya seperti Astrazaneca, Cansino, ataupun Pfizer, di mana ini terus kita jajaki,” ujar Erick Thohir dalam orasi ilmiah di Universitas Padjadjaran, Bandung, Jumat.

Menurut Erick Thohir, total jumlah 300 juta dosis vaksin yang tersedia pada tahun 2021 belum mencukupi untuk membantu dan menjamin seluruh populasi masyarakat Indonesia.

“Sebagai catatan dari total vaksin yang kita dapatkan sekitar 300 juta ini, itu bukan berarti kita sudah menjamin atau secure semuanya untuk seluruh rakyat Indonesia,” kata Erick Thohir yang juga Menteri BUMN itu.

Erick Thohir menjelaskan setiap individu memerlukan vaksin dengan dua suntikan. Dengan demikian, kata dia, 300 juta vaksin tersebut baru untuk memenuhi vaksin bagi 170 juta rakyat Indonesia.

Kalau dibandingkan dengan beberapa negara seperti Inggris memesan tiga sampai dengan empat kali dari vaksin yang dibutuhkan.

Selain itu Erick Thohir juga mendapatkan kabar bahwa Jepang bersama Pfizer mendapatkan 100 persen vaksin untuk populasi masyarakat Jepang.

“Kalau sampai 70 persen populasi Indonesia bisa terjangkau, maka kita harapkan pada tahun 2022 atau bahkan pada tahun 2021 sekitar 30 persen kekurangan vaksin dari total vaksin yang tersedia bisa didapatkan,” kata Erick Thohir.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Mensos Tampil Virtual Bahas “Bantuan Sosial Sudah Tepat Sasaran?”

Berdaulat.id - Menteri Sosial, Juliari P Batubara dan Anggota Komisi VIII DPR FPKS, Iskan Qolba Lubis hadir secara Virtual pada diskusi dialektika...

Dialektika Demokrasi

Berdaulat.id- Wakil Ketua Komisi VIII DPR FPKB, Marwan Dasopang bersama Pakar Komunikasi, Emrus Sihombing tampil sebagai pembicara secara fisik, sementara Menteri Sosial,...

Komisi II Raker Dengan Menpan RB

Berdaulat.id - Komisi II DPR RI melakukan Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN-RB)...

Antara Anies Baswedan dan Penyidik, Mushalla Kecil Itu Jadi Saksi

Oleh: Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa) Manusia boleh berencana dan merekayasa, tapi Tuhan penentu takdirnya. Banyak peristiwa...

Kata Kadikes: Gorontalo Utara nol kasus COVID-19

Berdaulat.id - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo Rizal Yusuf Kune mengatakan kabupaten tersebut berhasil kembali berstatus zona hijau karena...