29.1 C
Luwuk
Kamis, Februari 25, 2021

Menteri BUMN Lakukan Penjajakan Vaksin Covid-19

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Hijrah: Pilar Peradaban Modern – Bagian 3

Komitmen ubudiyah komprehensif yang tersimbolkan dalam pembangunan masjid (secara bahasa berarti tempat sujud) itu sekaligus bermakna komitmen hidup yang terpusat pada ketaatan...

Militer Ethiopia Kepung Ibukota Tigray

Berdaulat.id - Pasukan federal Ethiopia, Senin, mengepung ibu kota Negara Bagian Tigray, Mek'ele, pada jarak sekitar 50 kilometer, kata seorang juru bicara...

BUMN Farmasi Raker Dengan Komisi VI DPR

Berdaulat.id - Komisi VI DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Holding BUMN Farmasi membahas rencana investasi dan operasional empat perusahaan...

Menaker Ida Fauziyah Melepas 101 CPMI Ke Kampung Halaman Akibat Dampak Covid-19

Berdaulat.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah secara simbolis melepas kepulangan 101 Calon Pekerja Migran (CPMI) yang gagal bekerja ke luar negeri...

Berdaulat.id – Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir sedang melakukan penjajakan dengan produsen-produsen vaksin selain Sinovac, agar vaksin tersebut bisa tersedia dan menjamin seluruh masyarakat Indonesia.

“Kami sejak awal melakukan penjajakan kepada CEPI WHO di mana Alhamdulillah kemarin Menkes Terawan dengan UNICEF PBB. Tentu juga kami melakukan penjajakan dengan pihak-pihak lainnya seperti Astrazaneca, Cansino, ataupun Pfizer, di mana ini terus kita jajaki,” ujar Erick Thohir dalam orasi ilmiah di Universitas Padjadjaran, Bandung, Jumat.

Menurut Erick Thohir, total jumlah 300 juta dosis vaksin yang tersedia pada tahun 2021 belum mencukupi untuk membantu dan menjamin seluruh populasi masyarakat Indonesia.

“Sebagai catatan dari total vaksin yang kita dapatkan sekitar 300 juta ini, itu bukan berarti kita sudah menjamin atau secure semuanya untuk seluruh rakyat Indonesia,” kata Erick Thohir yang juga Menteri BUMN itu.

Erick Thohir menjelaskan setiap individu memerlukan vaksin dengan dua suntikan. Dengan demikian, kata dia, 300 juta vaksin tersebut baru untuk memenuhi vaksin bagi 170 juta rakyat Indonesia.

Kalau dibandingkan dengan beberapa negara seperti Inggris memesan tiga sampai dengan empat kali dari vaksin yang dibutuhkan.

Selain itu Erick Thohir juga mendapatkan kabar bahwa Jepang bersama Pfizer mendapatkan 100 persen vaksin untuk populasi masyarakat Jepang.

“Kalau sampai 70 persen populasi Indonesia bisa terjangkau, maka kita harapkan pada tahun 2022 atau bahkan pada tahun 2021 sekitar 30 persen kekurangan vaksin dari total vaksin yang tersedia bisa didapatkan,” kata Erick Thohir.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Pemantapan Komunikasi Publik, Konferensi Pers Polda Sulteng Hadirkan Interpreter

Berdaulat.id, Palu Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Konferensi Pers yang diselenggarakan Polda Sulawesi Tengah pagi ini, Kamis...

OJK Diminta Segera Setujui Pencairan Kelebihan Dana Cadangan Bumiputera

Berdaulat.id, Jakarta – Kasus gagal bayar nasabah atau pemegang polis Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera tak kunjung tuntas...

Dukung Pemulihan Pasca Gempa, Wahdah Islamiyah Serahkan Ambulance ke Sulawesi Barat

Berdaulat.id, Mamuju - Pengurus pusat Wahdah Islamiyah melakukan serah terima satu unit mobil ambulance kepada pengurus wilayah...

Mentan SYL : Untuk Ekspor Komoditas Pertanian Terobos Dulu, Kami Siap Backup

Berdaulat.id, Jakarta – Untuk pertama kalinya komoditas produk olahan unggas dan sapi asal Indonesia berhasil menembus pasar...

Wujudkan Transparansi, Kapolri Launcing Aplikasi Dumas Presisi

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melaunching Aplikasi Pengaduan Masyarakat (Dumas) Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi...