29.1 C
Luwuk
Jumat, Maret 5, 2021

Miliki Daya Saing, Kemenperin Dorong Pelaku Usaha Kecil dan Menengah

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Pondok Gontor Tabayyun Santri Terpapar Covid-19, Walisantri Diminta Tenang

Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, melakukan tabayyun terkait beredarnya kabar ada santri Pondok Modern Gontor Kampus 2 di Siman, Madusari,...

Anis Matta Bertemu Jokowi, Partai Gelora Dukung Pemerintah Atasi Pandemi Covid-19

Berdaulat.id - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Muhammad Anis Matta memberikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pemerintah...

Komite II DPD RI Rapat Dengar Pendapat Dengan Kepala BNPB Doni Mornado

Berdaulat.id - Ketua Komite II DPD Yorrys Raweyai (tengah) didampingi Wakil Ketua DPD Abdullah Puteh (kiri), dan Hasan Basri (kanan) memimpin Rapat...

Jokowi Tunda Pembahasan RUU Omnibus Law, KSPI Batal Turun ke Jalan

Berdaulat.id - Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menunda pembahasan Rancangan Undang Undang (RUU) Omnibus Law atau Cipta Kerja hingga Pandemi COVID-19...

Berdaulat.id – Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Kementerian Perindustrian mendorong pelaku usaha kecil mikro, khususnya kerajinan batik agar menghasilkan produk yang memiliki daya saing tinggi di pasaran dengan mengikuti kemajuan teknologi.

“Pada masa sulit seperti sekarang, upaya adaptasi maupun bertahan dari perubahan pasar menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi para pelaku IKM,” kata Direktur IKM Kimia, Sandang, Kerajinan, dan Industri Aneka Kementerian Perindustrian E. Ratna Utarianingrum di Pekalongan, Selasa.

Ia menegaskan pelaku bisnis baik di bidang industri maupun jasa merasakan dampak yang signifikan dengan kondisi sekarang ini sehingga mereka harus terus melakukan inovasi agar usahanya mampu bertahan. ,

Kendati demikian, kata dia, meski pada kondisi yang masih sulit, namun perkembangan segmen pasar khususnya kain dan produk batik justru semakin luas, baik secara usia maupun kelas sosial.

“Produk batik telah bermetamorfosis menjadi berbagai produk busana, kerajinan, dan dekorasi rumah yang memiliki nilai tambah tinggi.

Selain itu, sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) juga merupakan salah satu sektor industri padat karya,” katanya.

Ratna Utarianingrum mengatakan Kemenperin telah melakukan berbagai kegiatan yang bersifat pembinaan dan pendampingan secara daring yang bertujuan memberikan kiat- kiat dan teknik bagi para pelaku IKM agar dapat bertahan dan mengembangkan bisnisnya.

Sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap pelaku IKM melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah menyerahkan bantuan mesin dan bimbingan teknis pada 25 IKM Pekalongantrian agar usaha mereka terus tumbuh dan berkembang.

“Berdasar data BPS, profil usaha mikro dan kecil sebanyak 831.269 unit. Adapun kinerja ekspornya pada periode Januari 2020 hingga Juni 2020 telah mencapai 3,38 miliar dolar AS,” katanya.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Kemenag Gelar Seleksi Tahap II Calon Imam Luar Negeri

Berdaulat.id, Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Seleksi Tahap II untuk memilih Calon Imam Luar Negeri. Proses seleksi berlangsung...

Ketum MUI Tinjau Kinerja LPPOM MUI di Masa Pandemi

Berdaulat.id, JAKARTA— Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftachul Akhyar, melakukan tinjauan langsung ke kantor LPPOM...

Tantangan Kian Berat, Ini Pesan Kiai Miftach untuk LPPOM MUI

Berdaulat.id, JAKARTA— Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) yang kemudian dilanjutkan dengan turunannya,...

Bamsoet Bahas Kiprah Imam Shamsi Ali di Dunia Internasional

JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengulik kisah hidup Imam Shamsi Ali, Imam di Islamic Center...

Dirjen Bimas Islam Dampingi Delegasi UEA Selama Kunjungan Kerja di Indonesia

Berdaulat.id, Jakarta, Bimas Islam —- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin mendampingi delegasi Uni Emirat Arab (UEA)...