29.1 C
Luwuk
Selasa, Maret 2, 2021

MPR: Madinah di zaman Nabi Muhammad miniatur Indonesia

Data Real Time COVID-19

Baca juga

DPR Minta Wartawan Bangun Citra Positif Kinerja Parlemen

Berdaulat.id - Anggota Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong,Wakil Ketua BURT DPR RI A. Dimyati Natakusumah, Kepala Persidangan Ibu Damayanti, Kepala Biro...

PKS: Dana Haji Hanya Untuk Kepentingan Jamaah, Bukan yang Lain!

Berdaulat.id - Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menyayangkan pemberitaan Kepala BP Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) tentang dana haji untuk...

BTN Siapkan Dana Lebaran Rp 12,5 Triliun

Berdaulat.id - Siapkan dana lebaran, Seorang Petugas Teller PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. sedang menghitung uang kertas di salah satu Kantor Cabang...

Soal Netralitas ASN, Wapres: Ini Penyakit Lama

Berdaulat.id - Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut persoalan netralitas aparatur sipil negara (ASN) pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) merupakan penyakit lama...

Berdaulat.id – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengajak semua elemen bangsa, khususnya umat Islam, untuk menjadikan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai pengingat Kota Madinah pada zaman Rasulullah SAW merupakan miniatur Indonesia karena kebhinnekaan di wilayah tersebut mirip dengan kebhinnekaan Indonesia saat ini.

“Di Yatsrib yang kemudian berganti nama menjadi Al-Madinah Al-Munawwarah, Nabi Muhammad SAW juga menghadapi kebhinnekaan suku-suku dan agama-agama. Suku-suku itu saling bersaing, para penganut agama-agama pun saling menunjukkan pengaruh,” kata Basarah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, di tengah persaingan suku, agama, ras, dan antargolongan itu, Rasulullah SAW lalu mengajukan Piagam Madinah sebagai platform bersama yang mempersatukan.

Sekretaris Dewan Penasihat PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) itu menjelaskan, Piagam Madinah yang dibuat secara demokratis itu hanya memuat nilai-nilai bersama yang mengikat dan bisa diterima semua suku dan penganut agama di Madinah.

“Itulah sebabnya Piagam Madinah sejak awal tidak mendapat penolakan dari penduduk Yatsrib yang beragam,” ujarnya.

Dalam konteks Indonesia, menurut dia, universalitas Piagam Madinah itu mirip dengan universalitas Pancasila yang juga memuat nilai-nilai bersama yang mengikat bangsa yang beragam ini dari segi suku, agama, ras, dan antargolongan.

Dia mengatakan jika lihat sejarah kelahiran Pancasila, umat Islam sebagai mayoritas tidak memaksakan kehendak mereka saat itu, sebaliknya penganut agama lain merasa terlindungi.

Oleh karena itu, Basarah menegaskan bahwa momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus dijadikan inspirasi bagi bangsa Indonesia untuk memperkukuh persatuan nasional dan semangat gotong royong menghadapi pandemi COVID-19 yang semua belum tahu kapan akan berakhir.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI itu mengaku kagum pada akhlak Rasulullah SAW yang disebutnya akhlak Al Quran, misalnya Nabi Muhammad SAW hidup damai berdampingan bersama Yahudi, Kristen, dan Shabi’in selama 13 tahun tinggal di Madinah.

“Jika para pemimpin negeri ini, baik pemimpin formal maupun informal mau berlaku sesuai akhlak Rasulullah SAW niscaya negeri ini cepat maju dan dapat segera menyejahterakan rakyat,” katanya.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Indroyanto Seno Adji: Kerumunan Di Maumere Tidak Ada Peristiwa Pidana

Jakarta-- Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI) Indriyanto Seno Adji menyebut kerumunan warga di Maumere yang...

Pemuda Papua di Jawa Tengah Dukung Penuh Otsus demi Kemajuan Papua

SEMARANG – Mahasiswa dan pelajar papua yang berada di Kota Semarang, sangat mendukung adanya otonomi khusus di...

ARM HA-IPB dan Warga Palada, Mamuju Bangun Pipa Air Bersih da Mck Komunal

Berdaulat.id, MAMUJU, SULBAR (27 Februari 2021) -- Senyum kembali tersungging di wajah warga Dusun Palada, Desa Takandeang,...

Kapolda Sulteng dan Danrem 132 Tadulako Launching Kampung tangguh nusantara di Palu dan Donggala

Berdaulat.id, Palu - Dua petinggi TNI Polri di Sulawesi Tengah hari ini melakukan launching kampung tangguh nusantara...

Waketum MUI Kecewa Pemerintah Izinkan Industri Miras

Berdaulat.id, Pemerintah menetapkan industri minuman keras sebagai daftar positif investasi (DPI) terhitung sejak 2021. Sebelumnya, industri tersebut...