29.1 C
Luwuk
Selasa, Maret 5, 2024

MUI Minta Pemerintah Bertindak Tegas Larang TKA China Masuk Indonesia

Baca juga

Berdaulat.id – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas meminta Pemerintah untuk bertindak tegas melarang masuknya tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia di tengah masa pandemi Covid-19, terutama TKA dari China.

Pasalnya, saat ini, Indonesia tengah berjuang memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Meminta Pemerintah untuk bersikap tegas dengan melarang tenaga kerja asing terutama yang dari China untuk masuk ke Indonesia, karena di tengah-tengah kita sedang berusaha dan berjuang memutus mata rantai penularan virus Corona yang sudah sangat banyak merugikan bangsa ini,” ujar Anwar melalui keterangan tertulisnya yang diterima wartawan di Jakarta, Rabu (29/4/20).

Menurut Anwar, kehadiran TKA yang dibiarkan keluar masuk wilayah Indonesia hanya akan menyakiti perasaan rakyat, terutama masyarakat yang wilayahnya sedang menerapkan PSBB. Hal ini, kata dia, tentu akan membuat kepercayaan rakyat kepada Pemerintah menjadi bermasalah.

“Problem ini akan membawa dampak buruk bagi masyarakat Indonesia, bahkan bisa menambah rasa tidak percaya dengan Pemerintah. Terlebih selama PSBB berlaku, gelombang PHK terus terjadi. Jelas ini tidak baik bagi kehidupan bangsa dan negara ini ke depannya,” ungkapnya.

MUI pun meminta Pemerintah untuk peka akan keadaan masyarakat saat ini, seraya berharap semoga pandemi ini cepat berlalu.

“Kita harapkan insya Allah negeri kita akan bisa cepat keluar dari bencana dan malapetaka yang ada sehingga kehidupan masyarakat, kita harapkan akan cepat kembali pulih dan normal seperti semula,” katanya.

Sebelumnya, polemik masuknya TKA mencuat pasca Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi menyatakan penolakan atas kedatangan 500 TKA asal China dalam waktu dekat. Para TKA tersebut dikabarkan akan dipekerjakan di sebuab pabrik di kawasan Morosi, Kabupaten Konawe. (Hdr)

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru