29.1 C
Luwuk
Kamis, Desember 3, 2020

Mulai 1 Oktober, Tarif Langganan Zoom Naik

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Protes Meluas Sampai Gedung Putih, Trump Diungsikan ke Bunker

Berdaulat.id - Protes warga atas kematian George Floyd meluas hingga ke Washington DC. Karena itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump harus diungsikan...

Doni Monardo Raker Dengan Komisi VIII DPR

Berdaulat.id - Kepala BNPB Doni Monardo (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/9). Rapat...

Panglima TNI Hadiri Upacara HUT RI Ke 75 Di Istana Negara

Berdaulat.id - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana...

Perubahan Iklim Bakal Pengaruhi Penyerapan Beras Dimusim Panen

Berdaulat.id - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania mengatakan pemerintah perlu mengantisipasi dampak perubahan iklim pada ketersediaan stok beras...

Berdaulat.id – Zoom mulai mengedarkan pemberitahuan kepada pelanggan berbayar mereka bahwa tarif berlangganan akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mulai 1 Oktober.

“Dengan ini kami ingin memberitahukan bahwa Zoom Video Communications Inc (Zoom), mulai dari atau tidak lama setelah tanggal 1 Oktober 2020, akan mengenakan PPN atas penjualannya kepada pelanggan di Indonesia,” tulis Zoom melalui email kepada para pelanggannya, dikutip wartawan pada Sabtu (19/9/20).

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan pada awal September mengumumkan akan kembali memungut PPN atas barang dan jasa digital.

Pada gelombang kedua ini, terdapat 12 perusahaan yang layanannya akan dikenakan PPN sebesar 10 persen dari harga sebelum pajak, yaitu LinkedIn Singapore Pte. Ltd, McAfee Ireland Ltd, Microsoft Ireland Operations Ltd dan Mojang AB, Novi Digital Entertainment Pte.Ltd dan PCCW Vuclip (Singapore) Pte.Ltd.

Selain itu, perusahaan lain yang turut dikenakan PPN 10 persen adalah Skype Communications SARL dan Twitter Asia Pacific Pte.Ltd, Twitter International Company, Zoom Video Communications Inc, PT Jingdong Indonesia Pertama dan PT Shopee International Indonesia.

Dalam surat pemberitahuan tersebut, Zoom meminta pelanggan berbayar mereka untuk mengirimkan data berupa Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), nama lengkap dan alamat email yang terdaftar di Ditjen Pajak.

Zoom memiliki beberapa pilihan berlangganan bulanan, yaitu gratis untuk akun Basic, 14,99 dolar (setara Rp222.000) untuk akun Pro serta 19,99 dolar (Rp296.000) untuk akun Business dan Enterprise. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Azis Syamsuddin Kutuk Keras Oknum Papua

Berdaulat.id - Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (kanan) bersama Anggota Fraksi Golkar Dapil Papua Barat Robert Joppy Kardinal (kiri) memberikan keterangan mengenai...

Empat Pilar MPR RI

Berdaulat.id - Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerja sama dengan Humas Pemberitaan MPR RI menggelar diskusi Empat Pilar MPR RI dengan tema "Mengoptimalkan SDM...

Diskusi “Teror Sigi Bagaimana Nasib Perpres TNI”

Berdaulat.id- Anggota Komisi III DPR Arsul Sani, Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon ( Virtual), Direktur Harmonisasi Peraturan Perundangan-Undangan I Kemenkumham Bunyamin,...

Berdaulat.co.id - Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerja sama dengan Humas Pemberitaan MPR RI menggelar diskusi Empar Pilar Kebangsaan MPR RI dengan tema "Kebangkitan...

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...