29.1 C
Luwuk
Minggu, Februari 28, 2021

Oman Sambut Keputusan Bahrain Soal Normalisasi Hubungan dengan Israel

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Bamsoet : Peran Kepala Daerah Signifikan dalam Pemulihan Ekonomi

Berdaulat.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak semua pemerintah daerah mendukung dan partisipatif pada rencana pemulihan ekonomi seperti tertuang dalam Peraturan...

Anis Matta : Indonesia Butuh Ambisi Besar Untuk Bangkit

Berdaulat.id - Indonesia punya sejarah daya tahan yang panjang menghadapi situasi sulit selama ratusan tahun lamanya. “Salah satunya adalah faktor psikoetnik bangsa...

Politisi PKS Minta KemenPUPR Realisasikan Peningkatan Pembelian Karet Petani untuk Karet Bantalan Jembatan

Berdaulat.id - Anggota komisi V DPR RI, Syahrul Aidi Ma'azat memberikan apresiasi pada Kementerian PUPR yang telah menyiapkan anggaran Rp 100 miliar...

Tidak Boleh Potong Rambut dan Kuku Bagi Shahibul Qurban

Jika bulan Dzulhijjah telah tiba yang ditunjukkan dengan terlihatnya bulan sabit (hilal) atau dengan cara menggenapkan bulan Dzulqa’dah menjadi tiga puluh hari,...

Berdaulat.id – Oman menyambut keputusan Bahrain untuk menormalisasi hubungan dengan Israel dan berharap langkah tersebut akan berkontribusi pada perdamaian Palestina-Israel, demikian dilaporkan media pemerintah Oman, Minggu.

Bahrain pada Jumat (11/9) menjadi negara Teluk kedua yang meresmikan hubungan dengan Israel, setelah pada Agustus  Uni Emirat Arab (UAE) melakukan tindakan serupa.

“Berharap jalur strategi baru yang diambil oleh negara-negara Arab ini akan berkontribusi menghadirkan perdamaian yang berdasarkan pada tujuan mengakhiri pendudukan tanah Palestina oleh Israel dan mendirikan negara Palestina yang independen, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” bunyi pernyataan pemerintah.

Menteri intelijen Israel, beberapa hari setelah kesepakatan UAE-Israel diumumkan pada 13 Agustus, mengatakan Oman juga tidak menutup kemungkinan untuk meresmikan hubungan dengan Israel.

Oman menyambut keputusan UAE dan Bahrain, namun tidak mengomentari perihal harapannya sendiri soal normalisasi hubungan dengan Israel. 

Pada 2018, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkunjung ke Oman dan membahas gagasan perdamaian di Timur Tengah dengan pemimpin Oman sebelumnya, Sultan Qaboos.

Di kawasan yang bergejolak, Oman mempertahankan sikap netral. Pihaknya tetap berhubungan baik dengan para pemain di kawasan, termasuk dua negara yang menjadi musuh bebuyutan, Amerika Serikat dan Iran.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Kapolda Sulteng dan Danrem 132 Tadulako Launching Kampung tangguh nusantara di Palu dan Donggala

Berdaulat.id, Palu - Dua petinggi TNI Polri di Sulawesi Tengah hari ini melakukan launching kampung tangguh nusantara...

Waketum MUI Kecewa Pemerintah Izinkan Industri Miras

Berdaulat.id, Pemerintah menetapkan industri minuman keras sebagai daftar positif investasi (DPI) terhitung sejak 2021. Sebelumnya, industri tersebut...

Regenerasi Kepemimpinan, FORJIM Akan Gelar Munas II

Berdaulat.id, Jakarta – Masa khidmat Pengurus Pusat Forum Jurnalis Muslim (PP Forjim) Periode 2018-2021 secara resmi telah...

Ketua PKK Provinsi Sulteng Lantik Lima Ketua TP PKK

Berdaulat.id, Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Zalzulmida A Djanggola melantik Ketua TP PKK lima kabupaten...

Lantik Lima Pasang Kepala Daerah, Ini Harapan Gubernur Sulteng

Berdaulat.id, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola melantik lima pasangan calon kepala Daerah terpilih pada Pilkada 2020...