29.1 C
Luwuk
Minggu, November 29, 2020

Oman Sambut Keputusan Bahrain Soal Normalisasi Hubungan dengan Israel

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Mahasiswa Asing Terancam Diusir dari AS, Pemerintah RI Upayakan Perlindungan

Berdaulat.id - Seluruh perwakilan RI di Amerika Serikat bertekad memastikan upaya perlindungan bagi pelajar atau mahasiswa Indonesia, menyusul aturan yang diberlakukan Pemerintah...

Kementerian PUPR Alokasi Rp52,5 miliar Untuk Ini

Berdaulat.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp52,5 miliar untuk program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) atau...

Peluncuran Dan Bedah Buku “Bunga Rampai” IKADIM UNJ

Berdaulat.id - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid Melaunching dan Bedah Buku dengan judul " Bunga Rampai " dari IKADIM UNJ untuk Indonesia’...

Peretasan Twitter Bermula dari Phonsel

Berdaulat.id - Twitter Inc menyatakan kasus peretasan di platform tersebut beberapa waktu lalu bermula dari serangan "spear-phishing" dari ponsel.

Berdaulat.id – Oman menyambut keputusan Bahrain untuk menormalisasi hubungan dengan Israel dan berharap langkah tersebut akan berkontribusi pada perdamaian Palestina-Israel, demikian dilaporkan media pemerintah Oman, Minggu.

Bahrain pada Jumat (11/9) menjadi negara Teluk kedua yang meresmikan hubungan dengan Israel, setelah pada Agustus  Uni Emirat Arab (UAE) melakukan tindakan serupa.

“Berharap jalur strategi baru yang diambil oleh negara-negara Arab ini akan berkontribusi menghadirkan perdamaian yang berdasarkan pada tujuan mengakhiri pendudukan tanah Palestina oleh Israel dan mendirikan negara Palestina yang independen, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” bunyi pernyataan pemerintah.

Menteri intelijen Israel, beberapa hari setelah kesepakatan UAE-Israel diumumkan pada 13 Agustus, mengatakan Oman juga tidak menutup kemungkinan untuk meresmikan hubungan dengan Israel.

Oman menyambut keputusan UAE dan Bahrain, namun tidak mengomentari perihal harapannya sendiri soal normalisasi hubungan dengan Israel. 

Pada 2018, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkunjung ke Oman dan membahas gagasan perdamaian di Timur Tengah dengan pemimpin Oman sebelumnya, Sultan Qaboos.

Di kawasan yang bergejolak, Oman mempertahankan sikap netral. Pihaknya tetap berhubungan baik dengan para pemain di kawasan, termasuk dua negara yang menjadi musuh bebuyutan, Amerika Serikat dan Iran.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...

Menkop Tekankan UMKM Go Digital

Berdaulat.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan dan menerapkan tiga hal dalam upaya mendorong UMKM go digital meliputi kapasitas usaha, kualitas produk,...

Soal Edhy Prabowo, Gerindra Hormati Proses Hukum

Berdaulat.id - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan Gerindra menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Bareskrim Tegaskan Berkas Perkara Syahganda dan Jumhur P21

Berdaulat.id - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan berkas perkara dua dari 10 orang tersangka kasus pelanggaran...