29.1 C
Luwuk
Sabtu, Oktober 24, 2020

Pak Presiden Dan Pak Kyai, Kenapa Semua Harus Berakhir di Bui?

Data Real Time COVID-19

Baca juga

KPU Minta Ditengah Covid-19 Pendukung Calon Gunakan Protokol Kesehatan

Berdaulat.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman menegaskan, saat tahapan masa kampanye, maka pembatasan massa pendukung wajib diberlakukan dan...

Arief Poyuono: Jiwasraya Sudah Busuk Sejak Lama, Pemerintah Jokowi Cuma Bernasib Sial

Berdaulat.id - Setelah kasus Jiwasraya masuk pengadilan, publik memberikan selamat yang meriah pada penegak hukum. Khususnya Kejaksaan Agung. Jiwasraya yang pada awalnya...

Diskusi Empat Pilar MPR

Berdaulat.id - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Dr. Rully Indrawan, Anggota MPR RI dari F Demokrat Dr. Ir. E. Herman Khaeron,...

Berlakukan PSBB, Polda Jabar Bakal Tiru Langkah Polda Metro Jaya

Berdaulat.id - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi, mengatakan pihaknya bakal meniru cara bertindak Polda Metro Jaya terkait...

Kalau penguasa mau mendengar, Jumhur dan Syahganda jangan ditangkap. Mereka adalah alumni ITB yang idealis. Saya kenal keduanya sudah sejak 30 tahun lalu. Mereka adalah teman berdebat Yang berkwalitas. Mereka dl korban rezim orba yg otoriter. Kok rezim ini juga mengorbankan mereka?

Foto : Net

Dulu saya menentang teori “crime control” dalam pemberantasan korupsi yang dianut KPK sebab saya khawatir ini akan jadi mazhab penegakan hukum di negara kita. Saya bersyukur melihat KPK lembali ke jalan hukum tapi sedih dengan ideologi lama itu di prektekkan penegak hukum lain.

Inti dari “crime control” adalah penegakan hukum yg mendorong “tujuan menghalalkan cara” atau “end justifies the means”. Penegak hukum menganggap menangkap orang tak bersalah agar tercipta suasana terkendali. Padahal kedamaian dan ketertiban adalah akibat dari keadilan.

Kalau melihat abjad dari kriminalitasnya, yang harus ditangkap duluan ya orang-orang yang terekam CCTV itu sebagai perusuh.

Bukan kritikus Yang berjasa bagi demokrasi. Kalau kritik mereka dianggap memicu kerusuhan, kenapa tidak tangkap 575 anggota DPR yang bikin UU berbagai versi yang kemudian bikin rusuh?

Ayolah, mari kembali kepada yg benar bahwa kegaduhan publik ada dasarnya. Kerusuhan dan pengrusakan fasilitas publik adalah kejahatan. Tapi kejahatan dan kritik tidak tersambung. Kriminalitas akarnya adalah niat jahat. Tapi kritik muncul sbg respon atas tata kelola yang gagal.

Hukum tidak boleh menyasar para pengritik sementara perusuh dan vandalime belum diselesaikan. Apalagi menuduh mantan presiden segala. Sungguh suatu tindakan yang sembrono dan tidak punya etika. Mau apa sih kita ini? Mau adu domba siapa lagi? Mau ngerusak bangsakah kita?

Malam ini dari kampung yg sepi saya bersedih. Rasanya ada yang aneh di seputar kekuasaan. Ada agenda yang menurut perasaan saya bukan agenda pemerintahan yang sah. Tapi kita semua hanya bisa menduga tak bisa menyebut nama sebab sebagai rakyat, salah ketik bisa masuk penjara.

Saya hanya bisa kirim doa kepada pak presiden & pak kyai. Semoga bisa jernih meliha realitas ini. Kita tidak bisa begini.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Katanya Delapan Pasien COVID-19 di Sulbar Sudah Sembuh

Berdaulat.id - Juru Bicara Tim Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Sulbar, Safaruddin DM mengatakan, delapan orang pasien COVID-19 dinyatakan sembuh setelah menjalani...

KPK Dalami Kasus Mantan Bubati Kabupaten Bogor

Berdaulat.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan penerimaan gratifikasi oleh mantan Bupati Bogor 2008-2014 Rachmat Yasin (RY) dari berbagai Satuan Kerja...

Ketua MPR: Peta Jalan Vaksinasi Harus Selaras dengan Program Pemulihan Ekonomi

Berdaulat.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan pemerintah agar peta jalan vaksinasi Covid-19 dikaitkan dengan program pemulihan ekonomi. Vaksinasi di pulau...

Wakil Ketua MPR RI: Perlu Komunikasi Hindari Keraguan Terhadap Vaksin COVID-19

Berdaulat.id - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai pemerintah perlu menjalin komunikasi yang tepat, dengarkan masukan berbagai pihak dan menjelaskan dengan...

Peringati Hari Santri, Ketua Fraksi Demokrat Bagikan Perangkat Wifi Gratis

Berdaulat.id - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, atau Ibas membagikan perangkat Wifi gratis kepada beberapa pondok pesantren di...