29.1 C
Luwuk
Senin, Maret 8, 2021

Pakar Kritisi PKPU Soal Dibolehkannya Tatap Muka Saat Kampanye

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Muhammadiyah Minta Bank Syariah Fokus Dorong Usaha Kecil dan Menengah

Berdaulat.id - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas mengingatkan bank syariah yang dikelola BUMN jangan membiayai korporasi besar tetapi fokus untuk mendorong...

20 Juli Bigmatch Juventus vs Lazio Dilanjutan Liga Italia

Berdaulat.id - Waktu kick-off di seluruh pertandingan Serie A akan ditentukan berdasarkan lokasinya hal tersebut untuk menghindari laga yang dimainkan awal di...

Polisi Dibekali Baju Hazmat

Berdaulat.id - Sejumlah petugas kepolisian Polda Metro Jaya dilengkapi baju hazmat, sarung tangan dan masker saat melakuan tugas menjaga aksi unjuk rasa...

MPR: Madinah di zaman Nabi Muhammad miniatur Indonesia

Berdaulat.id - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengajak semua elemen bangsa, khususnya umat Islam, untuk menjadikan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW...

Berdaulat.id – Deputi Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) Hurriyah mengkritisi adanya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 13 Tahun 2020 yang masih membuka ruang adanya pertemuan tatap muka pada tahapan kampanye di Pilkada Serentak 2020.

“Mengenai Peraturan KPU yang baru keluar, saya sangat menyayangkan karena di dalam regulasi itu masih dibuka ruang untuk partai politik maupun peserta pemilu mengumpulkan massa walaupun ada catatan soal protokol kesehatan,” ujar Hurriyah dalam sebuah diskusi daring di Jakarta, Kamis.

Diketahui, pada PKPU terbaru itu disebutkan bahwa kampanye pemilihan serentak lanjutan dapat dilaksanakan dengan metode pertemuan terbatas dan pertemuan tatap muka dan dialog. Aturan tersebut tertuang pada Pasal 57 Huruf a dan b.

Adapun pada Pasal 58 Ayat 2, disebutkan bahwa terkait pertemuan terbatas dan pertemuan tatap muka dan dialog dilakukan dengan sejumlah ketentuan, yakni digelar di dalam ruangan atau gedung, peserta yang hadir dibatasi paling banyak 50 orang dengan menjaga jarak paling kurang satu meter.

Berikutnya, wajib menggunakan alat pelindung diri, tersedia sarana sanitasi yang memadai, dan diwajibkan mematuhi ketentuan penanganan COVID-19 yang ditetapkan pemerintah daerah atau gugus tugas percepatan penanganan COVID-19.

Menurut Hurriyah, ketentuan memperbolehkan pertemuan tatap muka pada PKPU menjadi multi tafsir, karena peserta pemilu bisa memiliki berbagai alasan untuk melakukan pertemuan tatap muka dengan pemilih.

“Peserta pemilu bisa dengan mudah saja menginterpretasikan, misalnya kami tidak bisa melakukan pertemuan lewat daring tapi harus tatap muka dengan alasan geografis atau masyarakatnya, dan lain sebagainya,” kata dia.

Hurriyah juga menilai KPU terlalu normatif dalam membuat peraturan, seolah-olah peserta pemilu maupun pemilih telah patuh sepenuhnya terhadap protokol kesehatan COVID-19 yang telah ditetapkan pemerintah.

Padahal pada kenyataannya, kata dia, banyak sekali peserta pemilu maupun pemilih yang melakukan pelanggaran.

“Lihat saja faktanya waktu tahapan pendaftaran saja, sudah banyak sekali terjadi pelanggaran protokol kesehatan,” ujar Huriyyah.

Dia berpandangan bahwa apabila Pilkada Serentak 2020 tetap digelar di tengah pandemi COVID-19, maka ketentuan pertemuan-pertemuan tatap muka seharusnya hanya diperbolehkan pada saat tahapan pencoblosan.

“Pertemuan offline itu seharusnya hanya diperbolehkan jika itu berkaitan dengan pemberian suara, penggunaan hak suara para pemilih. Di situ KPU bisa memastikan agar protokol kesehatan bisa dijalankan betul-betul,” kata Hurriyah.

“Ketentuan offline harusnya hanya berlaku untuk itu. Sementara kegiatan yang dimaksudkan untuk mempengaruhi pilihan politik pemilih, misalnya sosialisasi, kampanye, dan sebagainya menurut saya harusnya diatur semua dalam bentuk online,” kata dia.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Selamat, Penerima Beasiswa WIZ Ini Juarai Lomba Hafiz Al Quran Tingkat Kabupaten

Berdaulat.id, Alwan (17 tahun) Siswa kelas tiga SMA Yayasan Pondok Pesantren Wahdah Islamiyah Putra, ini berhasil menjuarai...

Perkuat Profesional Muslim, Forum Duta Amaliah Astra Gagas Syiar Kreatif

Berdaulat.id, JAKARTA--Yayasan Amaliah Astra (YAA) menggelar silaturahmi daring bertajuk Forum Duta Amaliah Astra, (06/03).Pertemuan nasional ini, menghadirkan...

MUI Kaji Strategi Kecerdasan Buatan untuk Dakwah Islam

Berdaulat.id, JAKARTA – Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar diskusi kelompok terarah (FGD)...

YBM PLN Hadirkan Rumah Bersalin di Pedalaman Banten

Berdaulat.id, Jalan bebatuan dan tanah harus dilalui oleh Bidan Fiqoh untuk menuju Puskesmas Kecamatan Sumur di Banten...

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Langsung Pelaksanaan Vaksinasi Prajurit TNI-Polri di Polda Kepri

Berdaulat.id, Kepri, Sebanyak 1.000 Prajurit TNI – Polri di wilayah Provinsi Kepri menjalani Vaksin Covid – 19,...