29.1 C
Luwuk
Kamis, April 22, 2021

PAN Sesalkan Perlakuan Polisi Terhadap Aktivis KAMI

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Stok Pupuk Non Subsidi Telah Disiapkan

Berdaulat.id - PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyiapkan stok pupuk nonsubsidi sebanyak 347.664 ton yang tersedia di lini I hingga lini III...

Polisi Dalami Kejiwaan Penyerang Imam Masjid di Pekanbaru

Berdaulat.id - Kepolisian Resor Kota Pekanbaru menyatakan tengah mendalami kejiwaan IM, pemuda 24 tahun yang menikam Yazid Umar Nasution usai memimpin salat...

Mick Schumacher Jajal Lintasan Fiorano Jelang Debut Latihan F1

Berdaulat.id - Mick Schumacher dan rekan pebalap junior Ferrari Callum Ilott dan Robert Shwartzman menyiapkan diri mereka jelang debut latihan Formula 1...

Pelajaran dari OTT Gubernur Sulsel

Oleh : Syamril Berdaulat.id, Sabtu pagi 27 Februari 2021 masyarakat Sulsel dikagetkan oleh berita...

Berdaulat.id – Anggota Fraksi PAN DPR RI Guspardi Gaus menyesalkan perlakukan Mabes Polri terhadap aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dipertontonkan kepada publik dengan memakai rompi orange dan tangan dalam keadaan terikat atau diborgol.

“Mereka itu bukan penjahat, bukan koruptor, bukan juga tahanan politik apalagi teroris. Polisi dalam hal ini bertindak sangat berlebihan,” kata Guspardi di Jakarta, Sabtu (17/10/20).

Dia menilai, Polri sebagai sebagai pengayom masyarakat, seharusnya lebih bijaksana mengambil tindakan dalam menegakkan keadilan dan kebenaran.

Menurut dia, kalau cara seperti itu memperlakukan para aktivis atau “mereka yang berbeda pendapat” seolah-olah penjahat dan dipertontonkan di muka umum, tindakan itu di luar batas kepatutan.

“Polisi seharusnya bersikap lebih bijaksana dan manusiawi. Tindakan mempertontontonkan para tersangka dalam kondisi menggunakan baju tahanan berwarna oranye dan tangan yang terikat atau diborgol justru akan memperburuk citra korps kepolisian di mata publik,” ujarnya.

Menurut dia, meskipun para anggota KAMI tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), sebaiknya mereka diperlakukan jangan seperti penjahat kriminal kelas berat.

Dia menilai perlakukan Polri terhadap para aktivis KAMI dalam kasus tersebut sangat tidak tepat dan “off side”.

Karena itu dia berharap Polisi bisa menjadikan kejadian itu sebagai autokritik terhadap korps Kepolisian agar bertindak lebih humanis dan jangan membuat citra Polri yang dicintai sebagai pengayom dan pelindung masyarakat jadi makin turun di mata masyarakat.

Sebelumnya, Bareskrim Polri merilis penangkapan 8 petinggi dan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pada Kamis (15/10/20) siang. Seluruh tersangka dalam kasus ini juga dihadirkan di hadapan awak media.

Seluruh tersangka tampak menggunakan baju tahanan berwarna oranye yang bertuliskan “Tahanan Bareskrim Polri”, dan kedua tangan seluruh tersangka diborgol.

Kedelapan tersangka yang dirilis Kepolisian, tiga diantaranya adalah anggota komite eksekutif KAMI, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Kamus Sejarah Indonesia Jilid I & II Beredar di Olshop

Fikri Faqih: “Bila tidak dilarang, berarti benar adanya” Berdaulat.id, Wakil Ketua Komisi X DPR...

Muslimah Wahdah Siap Tebar Ifthar di Seluruh Penjuru Nusantara

Berdaulat.id, Bulan Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk merefleksikan diri untuk hijrah ke arah yang lebih baik. Tidak...

Artikel Ramadhan 9 : Definisi, Dalil, dan Hukum I’tikaf

I’tikaf (Bagian 1) Berdaulat.id, Definisi, Dalil, dan Hukum I’tikaf Definisi

Rakor Lintas Sektoral Jelang Idul Fitri, Kapolri: Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi

Berdaulat.id, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan soal asas Salus Populi Suprema Lex Esto atau...

Pre Order Mud

Berdaulat.id, MUD adalah alat ukur yang dikenal dalam syariat Islam untuk beberapa pengukuran. Anas...