29.1 C
Luwuk
Selasa, Mei 11, 2021

Pantau Program Ramadhan Televisi, MUI Temukan Potensi Pelanggaran

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Menteri PMK,Menkes Bahas Tata Kelola Layanan Kesehatan Di Komisi IX DPR

Berdaulat.id- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy , Menkes Terawan Agus Putranto (kanan), Dirut BPJS Kesehatan Fahmi...

Cek Suhu Tubuh Anggota Dewan

Berdaulat.id - Seluruh anggota dewan yang akan mengikuti Sidang Paripurna masa sidang III periode 2019-2020 yang dipimpin Ketua DPR Puan Maharani dan...

Iran Minta DSunia Tentang Penggunaan Sanksi AS

Berdaulat.id - Komunitas dunia harus menentang penggunaan sanksi-sanksi Amerika Serikat untuk memberlakukan keinginannya sebagai sebuah "perisakan," atau berharap menghadapi sanksi-sanksi itu sendiri,...

Jokowi Bakal Beri Sambutan di Peringatan Dies Natalis

Berdaulat.id - Presiden Joko Widodo direncanakan memberikan sambutan secara daring pada peringatan Dies Natalis Ke-64 Universitas Hasanuddin Makassar pada10 September 2020.

Berdaulat.id, JAKARTA— Majelis Ulama Indonesia (MU) melalui Komisi Informasi dan Komunikasi bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melakukan pantauan tayangan Ramadhan 2021/1442 Hijriyah. Hasil pantauan 15 hari pertama masih ditemukan potensi pelanggaran terhadap ketentuan penyiaran.
 
Ketua Komisi Infokom MUI, Mabroer MS, mengatakan, realitas siaran program Ramadhan  di sejumlah stasiun yang dari tahun ke tahun tetap mengulang hal yang tak patut dan potensial melanggar ketentuan.
 
Perulangan kekeliruan itu terutama, kata dia, dalam empat hal, yakni adegan kekerasan fisik dan verbal (verbal aggressiveness), tendensi sensualitas, kepatutan etis dan kelaikan syariat, dan protokol kesehatan pandemi Covid-19.
 
Mabroer memberikan contoh, tayangan program Ramadhan di sejumlah stasiun televisi masih ditemukan, meski imbauan dan rekomendasi sudah dilayangkan kepada pihak televisi dari tahun ke tahun. Tayangan yang mengandung sensualitas dan kekerasan verbal ini kebanyakan didapati di program-program yang bersifat live antara lain Pesbukers New Normal AnTV, Sore-Sore Ambyar TransTV, Ramadhan In The Kost Net TV, dan Pas Buka Trans7.    
 
Dia menyatakan, hal ini tentu patut disayangkan apalagi potensi pelanggaran tersebut hampir berulang di stasiun-stasiun yang sama setiap tahunnya sepanjang dokumen hasil pantauan MUI beberapa tahun terakhir. “Hal ini, tentu layak dipertanyakan niat dan kesungguhan memperbaiki diri stasiun yang bersangkutan,” kata dia dalam keterangannya, Sabtu (1/5/2021).
 
Kendati demikian, Mabroer menyatakan MUI memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap lembaga penyiaran dengan eksistensi ragam program televisi  di masa sulit pandemi Covid-19, masih memberi ruang edukasi, refleksi, serta penguatan bulan suci Ramadhan .
 
Dia menyebutkan sebagai contoh, Serambi Islam Spesial Ramadhan (TVRI), Aksi Asia 2021 (Indosiar),  Islam itu Indah (TransTV), Kalam Hati dan Sahur Time(Kompas TV), Dai Spesial Indonesia (INEWSTV). Para Pencari Tuhan Jilid 14 (SCTV) yang sudah bertahan selama 14 tahun. Mutiara Hati (SCTV), Tafsir Al Misbah (Metro TV), Muslim Travellers (NetTV), Cahaya Tauhid (MNC TV), Sinetron Amanah Wali dan Preman Pensiun 5 (RCTI).
 
Bahkan, kata dia, kini televisi digital pun sudah memiliki program-program Ramadhan  menarik dan bermuatan positif seperti Mimbar Sahur Nusantara (Nusantara TV), Talkshow Keagamaan dan Ramadhan  Berbagi (Badar TV), The Sunnah (Inspira TV).    
 
Sementara itu sebagai langkah perbaikan, Ketua Pokja Media Watch dan Literasi Komisi Infokom MUI,  Gun Gun Heryanto, MUI merekomendasikan kepada pihak media, baik yang terlibat langsung ataupun tidak langsung dalam produksi siaran program Ramadhan, sebaiknya terus melakukan evaluasi bukan semata pada untung ruginya program di pasaran, tetapi juga terus berbenah untuk tidak melakukan kesalahan baik yang berupa pelanggaran atau pun ketidak patutan.
 
“Beberapa hal yang harus diperbaikai untuk 15 hari Ramadhan  terakhir dan juga mungkin Ramadhan  di tahun-tahun mendatang yang urgen adalah program-program komedi yang harus naik kelas,” kata dia.
 
Dia menyebutkan, progam komedi Ramadhan  banyak yang ikut terjebak pada genre slapstic, dan improvisasi situasional . Maka yang terjadi adalah, dialog yang merendahkan lawan main. Bahkan mungkin terjerumus pada genre yang lebih ekstrem lagi. Yakni slapstik agresif, offensive dan malah Kebiru-biruan.
 
Dia menggarisbawahi, di sinilah letak tanggung jawab dalam hirarki penngaruh media, mulai dari level individual, rutinitas media, hingga manajemen organisasi media dalam upaya membuat isi media “naik kelas” sehingga juga bisa menaikan kelas khalayak
 
Dia menegaskan MUI selalu memandang industri pertelevisian sebagai mitra strategis untuk sama-sama mencerdaskan dan mencerahkan masyarakat sekaligus membentuk karakter bangsa. Seluruh evaluasi, apresiasi, dan rekomendasi yang diberikan MUI ini dalam konteks sama-sama menjaga peradaban rakyat Indonesia lebih maju ke depannya.  
 
MUI melakukan pemantauan program siaran Ramadhan setiap tahunnya. Kegiatan ini berlangsung ke-14 sejak 2007. Tahun ini, 1442 H/2021 pantauan dibagi menjadi dua tahapan. Pemantauan Tahap I, 15 hari pertama Ramadhan dan Pemantauan Tahap II, 15 hari terakhir. Pemantauan dilakukan terhadap 20 stasiun TV, yakni: TVRI, TvOne, ANTV, MetroTV, Trans7, TransTV, SCTV, Indosiar, RCTI, MNC TV, GTV, Kompas TV, iNews, NET, RTV, NusantaraTV, BadarTV, InspiraTV, MentariTV, ElshintaTV.
 
Sementara itu, dalam evaluasi bersama MUI, KPI, dan Kementerian Agama dengan lembaga penyiaran televisi, Jumat (30/4/2021), tercetus pemahaman bersama dari sejumlah lembaga penyiaran televisi untuk memperbaiki sejumlah tayangan Ramadhan yang ditemukan potensi pelanggaran tersebut.   
 
INFOKOM MUI

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Idul fitri 1442 H, pelayanan penerbitan SIM libur

Berdaulat.id, Palu, Selama hari raya Idul fitri 1442 H, pelayanan penerbitan Surat Ijin Mengemudi (SIM) di jajaran...

Bukber Yatim-Dhuafa, Jufi dan Teladanku Hadirkan “Badut Syariah”

Berdaulat.id, BEKASI—Anak-anak yatim-dhuafa di ruangan itu terlihat antusias menyimak materi agama yang disampaikan seorang ustaz yang berpenampilan...

Persembahan WIZ untuk Naba Faiz (buka takjil salah sasaran)

Berdaulat.id, Bantul— Terungkapnya perempuan misterius pengirim sate beracun di Kabupaten Bantul yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10)...

Bersama Panglima TNI, Kapolri Tinjau Pos Penyekatan Merak-Bakauheni

Berdaulat.id, JAKARTA— Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua DPR RI...

100 Hari Kerja Kapolri Dinilai Memiliki Semangat Kepolisian yang Demokratis

Berdaulat.id, JAKARTA - Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat sebagai Kapolri selama 100 hari kerja pada 8...