29.1 C
Luwuk
Selasa, Mei 11, 2021

Partai Gelora: Mengokohkan Identitas Sebagai Partai Nasionalis, Religius, dan Millenial

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Liga Jerman Tak Hukum Pemain yang Langgar Aturan

Berdaulat.id - Operator Liga Jerman (DFL) mengatakan pihaknya tidak akan menghukum pemain-pemain yang melanggar panduan menjaga jarak saat merayakan gol.

Tesisnya Ditolak, Mahasiswi Universitas Ternama Beijing Bunuh Diri

Berdaulat.id - Seorang mahasiswi perguruan tinggi ternama di Beijing bunuh diri setelah diduga tesis, yang menjadi prasyarat kelulusannya, ditolak.

AHY Sebut Sumbar Jadi Barometer Politik Nasional

Berdaulat.id - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan Sumatera Barat (Sumbar) masih menjadi barometer politik nasional, sehingga membuat...

Kemendikbud Diminta Kaji Kesiapan dan Jaminan Keamanan Siswa

Berdaulat.id - Anggota DPR RI Komisi X Ali Zamroni menilai panduan pembelajaran selama covid-19 perlu ditinjau kembali. Menurut panduan kemendikbud hanya daerah...

Berdaulat.id, Lahir di tengah krisis, partai baru tentu punya PR yang amat besar.

Dengan ruang gerak yang terbatas di era pandemi, namun tetap harus bekerja keras untuk memastikan kebermanfaatan kepada rakyat. Tentu itu sebuah tantangan yang tidak ringan.

Tidak ada partai baru yang lahir pasca pemilu 2019 lalu yang berhasil mengantongi SK sah negara. Kecuali Partai Gelora. Ini juga sebuah pride sekaligus tantangan tersendiri.

Sejatinya, partai Gelora adalah hanya sebuah entitas politik yang sedang berusaha memperbaiki narasi politik Indonesia. Dengan segala kelebihan dan kelemahannya.

Partai ini sejak berdiri, sudah melakukan banyak hal yang hampir mustahil dalam pandangan orang lain. Karena terhitung gesit bermanuver.

Diisi oleh mayoritas generasi baru, generasi muda, dan diisi oleh kalangan millenial. Gelora menjadi istimewa dengan usia yang masih sangat belia.

Namun PR sejatinya justru bukan saja menjadi partai politik, tapi harus benar benar menjadi entitas yang mampu masuk ke tengah tengah pasar persaingan yang bermuara pada kebermanfaatan.

Partai Gelora termasuk partai yang mendapatkan respon positif dari rakyat secara luas meskipun tren kepedulian terhadap politik saat ini terhitung rendah.

Satu satunya partai baru yang berkembang dengan pesat, bukan hanya kelengkapan struktur organisasi. Tapi Gelora terus mengokohkan diri sebagai partai nasionalis millenial. Partai terbuka dan segar. Baik kader maupun gagasan nya.

Tantangan terbesar Gelora hanya soal konsistensi. yaitu konsisten sebagai partai Tengah, konsisten sebagai partai terbuka, konsisten dengan narasi barunya, dan konsisten terhadap cara cara kerjanya yang berbeda.

Dengan 60-70% wajah baru. Partai Gelora harus terus mengkapitalisasi ide dan gagasannya kepada semua stakeholder baru tadi. Agar residu residu mindset masa lalu yang tidak relevan Benar benar bisa dibersihkan total.

Membranding diri sebagai partai Tengah, terbuka dan Nasionalis bukan hanya soal identitas politik partai Gelora. Tapi lebih jauh harus menjadi tren kerja dalam setiap aksi nyata di lapangan.

Ketua umum Gelora, Wakil ketua umum, Sekretaris jenderal, bendahara dan para pengurus DPP Gelora meskipun sudah tidak terlalu muda secara usia.

Tapi mereka adalah orang orang yang berjiwa muda dan berjiwa millenial. Jiwa jiwa merdeka, jiwa petarung, ramah, humoris, tidak kaku, beda, dan sangat futuristik dalam melihat Indonesia.

Semangat ini harus di tiru oleh semua stakeholder Gelora sampai ke tingkat RT RW. Berpolitik jangan kaku, jangan jaim, jangan lupa humor, jangan lupa bahagia, dan jangan lupa tetap kritis dan konstruktif.

Rakyat akan melihat partai ini dari sosok sosok dan tokoh tokohnya. Sehingga semua tokoh dan sosok di partai Gelora harus terus konsisten dengan style dan gaya seperti itu. Agar kita menjadi orisinil.

Tahap pengokohan partai sebagai institusi yang kuat yang modern selama ini terus berjalan. Selanjutnya adalah pengokohan diri sebagai entitas politik yang semakin menegakkan posisi di pentas politik tanah air dengan tawaran ide besar arah baru.

Tahap selanjutnya adalah tahap menyusun mindset bertarung secara fair dan profesional dalam menyongsong banyak even even politik dimasa yang akan datang.

Yang pada akhirnya akan mengokohkan diri sebagai partai nasionalis, religius, berkarakter millenial, kuat dan Punya pondasi kerja kerja cerdas, modern dan teratur. Itulah harapan dan step step kita kedepan.

Partai Gelora adalah partai yang bisa dikatakan berbeda dengan hampir semua partai yang sudah ada. Ini bukan berarti partai Gelora adalah yang terbaik. Tapi memang konsep partai ini sangat berbeda pada faktanya.

Walaupun belum semua pengurus Gelora juga memahaminya. Ini Hanya soal waktu, semua konsep besar ini akan kita terjemahkan kepada semua stakeholder Gelora, baik pengurus, kader sampai simpatisan paling bawah sekalipun nantinya.

Apa yang ada di gelora sebagai konsep politik mungkin ada juga di hampir semua partai politik lain. Tapi yang membedakan gelora dengan yang lain adalah ide besar dan posisi tawar narasi kebangsaan yang kuat. Soal ini mungkin butuh waktu yang tidak singkat untuk membuktikan nya. Namun kita tetap akan sampai kesana.

Sebagai partai baru yang punya tawaran berbeda, maka PR besar selanjutnya adalah SDM SDM yang unggul dan punya daya durabilitas yang kuat.

SDM SDM Partai Gelora saat ini saya pribadi mengakui masih memiliki banyak kekurangan dan jauh dari cukup untuk melompat. Tapi ini hanya soal waktu, pada waktunya nanti SDM SDM ini harus terus di upayanya memenuhi standar minimal yang dibutuhkan oleh partai baru yang sedang menuju pasar persaingan tengah untuk pengokohan semua identitas diatas.

Semua stakeholder Gelora perlu terus belajar dan terus memaksimalkan potensi diri untuk meningkatkan kapasitas masing masing. Siapapun kita dan di posisi apapun kita.

Karena sejatinya dalam politik, tidak ada yang namanya selesai. Semakin besar sebuah partai maka dia akan semakin punya banyak PR dan tantangan. Pertanyaan nya apakah semua beban itu mampu kita pikul tanpa keseriusan meningkatkan kapasitas kita sebagai individu? Tentu tidak.

Menarik apa yang pernah disampaikan oleh mantan PM Malaysia Dr Mahathir Mohammad, bahwa PR politik itu sejatinya gak akan pernah habis, dan cara terbaik dalam menghandle semua PR PR itu adalah sambil belajar. Belajar menyelesaikan, dan menyelesaikan sambil terus belajar.

Semangat ini yang harus dipahami oleh semua kita. Bahwa posisi dan jabatan sekali lagi bukan indentitas kita. Karena posisi dan jabatan yang terlalu diagungkan akan menjadi investasi pada penanaman saham oligarki baru di dalam tubuh partai.

Kita harus terus mengokohkan identitas kita sebagai partai terbuka, modern, Profesional dan millenial. Sehingga semua proses menuju kesana memerlukan kesiapan mental membuang ego pribadi dan ego ego lain yang tidak perlu. Kita harus paham bahwa karakter rakyat Indonesia tidak suka kepada politik sebagai jargon semata tanpa bukti manfaat yang ril.

Ide ide besar partai Gelora membutuhkan para penerjemah baik secara lisan maupun tindakan secara nyata di lapangan. Baik secara jumlah maupun kualitas intepretator nya.

Tidak akan ada arah baru jika kita masih mengikuti pola pola lama, pola pola partai lain yang selama ini sudah dipertontonkan dan sudah terbukti gagal meraih dukungan rakyat.

Maka dari itu, kewajiban semua stakeholder partai Gelora untuk terus mengumpulkan semua yang baik baik yang ada di semua partai tanpa kecuali, serta membuang apa apa yang buruk yang ada di semua partai lain juga tanpa terkecuali.

Inilah yang dari dulu saya sebut sebagai konsistensi narasi. Karena tanpa konsisten dalam menegakkan narasi besar politik kita. Kita akan gagal mengokohkan diri sebagai partai modern, terbuka, dan profesional.

Kerja kerja kita akan sangat besar. Kita membutuhkan banyak kader, tokoh, elit, orang kaya, orang cerdas, kelas menengah dan dukungan semua level masyarakat. Ini yang kita maksud kensistensi kolaborasi.

Kita harus memiliki banyak pengikut dari kalangan menengah dan elit. Karena dalam teori sosiologi, mereka adalah golongan yang akan bisa merubah arah mata angin.

Kita juga membutuhkan kalangan bawah dan semua stakeholder rakyat. Karena dengan keterlibatan mereka, kita akan mampu menciptakan gelombang baru perubahan Indonesia.

Terakhir, saya ingin mengucapkan selamat atas 100ribu anggota partai baru di usia nya yang belum satu tahun ini. Terima kasih atas dukungannya dan selamat bergabung.

Terus Gelorakan semangat Indonesia!

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Idul fitri 1442 H, pelayanan penerbitan SIM libur

Berdaulat.id, Palu, Selama hari raya Idul fitri 1442 H, pelayanan penerbitan Surat Ijin Mengemudi (SIM) di jajaran...

Bukber Yatim-Dhuafa, Jufi dan Teladanku Hadirkan “Badut Syariah”

Berdaulat.id, BEKASI—Anak-anak yatim-dhuafa di ruangan itu terlihat antusias menyimak materi agama yang disampaikan seorang ustaz yang berpenampilan...

Persembahan WIZ untuk Naba Faiz (buka takjil salah sasaran)

Berdaulat.id, Bantul— Terungkapnya perempuan misterius pengirim sate beracun di Kabupaten Bantul yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10)...

Bersama Panglima TNI, Kapolri Tinjau Pos Penyekatan Merak-Bakauheni

Berdaulat.id, JAKARTA— Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua DPR RI...

100 Hari Kerja Kapolri Dinilai Memiliki Semangat Kepolisian yang Demokratis

Berdaulat.id, JAKARTA - Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat sebagai Kapolri selama 100 hari kerja pada 8...