29.1 C
Luwuk
Selasa, Mei 18, 2021

Partai Gelora: Teruslah berkolaborasi, hanya soal waktu

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Berbagi Sedekah & Nasihat Ala KQS Ar-rahman

Berdaulat.id, MALANG - Rumah Tahfiz Kauny Quranic School (KQS) Ar-rahman di Malang, Jawa Timur punya cara sendiri...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...

Meski Pandemi, Pengurus Masjid Istiqlal Tetap Distribusi Daging Kurban

Berdaulat.id - Pengurus Masjid Istiqlal Jakarta Pusat memastikan pendistribusian daging hewan kurban akan dilakukan oleh petugas dan diantarkan langsung ke rumah-rumah penerima...

Presiden Jokowi Lantik Siruaya Utamawan Ketua Harian MOI, Jadi Dewan Pengawas BPJS Kesehatan

Berdaulat.id, Jakarta — Presiden Jokowi secara resmi melantik Siruaya Utamawan sebagai Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan masa...

Berdaulat.id, Keyakinan kita dengan narasi baru dalam berpolitik, harus menghujam kuat dalam sikap, tindakan dan Aksi aksi nyata kita.

Apa yang kita tawarkan sejatinya bukan teori, tapi hanya soal waktu. teori dan langkah langkah ril kita akan terwujud dengan kekuatan yang ril pula.

Semua stakeholder Partai harus bergerak dengan keyakinan yang kuat. Bahwa apa yang menjadi impian kita bersama bangsa ini akan terwujud dengan kerja keras kita semua.

Teruslah berkolaborasi, ini hanya soal waktu. Ketika semakin banyak nanti yang paham soal narasi ini, mereka akan bergabung dengan sendirinya.

Kita sejatinya tidak sedang bersaing dengan siapapun, diawal awal ini kita sedang bersaing dengan diri kita sendiri. Menguatkan tekad dan menguatkan pemahaman yang kokoh soal arah baru.

Konsistensi kita pada Narasi ini akan menentukan arah gelombang itu. Teruslah berkolaborasi, jangan pernah merasa paling baik. Karena kita tidak sedang berkompetisi dengan makna sempit.

Jangan pernah cepat tinggi hati. Karena pada dasarnya membangun sebuah partai yang modern nafasnya adalah kerjasama dan terbuka apapun perbedaan yang ada.

Mempertahankan mindset lama dan enggan mau berubah secara substansial, itu sama dengan membangun rumah laba laba. Lemah dan rapuh.

Begitu banyak partai yang lahir lalu mati, atau minimal stagnan tanpa pertumbuhan. Semua itu karena tidak memiliki roadmap besar yang jelas dan konsisten dalam melangkah.

Begitu banyak partai lahir dan mati, naik dan turun panggung. Tapi pada akhirnya rakyat akan menilai sisi kebermanfaatan kita terhadap orang lain. Maka pelajarilah sebaik mungkin karakter politik bangsa kita.

Partai Gelora tidak ingin membangun sarang laba laba yang rapuh dan lemah, kita sedang menyusun batu bata peradaban. Sebagai sumbangsih besar kita kepada negara tercinta ini.

Maka karakter para pembangun peradaban harus kita koleksi dan kita rawat. Karakter jiwa besar, karakter nasionalisme yang tinggi, karakter jujur bahwa kita tidak mampu bekerja sendirian.

Kita tidak sedang berada di jalur cepat, kita sedang berada di jalur penuh hambatan. Maka yang dibutuhkan adalah kesabaran, kesadaran dan tekad yang kuat untuk memastikan bahwa kita bisa berjalan jauh.

Partai sejatinya bukan pakaian untuk berbangga bangga. Bukan pakaian untuk pamer, bukan juga pakaian untuk Sombong.

Partai adalah rumah gagasan, rumah ide, rumah besar rakyat. Kita selalu harus bersama rakyat dalam bekerja dan mencerdaskan mereka. Bukan memanfaatkan mereka sebagai korban oligarki dan sasaran ambisi semata.

Semua stakeholder partai Gelora harus sadar dengan karakter dunia politik kita dengan semua kelebihan dan kelemahannya. Kita mesti cerdas menangkap kemauan rakyat yang menginginkan negara ini lebih baik.

Semua stakeholder Partai Gelora perlu memahami dengan baik, bahwa gelombang perubahan tidak akan terbentuk manakala kita sendiri tidak memiliki karakter pencipta gelombang.

Kalau kamu ingin cepat sampai, bisa saja kamu pilih jalan pintas. Tapi percayalah, jalan pintas tidak ada dalam dunia politik, kecuali jalan itu hanya akan ditempuh oleh aktor aktor ambisius yang hanya akan naik panggung untuk sementara.

Satu dua kali pemilu bisa jadi kamu belum menjadi favorit orang lain, belum mau dilirik oleh banyak orang. Begitu lah salah satu karakter politik negara kita dimana rakyat masih pragmatis efek kurang nya pendidikan politik.

Tapi soal menang pemilu hanya soal waktu. kalau pondasi kita sudah kuat, batu bata kita kokoh, tulang tulang nya kuat, maka bangunan setinggi apapun bisa kita bangun dengan mudah.

Bisa jadi orang lain tidak akan dengan cepat menerima dan bergabung dengan kita, sama seperti apa yang dialami semua partai lain. Tapi jika kita yakin dengan langkah kita lalu kita melengkapi semua syarat yang dibutuhkan untuk membuat gelombang, soal berjaya dalam pemilu hanya soal waktu.

Yang harus kita pahami lebih jauh adalah, bahwa tujuan kita bukan hanya pemilu, pemilu hanya salah satu tujuan besar kita sebagai kerapian kita dalam berdemokrasi. Tapi cita cita kita tidak bisa hanya sebatas menang pemilu. Karena sejatinya itu kadang hanya jebakan bagi kita dalam meraih goal tertinggi kita lainnya.

Begitu banyak partai politik lain di Indonesia bahkan saya mempelajari banyak contoh Partai politik di dunia. Semua itu akan menjadi pelajaran bagi kita dalam melangkah kedepan, selama kita selalu punya jiwa pembelajar dan tidak cepat puas.

Orang orang yang tidak punya view yang luas dalam melihat masa depan Indonesia, akan mudah bagi dia terjebak pada kondisi, terjebak pada situasi, lalu lama lama luntur lah cita cita besarnya karena kurangnya sabar dan tidak sabarnya dalam berproses.

Kenapa kita butuh jalan panjang dan konsisten? Karena didepan mata kita adalah sebuah negara besar yang memiliki segalanya untuk maju. Negara besar ini tidak akan mampu dibangun oleh generasi yang suka kerja instan,suka serba instan dan suka bermalas-malasan tapi ingin hasil besar.

Semua stakeholder Partai Gelora harus bersiap dengan jalan Panjang itu. Fokus dengan tujuan utama kita dan tidak tergoda menanggapi hal hal remeh temeh yang selalu menggoda kita untuk dikomentari dan kita disibukkan disitu.

Para pencipta gelombang dalam setiap sejarah Manusia di sudut manapun di dunia ini, adalah mereka mereka yang unggul dalam cara berpikirnya, cara bertindaknya, cara bicaranya, gaya hidupnya dst.dst.

Mereka bukanlah generasi generasi biasa yang hanya melewati setiap fase perkembangan bangsanya dengan menjadi komentator semata, menjadi penonton semata,dan yang lebih buruk adalah ikut membantu orang lain dalam “merusak” bangsanya sendiri.

Coba anda lihat generasi terbaik era Muhammad Saw? Era terbaik bangsa Eropa? Era terbaik generasi India? Generasi terbaik bangsa Amerika dst dst.

Coba anda pelajari generasi terbaik Umayyah, Ababsiyah, Utsmaniyah, Mamalik, dst dst. Sejarah hanya mencatat generasi terbaik mereka, tinta sejarah selalu tidak tertarik menulis hal hal biasa dan Uninspirasional.

Pertanyaan kita adalah, apakah kita adalah generasi terbaik Indonesia itu?

Tengku Zulkifli Usman
Pengurus Harian Dewan Pimpinan Nasional Partai Gelora Indonesia.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Idul fitri 1442 H, pelayanan penerbitan SIM libur

Berdaulat.id, Palu, Selama hari raya Idul fitri 1442 H, pelayanan penerbitan Surat Ijin Mengemudi (SIM) di jajaran...

Bukber Yatim-Dhuafa, Jufi dan Teladanku Hadirkan “Badut Syariah”

Berdaulat.id, BEKASI—Anak-anak yatim-dhuafa di ruangan itu terlihat antusias menyimak materi agama yang disampaikan seorang ustaz yang berpenampilan...

Persembahan WIZ untuk Naba Faiz (buka takjil salah sasaran)

Berdaulat.id, Bantul— Terungkapnya perempuan misterius pengirim sate beracun di Kabupaten Bantul yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10)...

Bersama Panglima TNI, Kapolri Tinjau Pos Penyekatan Merak-Bakauheni

Berdaulat.id, JAKARTA— Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua DPR RI...

100 Hari Kerja Kapolri Dinilai Memiliki Semangat Kepolisian yang Demokratis

Berdaulat.id, JAKARTA - Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat sebagai Kapolri selama 100 hari kerja pada 8...