29.1 C
Luwuk
Senin, November 30, 2020

Pemerintah diminta Lindungi Petani Tembakau

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Hindari Penyalahgunaan Jabatan Petahana, Politisi PKS Desak Bawaslu Perkuat Pengawasan

Berdaulat.id – Politisi Partai Keadilan Sejahtera yang juga anggota komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera mendesak Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)...

Pengamat: Partai Baru Amien Rais Ingin Pungut Dukungan Santri

Berdaulat.id - Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang mengatakan, rencana Amien Rais mendirikan partai baru dengan mengusung asas Islam, karena...

OPPO A92 Banyak Varian Warna

Berdaulat.id - OPPO Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna baru untuk seri A92, yaitu Aurora Purple. Warna ini melengkapi pilihan warna pada...

Ketua KPK Khawatir Potensi Korupsi Meningkat Saat Pilkada

Berdaulat.id - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri khawatir potensi korupsi dapat meningkat saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 yang...

Berdaulat.id – Pemerintah diminta untuk melindungi petani tembakau dan cengkih melalui kebijakan yang berpihak pada segmen padat karya, sigaret kretek tangan (SKT),  dengan tidak menaikkan tarif cukai dan harga jual eceran segmen SKT yang banyak menyerap kedua komoditas tersebut.

“Sekali lagi, rekomendasi pertama adalah untuk fokus pada perlindungan segmen SKT karena hal ini membantu keseluruhan ekosistem industri hasil tembakau, dari manufaktur hingga petani, termasuk petani tembakau dan cengkih,” kata Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Mindaugas Trumpaitis dalam pernyataan di Jakarta, Senin.

Kenaikan tarif pada SKT dinilai dapat menurunkan jumlah permintaan sehingga berimbas pada serapan tembakau dan cengkih.

Di dalam satu batang rokok SKT, terdapat dua gram tembakau, lebih banyak ketimbang rokok buatan mesin. Sedangkan satu batang rokok buatan mesin berkisar antara 0,7 gram – 1 gram tembakau.

Kebijakan untuk tidak menaikkan tarif cukai pada tahun depan, lanjut Mindaugas, juga penting bagi kelangsungan hidup para petani tembakau dan cengkih, yang turut terimbas akibat pandemi COVID-19, serta kenaikan tarif cukai yang signifikan pada 2020.

Hingga paruh pertama 2020, volume industri hasil tembakau mengalami penurunan hingga 15 persen. Diperkirakan, industri masih terus terimbas pandemi COVID-19 pada 2021.

Mindaugas menuturkan Sampoerna bersama pemasok tembakaunya, mendorong produksi yang berkelanjutan melalui program kemitraan yang dinamakan Sistem Produksi Terpadu yang telah berjalan sejak 2009.

Program kemitraan tersebut menjangkau lebih 27.000 petani. Melalui program itu, petani mitra juga mendapatkan dukungan teknis, termasuk bantuan pertanian berupa mesin penyiang, serta jaminan serapan panen sesuai kualitas dan kuantitas yang disepakati.

Mindaugas menambahkan semasa pandemi COVID-19, para petani binaan juga menerima bantuan paket Alat Pelindung Diri (APD) dan kebersihan sehingga mereka dapat tetap produktif dan terhindar dari penularan virus tersebut selama beraktivitas.

Sebelumnya Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Kementerian Pertanian, Hendratmojo Bagus Hudoro, mengatakan bahwa kemitraan bisa menjadi solusi. Dengan sistem kemitraan, pabrikan atau industri mendapatkan pasokan yang kontinu.

“Kemitraan adalah solusi untuk pengembangan tembakau secara berkelanjutan. Pasokan industri terjamin, masa depan petani tembakau juga terjamin,” ujar pria yang akrab disapa Bagus itu.

Bagus mengharapkan petani yang mulai melakukan pembibitan atau pemasaran dipersilakan bergabung dengan kemitraan. Bila petani kesulitan benih atau membutuhkan akses pupuk, bisa difasilitasi lewat kemitraan. Bahkan kesulitan permodalan pun bisa diatasi lewat kemitraan.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Berdaulat.co.id - Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerja sama dengan Humas Pemberitaan MPR RI menggelar diskusi Empar Pilar Kebangsaan MPR RI dengan tema "Kebangkitan...

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...

Menkop Tekankan UMKM Go Digital

Berdaulat.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan dan menerapkan tiga hal dalam upaya mendorong UMKM go digital meliputi kapasitas usaha, kualitas produk,...

Soal Edhy Prabowo, Gerindra Hormati Proses Hukum

Berdaulat.id - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan Gerindra menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...