29.1 C
Luwuk
Rabu, Maret 3, 2021

Pemerintah diminta Lindungi Petani Tembakau

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Hindari COVID-19, Jubir Pemerintah Ingatkan Masyarakat Pakai Masker dengan Benar

Berdaulat.id - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengingatkan masyarakat untuk memakai masker dengan benar menutupi hidung dan mulut untuk...

KPU Sulteng Sebut Informasi Pilkada Dibutuhkan Publik

Berdaulat.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan informasi mengenai pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020, pemilihan gubernur dan...

Thavita Luncurkan Lagu Untukmu

Berdaulat.id - Penyanyi berbasis di Jakarta, Thavita meluncurkan single "Lagu Untumu" dengan iringan alunan piano yang manis. Single tersebut merupakan single ketiga,...

Di Tengah Situasi Memanas, Kapal Induk AS Kembali ke Laut China Selatan

Berdaulat.id - Dua kapal induk Amerika Serikat (AS) kembali dikirim ke Laut China Selatan, untuk kali kedua dalam dua pekan, di tengah...

Berdaulat.id – Pemerintah diminta untuk melindungi petani tembakau dan cengkih melalui kebijakan yang berpihak pada segmen padat karya, sigaret kretek tangan (SKT),  dengan tidak menaikkan tarif cukai dan harga jual eceran segmen SKT yang banyak menyerap kedua komoditas tersebut.

“Sekali lagi, rekomendasi pertama adalah untuk fokus pada perlindungan segmen SKT karena hal ini membantu keseluruhan ekosistem industri hasil tembakau, dari manufaktur hingga petani, termasuk petani tembakau dan cengkih,” kata Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Mindaugas Trumpaitis dalam pernyataan di Jakarta, Senin.

Kenaikan tarif pada SKT dinilai dapat menurunkan jumlah permintaan sehingga berimbas pada serapan tembakau dan cengkih.

Di dalam satu batang rokok SKT, terdapat dua gram tembakau, lebih banyak ketimbang rokok buatan mesin. Sedangkan satu batang rokok buatan mesin berkisar antara 0,7 gram – 1 gram tembakau.

Kebijakan untuk tidak menaikkan tarif cukai pada tahun depan, lanjut Mindaugas, juga penting bagi kelangsungan hidup para petani tembakau dan cengkih, yang turut terimbas akibat pandemi COVID-19, serta kenaikan tarif cukai yang signifikan pada 2020.

Hingga paruh pertama 2020, volume industri hasil tembakau mengalami penurunan hingga 15 persen. Diperkirakan, industri masih terus terimbas pandemi COVID-19 pada 2021.

Mindaugas menuturkan Sampoerna bersama pemasok tembakaunya, mendorong produksi yang berkelanjutan melalui program kemitraan yang dinamakan Sistem Produksi Terpadu yang telah berjalan sejak 2009.

Program kemitraan tersebut menjangkau lebih 27.000 petani. Melalui program itu, petani mitra juga mendapatkan dukungan teknis, termasuk bantuan pertanian berupa mesin penyiang, serta jaminan serapan panen sesuai kualitas dan kuantitas yang disepakati.

Mindaugas menambahkan semasa pandemi COVID-19, para petani binaan juga menerima bantuan paket Alat Pelindung Diri (APD) dan kebersihan sehingga mereka dapat tetap produktif dan terhindar dari penularan virus tersebut selama beraktivitas.

Sebelumnya Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Kementerian Pertanian, Hendratmojo Bagus Hudoro, mengatakan bahwa kemitraan bisa menjadi solusi. Dengan sistem kemitraan, pabrikan atau industri mendapatkan pasokan yang kontinu.

“Kemitraan adalah solusi untuk pengembangan tembakau secara berkelanjutan. Pasokan industri terjamin, masa depan petani tembakau juga terjamin,” ujar pria yang akrab disapa Bagus itu.

Bagus mengharapkan petani yang mulai melakukan pembibitan atau pemasaran dipersilakan bergabung dengan kemitraan. Bila petani kesulitan benih atau membutuhkan akses pupuk, bisa difasilitasi lewat kemitraan. Bahkan kesulitan permodalan pun bisa diatasi lewat kemitraan.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Indroyanto Seno Adji: Kerumunan Di Maumere Tidak Ada Peristiwa Pidana

Jakarta-- Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI) Indriyanto Seno Adji menyebut kerumunan warga di Maumere yang...

Pemuda Papua di Jawa Tengah Dukung Penuh Otsus demi Kemajuan Papua

SEMARANG – Mahasiswa dan pelajar papua yang berada di Kota Semarang, sangat mendukung adanya otonomi khusus di...

ARM HA-IPB dan Warga Palada, Mamuju Bangun Pipa Air Bersih da Mck Komunal

Berdaulat.id, MAMUJU, SULBAR (27 Februari 2021) -- Senyum kembali tersungging di wajah warga Dusun Palada, Desa Takandeang,...

Kapolda Sulteng dan Danrem 132 Tadulako Launching Kampung tangguh nusantara di Palu dan Donggala

Berdaulat.id, Palu - Dua petinggi TNI Polri di Sulawesi Tengah hari ini melakukan launching kampung tangguh nusantara...

Waketum MUI Kecewa Pemerintah Izinkan Industri Miras

Berdaulat.id, Pemerintah menetapkan industri minuman keras sebagai daftar positif investasi (DPI) terhitung sejak 2021. Sebelumnya, industri tersebut...