29.1 C
Luwuk
Sabtu, Februari 27, 2021

Pemerintah Fokus 400 Desa di daerah 3T Terhubung Internet

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Menaker Ida Fauziyah Sambut ABK Yang Tertipu Rayuan Calo

Berdaulat.id - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyambut sembilan Anak Buah Kapal (ABK) yang tertipu rayuan calo asal Indonesia yang dipulangkan melalui Republik...

Mensos Bahas Anggaran 2021 Di Komisi VIII DPR

Berdaulat.id - Menteri Sosial Juliari P Batubara (kanan) berbincang dengan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Moekhlas Sidik (tengah) dan Wakil Ketua Komisi...

Video Anggota DPR Marah-marah dan Ancam Riau Merdeka Viral di Medsos

Berdaulat.id - Sebuah video berdurasi 09:55 menit, berisi seorang Anggota Fraksi PKB DPR Abdul Wahid, asal daerah pemilihan Riau, viral di media...

Bambang Soesatyo Gelar Balap Motor Racing Championship di Sentul

Berdaulat.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menggelar lomba balap motor ASR Racing Championship memperebutkan Piala Bambang Soesatyo. Dirinya menilai, penyelenggaraan lomba balap motor...

Berdaulat.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan fokus menata 400 desa di daerah tertinggal, terluar dan terdepan (3T) untuk terhubung jaringan internet pada 2021 untuk mendukung transformasi digital.

“Sekarang kita juga harus mengejar agar tidak boleh ada satu desa yang tidak terkoneksi internet,” kata Sri Mulyani dalam webinar peta jalan pemerintah menuju transformasi digital bidang ekonomi di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, infrastruktur digital saat ini menjadi salah satu infrastruktur dasar terutama ketika menghadapi pandemi COVID-19.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan dalam APBN 2021 salah satu prioritas adalah mendukung transformasi digital dengan pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) dengan alokasi anggaran mencapai Rp29,6 triliun.

Menkeu menjelaskan alokasi anggaran itu mewujudkan pemerintahan dan pelayanan publik yang efisien dan cepat.

Anggaran itu juga termasuk transfer ke daerah agar daerah hingga tingkat desa mampu membayar internet sehingga mereka bisa memanfaatkan koneksi untuk kebutuhan Puskesmas, sekolah, madrasah dan pesantren.

Prioritas dalam ICT itu, kata dia, juga untuk mempercepat akses infrastruktur digital di lebih dari 12.500 desa di Indonesia.

Pemerintah, imbuhnya, juga menyiapkan peta jalan transformasi digital di sektor strategis seperti pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri dan penyiaran.

Integrasi pusat data nasional, lanjut dia, juga dilakukan dengan Bappenas akan menjadi pusat data nasional.

Pemerintah juga menyiapkan SDM agar mampu memahami transformasi digital sehingga penyediaan infrastruktur digital itu tidak sia-sia.

“Kita membutuhkan talenta digital kurang lebih sembilan juta orang untuk 15 tahun ke depan. Artinya perlu menyiapkan sektor pendidikan dan vokasi 600 ribu per tahun mulai dari sekarang,” katanya.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Syakir Daulay Didaulat Jadi Duta Wakaf

JAKARTA—Direktur Baitul Wakaf Rama Wijaya mengungkapkan wakaf bisa dilakukan berbagai kalangan. Tua dan muda, laki-laki dan perempuan,...

KA SPN Polda Sulteng Gelar Supervisi PJJ di Mapolres Banggai

Kepala Sekolah Polisi Negara (KA SPN)Polda Sulteng Kombea Pol Hery Nooryanto SIK, menggelar supervisi Pembelajaran Jarak Jauh...

Laznas PPPA Daarul Qur’an Jadi Pelopor Sustainability Report Pada Gerakan Filantropi Islam

Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) PPPA Daarul Qur'an menjadi pelopor sustainability report atau laporan keberlanjutan di dunia...

Tolak Zuhairi Misrawi

by M Rizal Fadillah Pengajuan Zuhairi Misrawi sebagai Duta Besar Saudi Arabia terus menuai...

Pemantapan Komunikasi Publik, Konferensi Pers Polda Sulteng Hadirkan Interpreter

Berdaulat.id, Palu Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Konferensi Pers yang diselenggarakan Polda Sulawesi Tengah pagi ini, Kamis...