29.1 C
Luwuk
Senin, April 19, 2021

Penempatan Dana Pemerintah di Perbankan Diminta Evaluasi

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Pemuda di Tolitoli Ditangkap Sat Narkoba saat Beli Tambakau Gorila Via Instagram dan Dikirim lewat Jasa Pengiriman

Berdaulat.id, Tolitoli - Narkoba jenis ganja sintetis atau tembakau gorila yang dikemas dalam sebuah paket kiriman, dan...

Gedung MPR, DPR Dan DPD RI Disemprot Disinfektan

Berdaulat.id - Untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19, sebanyak 25 unit armada Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Dinas Gulkarmat) DKI Jakarta dikerahkan...

Komisi IX DPR RDP Dengan Ketua DJSN, Dewas BPJS, Dirut BPJS Dan Sekjen Depkes

Berdaulat.id- Komisi IX DPR RI Rapat Dengar Pendapat dengan Ketua DJSN, Dewas BPJS Kesehatan, Dirut BPJS Kesehatan, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI,...

Agenda Besar Madrasah: Menjadi Lembaga Pendidikan Terbaik

Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.id), Foto : Net. Pada hari Senin (13 Juli 2020), sebuah radio di Bandung mewawancarai saya....

Berdaulat.id – Anggota Komisi XI DPR Gus Irawan Pasaribu meminta adanya evaluasi dari kebijakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp30 triliun kepada perbankan yang bertujuan untuk mengatasi dampak COVID-19 kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Gus Irawan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XI di Jakarta, Kamis, menilai kebijakan itu justru menyebabkan perbankan mengalami kelebihan likuiditas karena dana tersebut masih sulit terserap oleh pelaku usaha.

Menurut dia, kondisi itu terlihat dari turunnya rasio kredit terhadap simpanan (LDR) di BRI maupun Bank Mandiri yang disebabkan oleh kenaikan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan lambatnya pertumbuhan kredit.

“Likuiditas kita banjir. Belum lagi penempatan dana ini dibiayai dari utang. Utang kita kalau itu dibiayai dari SUN sudah lebih tinggi bunganya dari yang diterima pemerintah,” ujar politisi Gerindra ini.

Ia mengatakan bantuan pemerintah ini akan lebih baik apabila dimanfaatkan untuk stimulus lainnya, baik dalam bentuk subsidi bunga kepada pelaku usaha atau program penjaminan yang lebih luas.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama BRI Sunarso sempat menyampaikan bahwa penempatan dana pemerintah lebih ideal apabila disalurkan langsung kepada masyarakat agar bisa mendongkrak daya beli.

Menurut dia, sektor perbankan saat ini tidak membutuhkan likuiditas tambahan dari pemerintah mengingat permintaan kredit dari pelaku usaha masih rendah dalam situasi seperti sekarang.

Sunarso juga memastikan likuiditas perseroan saat ini dalam kondisi memadai dengan LDR mencapai 84 persen atau masih dalam rata-rata batas toleransi yang aman.

“Sebenarnya dari sisi likuiditas, mungkin lebih tepat bukan diarahkan ke bank tetapi cashflow masyarakat untuk mendorong daya beli. Ini pikiran kami, ternyata kami tidak butuh likuiditas,” katanya.[far]

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Partai Gelora: Teruslah berkolaborasi, hanya soal waktu

Berdaulat.id, Keyakinan kita dengan narasi baru dalam berpolitik, harus menghujam kuat dalam sikap, tindakan dan Aksi aksi...

Partai Gelora Sambut Baik Keputusan AS Tarik Mundur Pasukannya dari Afghanistan setelah 20 Tahun

Berdaulat.id, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyambut baik keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menarik 9.600...

Partai Gelora: Mengokohkan Identitas Sebagai Partai Nasionalis, Religius, dan Millenial

Berdaulat.id, Lahir di tengah krisis, partai baru tentu punya PR yang amat besar. Dengan...

Audiensi dengan Ketua SKK Migas, Kapolri Tekankan Pendampingan Untuk Sehatkan Iklim Investasi

Berdaulat.id, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan audiensi dengan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan...

Didera Kasus Hukum, Habib Rizieq Shihab Malah Sukses Raih Gelar Doktor dari Universiti Sains Islam Malaysia

Berdaulat.id, JAKARTA – Imam Besar Front Persatuan Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab lulus dari ujian program doktoral...