29.1 C
Luwuk
Kamis, Desember 3, 2020

Penempatan Dana Pemerintah di Perbankan Diminta Evaluasi

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Soal Pemulihan Ekonomi, Ini Kata Menteri BUMN

Berdaulat.id - Menteri BUMN Erick Thohir memperkirakan ekonomi Indonesia bakal pulih 100 persen seperti pada masa sebelum pandemi COVID-19 terjadi pada kuartal...

Menaker Raker Dengan Komisi IX DPR

Berdaulat.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di...

Serahkan Bantuan PCR, Ketua DPR Puan Maharani Ingin Tes Corona Makin Cepat dan Akurat

Berdaulat.id - Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan tes massal dan cepat namun akurat sangat dibutuhkan untuk mencegah transmisi atau penularan...

Tuntaskan Kasus Jiwasraya, DPR Desak Kejagung Panggil Eks Bos Bapepam-LK

Berdaulat.id - Anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan menegaskan kepada pihak Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk memanggil semua pihak yang terlibat...

Berdaulat.id – Anggota Komisi XI DPR Gus Irawan Pasaribu meminta adanya evaluasi dari kebijakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp30 triliun kepada perbankan yang bertujuan untuk mengatasi dampak COVID-19 kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Gus Irawan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XI di Jakarta, Kamis, menilai kebijakan itu justru menyebabkan perbankan mengalami kelebihan likuiditas karena dana tersebut masih sulit terserap oleh pelaku usaha.

Menurut dia, kondisi itu terlihat dari turunnya rasio kredit terhadap simpanan (LDR) di BRI maupun Bank Mandiri yang disebabkan oleh kenaikan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan lambatnya pertumbuhan kredit.

“Likuiditas kita banjir. Belum lagi penempatan dana ini dibiayai dari utang. Utang kita kalau itu dibiayai dari SUN sudah lebih tinggi bunganya dari yang diterima pemerintah,” ujar politisi Gerindra ini.

Ia mengatakan bantuan pemerintah ini akan lebih baik apabila dimanfaatkan untuk stimulus lainnya, baik dalam bentuk subsidi bunga kepada pelaku usaha atau program penjaminan yang lebih luas.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama BRI Sunarso sempat menyampaikan bahwa penempatan dana pemerintah lebih ideal apabila disalurkan langsung kepada masyarakat agar bisa mendongkrak daya beli.

Menurut dia, sektor perbankan saat ini tidak membutuhkan likuiditas tambahan dari pemerintah mengingat permintaan kredit dari pelaku usaha masih rendah dalam situasi seperti sekarang.

Sunarso juga memastikan likuiditas perseroan saat ini dalam kondisi memadai dengan LDR mencapai 84 persen atau masih dalam rata-rata batas toleransi yang aman.

“Sebenarnya dari sisi likuiditas, mungkin lebih tepat bukan diarahkan ke bank tetapi cashflow masyarakat untuk mendorong daya beli. Ini pikiran kami, ternyata kami tidak butuh likuiditas,” katanya.[far]

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Empat Pilar MPR RI

Berdaulat.id - Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerja sama dengan Humas Pemberitaan MPR RI menggelar diskusi Empat Pilar MPR RI dengan tema "Mengoptimalkan SDM...

Diskusi “Teror Sigi Bagaimana Nasib Perpres TNI”

Berdaulat.id- Anggota Komisi III DPR Arsul Sani, Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon ( Virtual), Direktur Harmonisasi Peraturan Perundangan-Undangan I Kemenkumham Bunyamin,...

Berdaulat.co.id - Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerja sama dengan Humas Pemberitaan MPR RI menggelar diskusi Empar Pilar Kebangsaan MPR RI dengan tema "Kebangkitan...

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...