29.1 C
Luwuk
Rabu, Maret 3, 2021

Penusukan Syeikh Ali Jaber, PAN: Jangan Disimplifikasi Pelakunya Tidak Waras

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Di G20 Ini yang Disampaikan Mentan

Berdaulat.id - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tekankan peran penting sektor pertanian dan kontribusinya terhadap PDB Indonesia di tengah pandemi COVID-19,...

100 Dokter Wafat Dalam 180 Hari

Perlu Audit Investigasi oleh IDI, Menkes dan KKI Apa Kata Menko PMK, Menkes Dan PB IDI

Pemprov Sulsel Gelar Pembinaan Pemanfaatan Hutan

Berdaulat.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan melalui Dinas Kehutanan melakukan pembinaan petani dalam memaksimalkan pemanfaatan hutan di daerah itu.

Menhan Dan Panglima TNI Raker Dengan Komisi I DPR

Berdaulat.id- Komisi I DPR menggelar rapat kerja (raker) bersama dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di...

Berdaulat.id – Fraksi PAN DPR RI mengutuk keras tindakan penusukan terhadap Syekh Ali Jaber. Aparat kepolisian diminta untuk mengusut tuntas tindakan pengecut tersebut, jangan sampai terkecoh bahwa orang yang melakukan itu tidak waras.

Begitu disampaikan Plh. Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay dalam keterangan yang diterima wartawan, Senin (14/9/20).

“Jangan disimplikasi bahwa ini dilakukan orang yang tidak sehat (waras). Justru, banyak yang menduga bahwa tindakan kekerasan seperti ini sudah terencana. Buktinya, targetnya langsung pak Syekh Ali Jaber,” kata Saleh.

Di sisi lain, kata Saleh, penuntasan kasus ini diharapkan dapat meningkatkan ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Sebab, dengan kejadian itu masyarakat akan merasa was-was dan khawatir. Kejadian kekerasan ternyata tidak hanya menyasar masyarakat biasa, tetapi juga kepada ulama.

“Tindakan penusukan itu kan terjadi di tempat keramaian. Yang lebih menyedihkan, itu dilakukan pada saat penyampaian ceramah agama. Ini benar-benar keterlaluan,” ungkap Anggota Komisi IX DPR RI itu.

Karenanya, kata Saleh, Pemerintah diminta untuk benar-benar mencari dalangnya. Ini perlu dilakukan agar tidak ada multi tafsir di tengah masyarakat. Selain itu, kepastian hukum bisa ditegakkan.

“Jangan ada asumsi bahwa para penceramah agama tidak aman. Justru, para penceramah itu harus mendapatkan perlindungan lebih. Apalagi, mereka berceramah dalam rangka membina akhlak dan moral masyarakat,” tuturnya.

“Setahu saya, Syekh Ali Jaber ini tidak berafiliasi dengan partai politik. Ceramahnya pun selalu bicara soal perdamaian. Karena itu, agak aneh jika beliau menjadi target sasaran tindak kekerasan,” pungkasnya. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Indroyanto Seno Adji: Kerumunan Di Maumere Tidak Ada Peristiwa Pidana

Jakarta-- Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI) Indriyanto Seno Adji menyebut kerumunan warga di Maumere yang...

Pemuda Papua di Jawa Tengah Dukung Penuh Otsus demi Kemajuan Papua

SEMARANG – Mahasiswa dan pelajar papua yang berada di Kota Semarang, sangat mendukung adanya otonomi khusus di...

ARM HA-IPB dan Warga Palada, Mamuju Bangun Pipa Air Bersih da Mck Komunal

Berdaulat.id, MAMUJU, SULBAR (27 Februari 2021) -- Senyum kembali tersungging di wajah warga Dusun Palada, Desa Takandeang,...

Kapolda Sulteng dan Danrem 132 Tadulako Launching Kampung tangguh nusantara di Palu dan Donggala

Berdaulat.id, Palu - Dua petinggi TNI Polri di Sulawesi Tengah hari ini melakukan launching kampung tangguh nusantara...

Waketum MUI Kecewa Pemerintah Izinkan Industri Miras

Berdaulat.id, Pemerintah menetapkan industri minuman keras sebagai daftar positif investasi (DPI) terhitung sejak 2021. Sebelumnya, industri tersebut...