29.1 C
Luwuk
Selasa, November 24, 2020

Petani Harus Manfaatkan Asuransi Pertanian

Data Real Time COVID-19

Baca juga

DPR Dukung Polri Usut Teror Diskusi di UGM

Berdaulat.id - Tekait teror diskusi di UGM, Anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto mengatakan, dalam negara hukum yang demokratis seperti Indonesia,...

Diskusi ” Pilkada Serentak 2020 di Tengah Pandemi Covid-19″

Berdaulat.id - Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena (kanan)...

Menkeu Serahkan Materi Kerangka Ekonomi

Berdaulat.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pidato Menteri Keuangan atas Penyampaian pemerintah terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM...

Ketua KPK: Kejagung Bantu Berantas Korupsi Sejak Awal KPK Berdiri

Berdaulat.id - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI telah membantu tugas dalam upaya memberantas korupsi sejak...

Berdaulat.id – Petani di berbagai wilayah perlu memanfaatkan asuransi pertanian untuk mengantisipasi gagal panen akibat ketidakpastian cuaca dan ancaman kekeringan, kata Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy.

Sarwo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, mengatakan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bisa membantu petani untuk menghindari kerugian. “Misalnya untuk lahan pertanian di Kabupaten Bekasi, seluas 800 hektare, terancam gagal panen akibat kekeringan tahun ini, kami mendorong petani untuk memanfaatkan AUTP,” katanya.

Ia mengatakan, dalam AUTP premi yang harus dibayarkan pun relatif terjangkau, sebesar Rp180.000 /hektare/MT. “Sedangkan nilai pertanggungan sebesar Rp6.000.000/ha/MT. Asuransi ini memberikan perlindungan terhadap serangan hama penyakit, banjir, dan kekeringan. Petani dijamin tidak akan merugi karena lahan sudah ter-cover asuransi,” katanya.

Sarwo menambahkan keuntungan berasuransi adalah petani bisa segera melakukan tanam kembali karena bagian dari mitigasi bencana. Untuk mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), petani bisa bergabung dengan kelompok tani. Selain akan mendapatkan informasi, petani juga bisa dibantu mengisi formulir pendaftaran dengan mencantumkan NIK, luas lahan, dan jumlah petak yang diasuransikan. Setelah itu, data akan direkap koordinator dan disampaikan ke dinas pertanian untuk ditetapkan.

“Berdasarkan formulir pendaftaran, perusahaan asuransi akan melakukan assesment pendaftaran, dan mengkonfirmasi pembayaran premi. Premi swadaya bisa dibayarkan ke rekening asuransi pelaksana. Setelah itu polis aktif dan terbit secara otomatis melalui aplikasi SIAP,” terang Sarwo.

Bantuan premi sebesar 80 persen akan dibayarkan jika Dinas Pertanian telah membuat Daftar Peserta Definitif (DPD) AUTP. Setelah ini, baru petani dinyatakan sah menjadi peserta AUTP pada musim tanam yang didaftarkan.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan cuaca yang sedang tidak bersahabat membuat petani harus ekstra hati-hati dalam menjaga lahan.

“Pada akhir Maret 2020, BMKG merilis bahwa awal musim kemarau di Indonesia bervariasi, sebagian besar dimulai bulan Mei – Juni 2020. Dan hasil pemantauan perkembangan musim kemarau hingga akhir Agustus 2020 menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia (87 persen) sudah mengalami musim kemarau,” katanya.

Dalam kondisi seperti ini, Mentan Syahrul menilai keputusan untuk mengikuti AUTP adalah pilihan terbaik. “Jaminan terbaik untuk menjaga lahan pertanian adalah mendaftarkan lahan pertanian ke AUTP. Biar asuransi saja yang menjaga lahan kita. Jika ada musibah yang menyebabkan gagal panen, klaim asuransi akan menggantinya,” tuturnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Nayu Kulsum mengatakan lahan padi seluas 800 hektare di Kabupaten Bekasi, terancam kekeringan jika musim kemarau masih berlanjut hingga beberapa bulan ke depan.

Nayu mengatakan dari total 5.000 hektare target tanaman padi pada periode masa tanam September 2020 ini baru 800 hektare yang sudah berhasil ditanam.

“Sisanya tidak terealisasi mengingat perhitungan musim kemarau yang dapat menggagalkan produktivitas tanaman padi,” katanya.

Nayu menyebutkan selain kemarau faktor penyebab kekeringan di lahan pertanian Kabupaten Bekasi adalah kerusakan saluran irigasi serta letak lahan pertanian yang lebih tinggi dari saluran irigasi sehingga membutuhkan pompa air untuk mengaliri areal persawahan

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Berdaulat.id - Musyawarah Nasional ke-10 menjadi momentum pergantian kepengurusan dan kepemimpinan di Majelis Ulama Indonesia Pusat. Munas memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan jabatan dan...

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

Berdaulat.id - Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerjasama dengan Humas dan Pemberitaan MPR RI menggelar Diskusi 4 Pilar, dengan tema "Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19...

Pembangunan Gedung DPRD dan Pengadaan Kambing di Purbalingga Jadi Sorotan

Berdaulat.id - Koordinator Kaki Publik, Wahyudin Jali mengatakan, saat ini di Pemerintah Kabupaten Purbalingga sedang viral. Pertama, adanya kejanggalan proyek  pembangunan Gedung...

Berikut Salah Satu Obat Agar Tetap Waras Selama Pandemi Covid-19

Berdaulat.id - Tak hanya kesehatan fisik, Anda juga perlu menjaga mental tetap sehat selama pandemi COVID-19 dan salah satunya bisa dengan berjalan-jalan...

Kemenperin Konsisten Kembangkan Desainer Muslim

Berdaulat.id - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka terus berupaya mengembangkan potensi desainer fesyen muda Indonesia yang sangat...