29.1 C
Luwuk
Minggu, November 29, 2020

PKS Desak Pedagang Bayar Utang Gula ke Petani

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Febri Mundur dari Jubir KPK

Berdaulat.id - Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah membenarkan perihal pengunduran dirinya sebagai pegawai KPK.

Pasca Ariza Wagub, Adakah Perubahan Politik?

Berdaulat.id - ANIES BASWEDAN boleh lega. Sekarang tak jomblo lagi. Ariza (Ahmad Riza Patria) telah mendampinginya sejak dilantik oleh Jokowi tanggal 15...

Musim Kemarau di Makassar Diperkirakan Terjadi Pada Mei

Berdaulat.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BKMG) Wilayah Makassar musim kemarau diprediksi akan masuk pada bulan Mei 2020 atau bersamaan dengan...

Ketua DPD Minta Pemprov Atasi 96 Desa Tertinggal di Banten

Berdaulat.id - Sebanyak 96 desa di Banten yang masih masuk kategori desa tertinggal mendapat sorotan Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud...

Berdaulat.id – Anggota Komisi VI DPR RI, Amin Ak mendesak para pedagang gula atau importir swasta merealisasikan komitmen atas kesepakatan penyerapan gula nasional pada musim giling tebu 2020 yang bersedia membeli gula hasil produksi petani lokal dengan harga Rp11.200 per kilogram. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara para importir swasta dengan Dewan Pengurus Nasional (DPN) Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) , pada pada 10 Juli 2020 lalu.

Pada saat itu hadir pula Deputi Menko Perekonomian, Kepala Badan Litbang Kemendag, Direktur Impor Kemendag, dan Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, Kepala Seksi Direktorat Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan, serta Direktur Tanaman Semusim Kementan.

Belasan perusahaan importir yang telah bersepakat membeli gula petani adalah PT Sugar Labinta, PT Dharmapala Usaha Sukses, PT Makassar Tene, PT Berkah Manis Makmur, PT Permata Dunia Sukses Utama, PT Sentra Usahatama Jaya, PT Medan Sugar Industry, PT Andalan Furnindo, PT Angels Products, PT Kebun Tebu Mas, PT Adikarya Gemilang, dan PT Priscolin.

Selain itu Amin juga meminta para pedagang segera melunasi utang kepada para petani tebu. Nilai utang para pedagang kepada petani pada tanggal 24 Agustus 2020 berdasarkan data dari Petani adalah sebesar Rp440.585.600.000 (39.338.000 kg x Rp11.200/kg).

“Berdasarkan laporan dari petani, hingga saat ini, komitmen para pedagang tersebut belum direalisasikan,” kata Amin kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/9/20).

Amin juga mendesak BUMN holding PT Perkebunan III tidak menjual gulanya di bawah Rp11.200 dan atau menahan jual gulanya biar harga gula terangkat. Hal itu bertujuan untuk menaikkan harga pembelian di tingkat petani (HPP) gula Rp.9.100 dan harga eceran tertinggi (HET) gula Rp12.500 yang berlaku sejak tahun 2016 dan tidak pernah ada perubahan dan sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini.

“Saya mendukung usulan petani agar HPP gula dinaikkan menjadi Rp12.500 per kg,” tegas Legislator dari Dapil Jatim IV (Kabupaten Jember dan Lumajang) itu.

PTPN sendiri sudah berkomitmen untuk membeli tebu petani yang kuotanya mencapai 65% dari kebutuhan PTPN, dan sisanya 35% dipenuhi dari produksi PTPN sendiri. Amin mendesak Menteri Perdagangan agar menegur para pedagang swasta maupun direksi PTPN agar merealisasikan komitmen mereka menyelamatkan hasil produksi tebu petani.

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) VI dari Fraksi PKS itu mendesak pemerintah memberikan kuota impor raw sugar untuk BUMN pemilik pabrik gula sesuai kapasitas pengolahan dari raw sugar menjadi gula kristal putih (GKP), atau biasa disebut proses rafinasi. Langkah tersebut sudah seharusnya dilakukan Pemerintah sejak dulu.

Saat ini kapasitas pengolahan raw sugar menjadi GKP oleh BUMN mencapai sekitar 440 ribu ton per tahun atau hampir 10% dari total impor raw sugar yang mencapai 4,5 juta ton per tahun. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, kebutuhan gula untuk industri dan rumah tangga mencapai 6,5 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 2 juta ton per tahun.

“Saya juga meminta pemerintah lebih serius menyediakan pupuk untuk perkebunan tebu rakyat. Saat ini petani tebu kesulitan mendapatkan pupuk yang sangat diperlukan demi meningkatkan produktifitas tebu mereka,” pungkas Amin. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...

Menkop Tekankan UMKM Go Digital

Berdaulat.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan dan menerapkan tiga hal dalam upaya mendorong UMKM go digital meliputi kapasitas usaha, kualitas produk,...

Soal Edhy Prabowo, Gerindra Hormati Proses Hukum

Berdaulat.id - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan Gerindra menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Bareskrim Tegaskan Berkas Perkara Syahganda dan Jumhur P21

Berdaulat.id - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan berkas perkara dua dari 10 orang tersangka kasus pelanggaran...