29.1 C
Luwuk
Sabtu, November 21, 2020

Polda Sultra Bekuk Satu Orang Bandar Diduga PNS

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Dahlan Iskan Sebut Stabilisasi Harga Sembako Harus Secara Makro

Berdaulat.id - Mantan Menteri BUMN periode 2011-2014 Dahlan Iskan menyarankan agar persoalan stabilisasi harga sembako seperti gula diatasi secara makro dengan melibatkan...

Rusia Namai Vaksin COVID-19 Pertamanya ‘Sputnik V’

Berdaulat.id - Rusia menamai vaksin COVID-19 pertamanya 'Sputnik V' untuk pasar asing, yang mengacu pada satelit pertama dunia dan apa yang dianggap...

Saham BTN Melesat Naik

Berdaulat.id -  Seorang karyawan sedang melihat pergerakan saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, di Jakarta, Senin (8/6/2020). Sepanjang sepekan kemarin, emiten...

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa Raker Dengan Komisi XI DPR

Berdaulat.id - Komisi XI DPR RI Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Gubernur Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa...

Berdaulat.id – Tim Operasional Subdit 2 Ditresnarkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara membekuk seorang oknum PNS inisial S (45) diduga sebagai pengedar narkotika golongan I jenis sabu-sabu di Kota Kendari.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sultra Kombes Pol Muhammad Eka Faturrahman, mengatakan tersangka merupakan oknum PNS di Kelurahan Puuwatu dan ditangkap pada Selasa (18/8) Jalan Prof M Yamin, Kelurahan Puuwatu Kecamatan Puwatu Kota Kendari, pukul 20.00 WITA.

“Tersangka ditangkap di rumahnya Jalan Prof. M. Yamin. Ketika dilakukan penggeledahan badan dan tempat yang disaksikan oleh masyarakat sekitar, Tim berhasil menemukan lima paket narkotika jenis sabu berat brutto 1,73 gram di dalam gudang belakang rumahnya,” kata Kombes Eka, melalui rilis Polda Sultra, Jumat.

Kombes Eka mengungkapkan penangkapan tersangka berawal adanya laporan masyarakat tentang adanya pengedar narkoba di Kota Kendari yang sering melakukan transaksi narkotika jenis sabu.

“Kemudian Tim lidik Subdit 2 melakukan giat lidik observasi dan survailance. Diketahui target merupakan seorang oknum PNS yang juga berperan sebagai pengedar sabu yang bekerja sama dengan bosnya di Kendari,” ungkapnya.

Kata Kombes Eka, dari keterangan tersangka saat di interogasi di TKP bahwa tersangka mengaku memperoleh narkotika jenis sabu dari seseorang Mr. X yang merupakan bandar di Kendari, kemudian mengedarkan atau menjual sabu secara langsung kepada para pasiennya.

Saat ini tersangka dan barang bukti berada di Mako Ditresnarkoba Polda Sultra untuk dilakukan penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Akibat perbuata nya tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Pidana Mati Pidana Penjara Seumur Hidup atau Pidana penjara paling singkat enam tahun serta paling lama 20 tahun

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Soal Instruksi Mendagri, Pakar: Ga Usah Didengar

Berdaulat.id - Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis mengatakan, instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang menyebut bahwa pemerintah bisa memberhentikan...

Pakai Earphone Terlalu Lama Berakibat Infeksi

Keluhan nyeri, iritasi dan infeksi pada telinga dalam tujuh hingga delapan bulan terakhir terus meningkat selama pandemi COVID-19, disebabkan penggunaan earphone dalam waktu yang...

Pemprov Sulteng Minta Apkasindo Bantu Bina Petani Sawit

Berdaulat.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengharapkan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sulteng untuk membantu pemerintah untuk membina petani sawit.

Soal Kerumunan Masa FPI, Di Bareskrim Ini yang Di Katakan Ridwan Kamil

Berdaulat.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa masyarakat tetap boleh berkegiatan selama masa pandemi COVID-19 asalkan menaati Adaptasi Kebiasaan Baru...

Australia Bakal Adili Tentaranya yang Bunuh Tahanan di Afghanistan

Berdaulat.id - Sejumlah anggota pasukan khusus militer Australia kemungkinan akan diadili atas dugaan terlibat dalam aksi kejahatan perang di Afghanistan.