29.1 C
Luwuk
Rabu, November 18, 2020

Polisi Kantongi Nama Pelaku Bom Molotov Kantor PDIP Bogor

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Ditengah Wabah Covid-19, Maskapai Garuda Alami Tantangan Besar

Berdaulat.id - Anggota Komisi VI DPR RI dari Deddy Yevri Sitorus menyoroti kinerja PT Garuda Indonesia yang kini menghadapi tantangan sangat besar...

Dialektika Demokrasi “Bagaimana Masa Depan UU Otonomi Khusus?”

Berdaulat.id - Anggota DPR Fraksi Gerindra Dapil Papua Yan Mandenas (kiri) bersama Direktur Otonomi Khusus Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri Andi Batara Lipu...

Kasus Kebakaran Gedung Kejagung, Bareskrim Polri Bakal Panggil 12 Saksi

​​​​​​Berdaulat.id - Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan rencananya penyidik Bareskrim secara maraton dengan memanggil 12 saksi untuk...

Lihat Sekolah Dan Balai Kampung Kakuna Usang, TMMD Kodim 1711 Lakukan Pengecatan

Berdaulat.id - ​Kepedulian kembali ditunjukkan oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-109 tahun 2020 Kodim 1711/Boven Digoel yang saat ini masih...

Berdaulat.id – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Rudy Sufahriadi, mengklaim sudah mengantongi identitas para pelaku lainnya yang diduga terlibat kasus pelemparan bom molotov di Kantor PAC PDI Perjuangan di Cileungsi, Bogor.

“Ini belum tertangkap semuanya, berapapun jumlahnya kita akan tuntaskan, saya imbau kalau mau menyerahkan diri lebih bagus, daripada kita capek nyari, karena jelas (pelakunya), siapa berbuat apa, namanya, alamatnya dimana,” kata dia, di Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Selasa.

Menurut dia, sejauh ini polisi masih menyelidiki untuk menemukan barang bukti yang bisa mengaitkan sejumlah peristiwa pelemparan bom molotov itu. Karena kasus pelemparan bom molotov itu terjadi di tiga lokasi, yakni dua lokasi di Bogor dan satu lokasi di Cianjur yang seluruhnya adalah kantor PDI Perjuangan.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi CH Patoppoi, mengatakan, sejauh ini polisi telah menangkap tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun, kata dia, pelaku atas kasus itu ada lebih dari tujuh orang.

“Total pelaku lebih dari tujuh sebenarnya, yang baru tertangkap tujuh, yang lainnya kita upayakan semua tertangkap,” kata Patoppoi.

Ia menjelaskan, tujuh tersangka yang ditangkap seluruhnya  warga Bogor, yaitu AS (25), MP (24), A (32), S (35), NM (23), MR (21), dan AK (24).

Menurut dia, mereka memiliki peran masing-masing terkait kasus pelemparan bom molotov itu, di antaranya sebagai pemantau lokasi, penyedia tempat perencanaan, dan pembuat bom molotov.

Sedangkan pelaku lain yang melemparkan bom molotov itu masih dikejar polisi, yang berdasarkan keterangan tersangka yang sudah ditangkap, berinisial F.

Atas perbuatan tersebut, polisi menjerat tujuh tersangka itu dengan pasal 187 KUHP tentang tindakan sengaja yang menimbulkan ledakan atau kebakaran, serta pasal 406 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.[]

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Lieus: Nikita Mirzani Bukan Pahlawan, Dia tak Punya Adab

Berdaulat.id - Pernyataan artis sensasional Nikita Mirzani atas kepulangan Habib Muhammad Rizieq Shihab ke Indonesia ternyata mengundang banyak reaksi. Selain ada yang...

Satpol PP Gelar Spanduk

Berdaulat.id -Beberapa petugas Satpol PP Jakarta membentangkan spanduk "Gunakan Masker,Jaga Jarak dan Terapkan Protokol Kesehatan" mengingatkan para demonstran agar tetap mematuhi protokol...

Tolak Omnibus Law

Berdaulat.id -Ratusan massa yang tergabung Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) dan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa didepan pintu gerbang gedeng MPR/DPR/DPD...

Menhub Raker Dengan Komisi V DPR

Berdaulat.id - Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi bersama jajarannya mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan agenda Evaluasi pelaksanaan APBN TA 2020...

Dua Kapolda Dicopot, Habib Aboe: Itu Hanya Mutasi Biasa

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Nana Sujana dan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudy Sufahriadi dicopot dari jabatannya.