29.1 C
Luwuk
Sabtu, Oktober 24, 2020

Presiden Rusia Desak Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Pelantun Lagu Religi Akui Belajar dari Hanin

Berdaulat.id - Anggota grup musik gambus Nissa Sabyan mengaku banyak belajar dari Hanin Dhiya, mulai dari cara bernyanyi hingga saat membuat video blog atau vlog.

Tipu Warga Batui, Polisi Tangkap Makelar Tanah Asal Parimo

Berdaulat.id - Personel Sektor Batui menangkap seorang warga Kabupaten Parigi Moutong berinisial HI alias AC (51) karena diduga melakukan tidak pidana penipuan...

Pembobol Kas Bank BNI Tiba di Bareskrim Polri

Berdaulat.id - Buronan pembobol kas bank BNI senilai 1,2 triliun, Maria Pauline Lumowa, telah tiba di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis sore...

Diduga Lakukan Pelecehan Marga Latuconsina, Andre Taulany Dan Rina Nose Dipolisikan

Berdaulat.id - Artis dan Presenter terkenal Andre Taulany dan Rina Nose kembali masuk dalam pusaran hukum. Kali ini mereka dilaporkan ke Polda...

Berdaulat.id – Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu mendesak seluruh pihak menghentikan pertempuran di Karabakh.

Ia juga mengatakan bentrokan antara tentara Azerbaijan dan pasukan Armenia sebagai tragedi kemanusiaan.

Putin mengatakan Moskow khawatir terhadap meningkatkan aksi kekerasan di Karabakh, wilayah pegunungan Azerbaijan di Kaukasus Selatan yang dihuni sebagian besar oleh etnis Armenia.

“(Pertempuran) ini adalah tragedi. Kami sangat khawatir,” kata Putin dalam pidatonya yang disiarkan oleh stasiun televisi.

“Kami berharap konflik ini dapat segera berakhir,” ujar dia.

Konflik di Nagorno-Karabakh tahun ini merupakan insiden bersenjata terburuk setelah perang pada 1991-1994 yang menewaskan sekitar 30.000 jiwa.

Pertempuran antarpasukan sejak 27 September 2020 merupakan yang terparah dalam waktu lebih dari 25 tahun terakhir.

Rusia, Prancis, AS telah berupaya menjadi penengah, tetapi Azerbaijan tidak menuruti permintaan gencatan senjata tiga negara kuat tersebut.

Rusia memiliki perjanjian bidang pertahanan dengan Armenia, yang memungkinkan tentara dan armada tempur Rusia ditempatkan di Armenia. Namun, perjanjian itu tidak mencakup wilayah Nagorno-Karabakh.

“Pertempuran itu, sayangnya, masih berlanjut sampai hari ini, dan tidak berlangsung di wilayah Armenia,” kata Putin. “Sebagaimana diwajibkan oleh kerja sama (dua negara, red), kami selalu memenuhi, senantiasa memenuhi, dan akan terus memenuhi kewajiban kami,” sebut dia.

Putin menambahkan ia selalu menjalin komunikasi dengan Perdana Menteri Nikol Pashinyan untuk membahas upaya meredakan konflik.

Kepala Intelijen Luar Negeri Rusia pada Selasa (6/10) memperingatkan wilayah Kaukasus Selatan dapat menjadi pintu masuk para ekstremis menyerang Rusia.

Sejauh ini, otoritas di Nagorno-Karabakh hari ini (7/10) mengumumkan 40 tentara tewas sehingga jumlah pasukan yang gugur sejak 27 September mencapai 320 jiwa.

Nagorno-Karabakh sejak 1990-an, setelah Uni Soviet bubar, telah memisahkan diri dari Azerbaijan. Namun, sebagian besar negara di dunia belum mengakui wilayah itu sebagai negara yang merdeka.

Sumber: Reuters

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Katanya Delapan Pasien COVID-19 di Sulbar Sudah Sembuh

Berdaulat.id - Juru Bicara Tim Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Sulbar, Safaruddin DM mengatakan, delapan orang pasien COVID-19 dinyatakan sembuh setelah menjalani...

KPK Dalami Kasus Mantan Bubati Kabupaten Bogor

Berdaulat.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan penerimaan gratifikasi oleh mantan Bupati Bogor 2008-2014 Rachmat Yasin (RY) dari berbagai Satuan Kerja...

Ketua MPR: Peta Jalan Vaksinasi Harus Selaras dengan Program Pemulihan Ekonomi

Berdaulat.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan pemerintah agar peta jalan vaksinasi Covid-19 dikaitkan dengan program pemulihan ekonomi. Vaksinasi di pulau...

Wakil Ketua MPR RI: Perlu Komunikasi Hindari Keraguan Terhadap Vaksin COVID-19

Berdaulat.id - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai pemerintah perlu menjalin komunikasi yang tepat, dengarkan masukan berbagai pihak dan menjelaskan dengan...

Peringati Hari Santri, Ketua Fraksi Demokrat Bagikan Perangkat Wifi Gratis

Berdaulat.id - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, atau Ibas membagikan perangkat Wifi gratis kepada beberapa pondok pesantren di...