29.1 C
Luwuk
Sabtu, Februari 27, 2021

Produksi Padi Sepanjang Alami Penurunan

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Aplikasi SPADA Bantu Pembelajaran Jarak Jauh

Berdaulat.id - Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof Nizam mengatakan aplikasi Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA)...

Menhub Raker Dengan Komisi V DPR

Berdaulat.id - Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi bersama jajarannya mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan agenda Evaluasi pelaksanaan APBN TA 2020...

Pemerintah Sampaikan Tanggapan Atas Pengesahan UU Anggaran TA 2021

Berdaulat.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) menyerahkan tanggapan pemerintah atas pengesahan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2021 kepada...

“Marbot Keliling” Jurnalis Jelajah Indonesia

Berdaulat.id - Komunitas Jurnalis Jelajah Indonesia (JJI) menggelar program sosial bertajuk "Marbot Keliling Jurnalis Jelajah Indonesia". Program ini berupa aksi nyata bersih-bersih...

Berdaulat.id – Produksi padi di Sulawesi Selatan sepanjang Januari sampai September 2020 sekitar 3,78 juta ton gabah kering giling (GKG) atau mengalami penurunan sekitar 0,5 juta ton (11,79 persen) dibandingkan capaian 2019.

“Hal ini berdasarkan data pokok tanaman pangan yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik adalah luas panen dan produktivitas (hasil per hektare),” kata Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah di Makassar, Sabtu, menanggapi proyeksi hasil panen padi di Sulsel.

Menurut dia, capaian produksi itu masih bisa berubah hingga akhir tahun sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan. Sementara itu, produksi merupakan hasil perkalian antara luas panen dan produktivitas.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel Andi Ardin Tjatjo.

Ia mengatakan bahwa produksi tanaman pangan Sulsel ini juga sedikit banyaknya dipengaruhi dengan kondisi cuaca dan perubahan musim di lapangan.

Sebagai gambaran, areal sawah yang kerap terendam air itu produktivitas akan menurun dibandingkan yang tidak terendam.

Faktor lain yang memengaruhi adalah ketersediaan bahan sarana produksi (saprodi)

Dengan demikian, lanjut dia, semua kondisi harus saling dukung di lapangan, termasuk distribusi pupuk yang lancar dan tepat waktu.

Menurut salah seorang petani di Kabupaten Maros, Sulsel, bernama Abd Wahid, sudah menjadi klise jika setiap musim tanam biasanya pupuk menjadi langka di lapangan.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Kapolda Sulteng dan Danrem 132 Tadulako Launching Kampung tangguh nusantara di Palu dan Donggala

Berdaulat.id, Palu - Dua petinggi TNI Polri di Sulawesi Tengah hari ini melakukan launching kampung tangguh nusantara...

Waketum MUI Kecewa Pemerintah Izinkan Industri Miras

Berdaulat.id, Pemerintah menetapkan industri minuman keras sebagai daftar positif investasi (DPI) terhitung sejak 2021. Sebelumnya, industri tersebut...

Regenerasi Kepemimpinan, FORJIM Akan Gelar Munas II

Berdaulat.id, Jakarta – Masa khidmat Pengurus Pusat Forum Jurnalis Muslim (PP Forjim) Periode 2018-2021 secara resmi telah...

Ketua PKK Provinsi Sulteng Lantik Lima Ketua TP PKK

Berdaulat.id, Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Zalzulmida A Djanggola melantik Ketua TP PKK lima kabupaten...

Lantik Lima Pasang Kepala Daerah, Ini Harapan Gubernur Sulteng

Berdaulat.id, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola melantik lima pasangan calon kepala Daerah terpilih pada Pilkada 2020...