29.1 C
Luwuk
Minggu, November 29, 2020

Puluhan Kelompok Aktivis Kecam Genosida Minoritas Uighur di China

Data Real Time COVID-19

Baca juga

MUI Palu: Corona Musuh Semua Umat Beragama

Berdaulat.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, menyatakan virus corona jenis baru atau COVID-19 merupakan musuh bersama semua umat...

Pondok Informatika Gratis Untuk Anak Yatim, Miskin Dhuafa dan Penghafal Alquran

Telah Dibuka Penerimaan Santri Baru Angkatan 2020 Terbuka juga buat keluarga mampu Pondok Informatika Al-Madinah Yogyakarta...

Sebut Pendemo UU Ciptaker Sampah, Ngabalin Disarankan Minta Maaf

Berdaulat.id - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, menyebut dalam masa pandemi, peserta aksi menolak UU Omnibus Law...

Jazilul Fawaid : Rapit Test Jangan Tambah Bebani Masyarakat

Berdaulat.id - Beredar informasi mengenai masyarakat yang melakukan rapid test dengan mengeluarkan biaya ditanggapi secara serius oleh Wakil...

Berdaulat.id – Puluhan kelompok aktivis mengatakan bahwa kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida sedang terjadi pada minoritas Uighur di wilayah Xinjiang yang terpencil di China, di mana lebih dari satu juta orang ditahan di kamp-kamp.

Surat terbuka yang ditandatangani oleh kelompok-kelompok termasuk Uyghur Human Rights Project yang berbasis di Amerika Serikat dan Genocide Watch meminta Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk meluncurkan penyelidikan.

“Kekejaman tersebut termasuk penahanan sewenang-wenang antara 1 dan 1,8 juta orang di kamp-kamp pengasingan, program indoktrinasi politik yang meluas, penghilangan paksa, perusakan situs budaya, kerja paksa, tingkat penahanan penjara yang tidak proporsional, dan kampanye dan kebijakan pencegahan kelahiran yang memaksa,” demikian isi surat tersebut yang dilansir Reuters, Selasa (15/9/20).

Belum ada tanggapan dari Kementerian Luar Negeri China, yang dihubungi Reuters terkait surat itu.

China sebelumnya menyatakan kamp-kamp tersebut adalah pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan sebagai bagian dari tindakan kontra-terorisme dan deradikalisasi.

Di bawah hukum internasional, kejahatan terhadap kemanusiaan didefinisikan sebagai kejahatan yang meluas dan sistematis, sedangkan beban pembuktian genosida, dengan maksud untuk menghancurkan sebagian dari suatu populasi, lebih sulit untuk dibuktikan.

“Langkah-langkah ini memenuhi ambang tindakan yang merupakan genosida, kejahatan internasional inti di bawah Konvensi Genosida, yang melarang ‘memaksakan tindakan yang dimaksudkan untuk mencegah kelahiran’ di antara kelompok etnis atau agama,” kata kelompok aktivis.

Komisioner Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet mengatakan pada Senin (14/9) bahwa dia sedang mendiskusikan kemungkinan kunjungan ke Xinjiang dengan otoritas China yang menghadapi reaksi balik yang meningkat atas perlakuan terhadap etnis Uighur.

Namun, para aktivis menyuarakan kekecewaan dalam pidatonya di Dewan HAM, di mana China tidak pernah menjadi objek resolusi.

“Pernyataan Bachelet tentang China tidak mengatakan apa-apa tentang substansi, tidak ada kata tentang kerugian kemanusiaan dari pelanggaran hak asasi China, termasuk terhadap orang Uighur dan di Hong Kong, atau kekhawatiran yang sedang berlangsung tentang kebebasan berekspresi, penahanan sewenang-wenang, dan tindakan keras terhadap masyarakat sipil,” ujar Sarah Brooks dari the International Service for Human Rights.

“Sebaliknya, pernyataan itu berbicara banyak tentang lemahnya posisi kantor hak asasi manusia terhadap China,” Brooks menambahkan.

AS pada Senin (14/9/20), menangguhkan rencana untuk larangan impor yang luas pada produk kapas dan tomat dari Xinjiang sambil mengumumkan larangan yang lebih sempit pada produk dari lima entitas tertentu.

Para pejabat AS mengatakan tindakan itu ditujukan untuk memerangi penggunaan kerja paksa terhadap Muslim Uighur yang ditahan di China. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...

Menkop Tekankan UMKM Go Digital

Berdaulat.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan dan menerapkan tiga hal dalam upaya mendorong UMKM go digital meliputi kapasitas usaha, kualitas produk,...

Soal Edhy Prabowo, Gerindra Hormati Proses Hukum

Berdaulat.id - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan Gerindra menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Bareskrim Tegaskan Berkas Perkara Syahganda dan Jumhur P21

Berdaulat.id - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan berkas perkara dua dari 10 orang tersangka kasus pelanggaran...