29.1 C
Luwuk
Selasa, Oktober 20, 2020

Rupiah Akhir Pekan Ditutup Menguat Meski Tertahan Sentimen Aksi UU Cipta Kerja

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Bautista Tekuk Favorit Tuan Rumah Richard Gasquet

Berdaulat.id - Petenis Spanyol Roberto Bautista Agut mengatasi awal yang lamban untuk mengalahkan favorit tuan rumah Richard Gasquet 7-6(5) 6-2 6-1 guna...

Merebaknya COVID-19,Lapas di Indinesia bakal Disemprotkan Disinfekta

Berdaulat.id,- Organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) Bakal melakukan penyemprotan ke sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia. Hal itu, sebagai...

Tak Mau Kecolongan, Bupati Banggai Tinjau Langsung Penyaluran BLT

Berdaulat.id – Bupati H. Herwin Yatim, bersama Wakil Bupati Banggai H. Mustar Labolo, Memantau langsung kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai kepada 119...

Seri Moto GP Ditunda Akibat COVID-19, The Doctor Lakukan Ini

Berdaulat.id,- Pembalap Mounster Yamaha asal Italia, Valentino Rossi memiliki cara lain untuk menunggu seri perdana Moto GP 2020 yang hingga saat ini...

Berdaulat.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ditutup menguat meski tertahan sentimen aksi demonstrasi penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

Rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen menjadi Rp14.700 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.710 per dolar AS.

“Sentimen masih positif di regional, sementara pasar masih khawatir dengan situasi penolakan UU Cipta Kerja” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat (9/10/20).

Menurut Ariston, sentimen positif dari pembicaraan stimulus fiskal AS sebenarnya masih membayangi pergerakan aset berisiko di pasar keuangan hari ini. Stimulus AS diekspektasikan bisa membantu pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam di tengah pandemi.

Dolar AS pun terlihat melemah dengan sentimen positif ini. Nilai tukar regional juga terlihat menguat terhadap dolar AS.

Untuk pekan depan, lanjut Ariston, peluang penguatan rupiah masih terbuka asalkan pembicaraan stimulus AS mencapai kemajuan.

“Jadi pasar masih akan memantau pembicaraan stimulus AS ini. Selain itu, situasi yang membaik di dalam negeri juga bisa menopang penguatan rupiah,” ujar Ariston.

Selain itu, debat calon presiden AS pekan depan juga bisa mempengaruhi kekuatan dolar AS. Ariston menilai, kelihatannya pasar lebih positif apabila Joe Biden yang menang dibandingkan Donald Trump.

Ariston memperkirakan pekan depan rupiah bergerak di kisaran Rp14.600 per dolar AS hingga Rp14.850 per dolar AS.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp14.680 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.665 per dolar AS hingga Rp14.709 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.737 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.750 per dolar AS. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Majelis Rakyat Papua Temui Ketua MPR RI

Berdaulat.id -Ketua MPR RI Bambang Soesatyo didampingi Wakil Ketua MPR Arsul Sani dan Ketua For Papua Yorrys Raweyai, Sekretaris For Papua Filep...

Hamzah Haz Dirawat di ICU Karena Kondisi Kesadaran Menurun

Berdaulat.id - Mantan Wakil Presiden (Wapres) RI Hamzah Haz mengalami penurunan kesadaran sehingga dirawat di ruang rawat intensif (ICU) RSPAD Gatot Soebroto...

KPUD Sultra Bakal Berlakukan 12 Hal

Berdaulat.id - KPU Sulawesi Tenggara menyampaikan bakal memberlakukan 12 hal baru di tempat pemungutan suara (TPS) guna mencegah potensi terjadinya klaster baru...

Sepanjang Senin Jakarta Diperkirakan Hujan

Berdaulat.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian wilayah Jakarta diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Senin siang...

Munas MUI akan Digelar Akhir November

Berdaulat.id - Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia direncanakan digelar pada 25-28 November 2020 secara daring dan Ketua Umum MUI (nonaktif) KH Ma’ruf...