29.1 C
Luwuk
Kamis, April 22, 2021

Rupiah Akhir Pekan Ditutup Menguat Meski Tertahan Sentimen Aksi UU Cipta Kerja

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Sejumlah Pasien COVID-19 Tewas Akibat Kebakaran RS di Bangladesh

Berdaulat.id - Lima pasien COVID-19 tewas dalam kebakaran di sebuah rumah sakit di ibu kota Bangladesh, Dhaka pada Rabu (27/5/20), menurut petugas...

Anggota DPR: RUU HIP Justru Perkuat Ketahanan Bangsa Lawan Komunisme

Berdaulat.id - Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Mukhtarudin menilai Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) memperkuat ketahanan bangsa melawan...

Kebijakan Pemerintah Dinilai Kerap Membingungkan

Berdaulat.id - Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie mengatakan, kebijakan pemerintah yang kerap berbeda satu sama lain membingungkan....

Soal Mesut Ozil, Ini Kata Arteta

Berdaulat.id - Manajer Arsenal Mikel Arteta mengatakan ia terluka oleh situasi Mesut Ozil di klub Liga Premier tersebut tapi ia pasrah menghadapi...

Berdaulat.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ditutup menguat meski tertahan sentimen aksi demonstrasi penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

Rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen menjadi Rp14.700 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.710 per dolar AS.

“Sentimen masih positif di regional, sementara pasar masih khawatir dengan situasi penolakan UU Cipta Kerja” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat (9/10/20).

Menurut Ariston, sentimen positif dari pembicaraan stimulus fiskal AS sebenarnya masih membayangi pergerakan aset berisiko di pasar keuangan hari ini. Stimulus AS diekspektasikan bisa membantu pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam di tengah pandemi.

Dolar AS pun terlihat melemah dengan sentimen positif ini. Nilai tukar regional juga terlihat menguat terhadap dolar AS.

Untuk pekan depan, lanjut Ariston, peluang penguatan rupiah masih terbuka asalkan pembicaraan stimulus AS mencapai kemajuan.

“Jadi pasar masih akan memantau pembicaraan stimulus AS ini. Selain itu, situasi yang membaik di dalam negeri juga bisa menopang penguatan rupiah,” ujar Ariston.

Selain itu, debat calon presiden AS pekan depan juga bisa mempengaruhi kekuatan dolar AS. Ariston menilai, kelihatannya pasar lebih positif apabila Joe Biden yang menang dibandingkan Donald Trump.

Ariston memperkirakan pekan depan rupiah bergerak di kisaran Rp14.600 per dolar AS hingga Rp14.850 per dolar AS.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp14.680 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.665 per dolar AS hingga Rp14.709 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.737 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.750 per dolar AS. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Kamus Sejarah Indonesia Jilid I & II Beredar di Olshop

Fikri Faqih: “Bila tidak dilarang, berarti benar adanya” Berdaulat.id, Wakil Ketua Komisi X DPR...

Muslimah Wahdah Siap Tebar Ifthar di Seluruh Penjuru Nusantara

Berdaulat.id, Bulan Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk merefleksikan diri untuk hijrah ke arah yang lebih baik. Tidak...

Artikel Ramadhan 9 : Definisi, Dalil, dan Hukum I’tikaf

I’tikaf (Bagian 1) Berdaulat.id, Definisi, Dalil, dan Hukum I’tikaf Definisi

Rakor Lintas Sektoral Jelang Idul Fitri, Kapolri: Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi

Berdaulat.id, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan soal asas Salus Populi Suprema Lex Esto atau...

Pre Order Mud

Berdaulat.id, MUD adalah alat ukur yang dikenal dalam syariat Islam untuk beberapa pengukuran. Anas...