29.1 C
Luwuk
Kamis, Februari 25, 2021

Sekjen PAN Berharap UU Ciptaker Bantu Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Sambut HUT RI Ke 75, Satgas Yonif 125 Bagikan Bendera Merah Putih Kepada Warga Kampung Sota Dan Toray

Berdaulat.id - Dalam rangka menjelang dan menyambut peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa membagikan Bendera Merah Putih kepada warga Kampung Sota dan Kampung...

Hafidz 30 Juz, Santri Wahdah Islamiyah: Jangan Patah Semangat Menghafal Quran

Berdaulat.id, BOGOR --Rafly Arlian, santri kelas 12 Pondok Pesantren Tahfidz Alquran Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor, Jawa Barat...

Komite IV DPD RI Minta Pemda Diberikan Diskresi Kelola Anggaran Covid-19

Berdaulat.id - Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) melakukan Rapat Kerja (Raker) virtual dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Jumat...

DPR Dukung Realokasi Anggaran Demi Penanggulangan Covid-19

Berdaulat.id - Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan, percepatan penanggulangan wabah Corona (Covid-19) membutuhkan dana yang besar untuk pengadaan peralatan dan ...

Berdaulat.id – Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengharapkan UU Cipta Kerja dapat berkontribusi untuk membantu akselerasi pertumbuhan ekonomi.

“Bagaimana kontribusi untuk akselerasi ekonomi, sejauh mana pemberlakuan UU Ciptaker untuk mendorong ekonomi Indonesia lebih kompetitif dari usaha, bisnis, dan investasi,” katanya dalam sesi diskusi Resesi dan Percepatan Pemulihan Ekonomi, yang diselenggarakan Media Center PAN, Rabu (4/11/20).

Ia mengingatkan digitalisasi menjadi tantangan terbesar tenaga kerja seiring kemajuan teknologi informasi yang kian pesat.

“Kami merasa tantangan terbesar tenaga kerja saat ini itu masalah optimalisasi dan digitalisasi. ‘Skill’ penting agar tenaga kerja adaptasi dengan kemajuan,” katanya.

Menurut dia, tenaga kerja di Indonesia harus dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi informasi, sebab perkembangan zaman mengharuskan tenaga kerja harus dapat menguasai dunia digital atau digitalisasi.

Apalagi, kata dia, masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) juga mengharuskan tenaga kerja untuk beradaptasi dengan dunia digital, mengingat selama pandemi aktivitas dan kegiatan tatap muka dibatasi berganti dengan “online”.

Dampak COVID-19 mengakibatkan ekonomi menjadi bergerak lambat, kata dia, sehingga sejumlah negara, termasuk Indonesia masuk ke dalam resesi ekonomi.

Namun, diakuinya, secara perlahan negara-negara itu mulai bangkit, salah satunya Tiongkok sebagai negara yang paling awal terdampak COVID-19, tetapi justru paling cepat bangkit dari virus yang telah mematikan jutaan jiwa manusia di seluruh bumi tersebut.

“Tak perlu khawatir. Fokus seberapa cepat bisa keluar. Semakin cepat ekonomi dibuka semakin cepat pertumbuhan ekonomi. Mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” ujarnya. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Pemantapan Komunikasi Publik, Konferensi Pers Polda Sulteng Hadirkan Interpreter

Berdaulat.id, Palu Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Konferensi Pers yang diselenggarakan Polda Sulawesi Tengah pagi ini, Kamis...

OJK Diminta Segera Setujui Pencairan Kelebihan Dana Cadangan Bumiputera

Berdaulat.id, Jakarta – Kasus gagal bayar nasabah atau pemegang polis Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera tak kunjung tuntas...

Dukung Pemulihan Pasca Gempa, Wahdah Islamiyah Serahkan Ambulance ke Sulawesi Barat

Berdaulat.id, Mamuju - Pengurus pusat Wahdah Islamiyah melakukan serah terima satu unit mobil ambulance kepada pengurus wilayah...

Mentan SYL : Untuk Ekspor Komoditas Pertanian Terobos Dulu, Kami Siap Backup

Berdaulat.id, Jakarta – Untuk pertama kalinya komoditas produk olahan unggas dan sapi asal Indonesia berhasil menembus pasar...

Wujudkan Transparansi, Kapolri Launcing Aplikasi Dumas Presisi

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melaunching Aplikasi Pengaduan Masyarakat (Dumas) Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi...