29.1 C
Luwuk
Rabu, November 25, 2020

Senator Jatim Sambut Baik klaster Pendidikan Dicabut dari RUU Ciptaker

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Wasekjen Demokrat Minta Pemerintah Bicara Apa Adanya Soal Resesi

Berdaulat.id - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Irwan Fecho meminta Presiden Joko Widodo bicara apa adanya kepada rakyat mengenai kondisi perekonomian...

Djoko Santoso Meninggal, TNI Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Berdaulat.id - Seluruh Jajaran TNI dan TNI Angkatan Darat mengibarkan bendera setengah tiang sebagai penghormatan terakhir atas meninggalnya mantan Panglima TNI Jenderal...

Imigrasi Palu Perpanjang Izin WNA yang Belum Bisa Pulang

Berdaulat.id - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu di Sulawesi Tengah tetap melakukan perpanjangan izin tinggal warga negara asing (WNA) di daerah...

Agun Gunandjar Sudarsa : Hidup Sulit Jangan Dipersulit

Berdaulat.id - Anggota DPR Fraksi Golkar Agun Gunandjar Sudarsa mengingatkan kepada masyarakat untuk antisipasi yg baik...

Berdaulat.id – Senator Jawa Timur, Evi Zainal Abidin menyambut baik dicabutnya klaster pendidikan dari pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Cipta Lapangan Kerja (RUU Ciptaker).

“Ini semua untuk memastikan bahwa semua substansi terkait pendidikan, termasuk yang mengubah UU Sisdiknas, UU Pendidikan Tinggi, UU Guru dan Dosen, dan UU Pendidikan Kedokteran tidak melenceng dari hakikat pendidikan dalam konstitusi kita,” tutur Evi.

Dicabutnya klaster Pendidikan dari pembahasan RUU Omnibuslaw ini telah menepis segala kegundahan akan datangnya masa komersialisasi dan liberalisasi pendidikan yang dikuatkan dengan perundangan seperti di dalam RUU tersebut.

Evi menambahkan bahwa dalam Pasal 31 UUD 1945 ayat 3 menyebutkan “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang”.

Namun pada kenyataannya, partisipasi masyarakat dalam mencerdaskan dan membentuk ahklak bangsa dengan membangun lembaga pendidikan masih mendominasi. Itu sebab, Pemerintah berkewajiban menjamin eksistensi partisipasi masyarakat di dunia pendidikan nasional tersebut.

“Maka sangat jelas tugas negara untuk mencerdaskan dan membangun akhlak bangsa melalui pendidikan tidak boleh menempatkan faktor-faktor determinan lain atas pendidikan seperti faktor investasi apalagi komoditas ekonomi”, jelas Evi.

Kesepakatan bersama ini adalah kemenangan bagi dunia pendidikan nasional, imbuhnya mengakhiri pernyataannya.[]

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Menkes Raker Bahas Perbaikan Sistem Jaminan Kesehatan

Berdaulat.id - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti Rapat Kerja dengan Komosi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (24/11). Rapat...

Siapkan Naskah Khutbah Jumat, Kemenag Libatkan Ulama dan Akademisi

Berdaulat.id - Kementerian Agama akan menyiapkan naskah khutbah Jumat sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin menggunakannya. Materi khutbah Jumat akan disesuai dengan...

Jelang Munas, MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

Berdaulat.id - Majelis Ulama Indonesia kembali mempertahankan sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dari World Quality Assurance (WQA). MUI sendiri mulai menjalankan...

Guru Antusias Menghapal Alquran Metode Kauny

Berdaulat.id - Sekitar 40 guru mendapat pelatihan menghafal alquran semudah tersenyum dari tim Askar Kauny yang digelar di SMPIT Gema Insani Cendekia...

Kejaksaan Tangkap Kades Buronan korupsi

Berdaulat.id - Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI bersama Tim Intelijen Kejati Jambi dan Tim Intelijen Kejati Sumatra Utara berhasil mengamankan kepala desa...