29.1 C
Luwuk
Minggu, Agustus 1, 2021

Soal Edhy Prabowo, Gerindra Hormati Proses Hukum

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Di Sultra Covid-19 Masih Fluktuasi

Berdaulat.id - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Sulawesi Tenggara dr. La Ode Rabiul Awal menyebutkan kasus di daerah itu...

Fraksi PAN Sambut Baik Sikap Pemerintah Tunda Pembahasan RUU HIP

Berdaulat.id - Wakil Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan, pihaknya menyambut baik sikap pemerintah yang menunda pembahasan Rancangan Undang-Undang...

Kemenag Siap Jadikan Asrama Haji se-Indonesia Sebagai RS Darurat COVID-19

Berdaulat.id - Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan siap untuk memback-up kebutuhan Rumah Sakit (RS) darurat menghadapi wabah virus Corona (COVID-19) dengan menjadikan Asrama...

Face shield Ungu

Berdaulat.id - Berbagai cara yang dilakukan anggota dewan untuk melakukan pencegahan penyebaran virus-19, Seperti yang dilakukan Anggota DPR asal Fraksi Demokrat, Willem...

Berdaulat.id – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan Gerindra menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kasus dugaan korupsi Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif Edhy Prabowo.

Namun, lanjut Muzani, DPP Partai Gerindra berharap upaya pemberian bantuan hukum kepada tersangka juga dapat dihormati, agar asas hukum praduga tak bersalah tetap dijunjung tinggi dan dapat menjernihkan persoalan-persoalan yang disangkakan kepadanya.

“Kami percaya sepenuhnya kepada KPK dalam menangani masalah ini. Persoalan ini akan ditangani secara transparan, secara baik, secara cepat, dan pada akhirnya masyarakat dapat mengetahui persoalan ini secara jelas duduk masalahnya,” ujar Muzani dalam video yang diunggah pada akun Twitter @Gerindra, di Jakarta, Jumat (27/11/20).

Namun, Muzani juga berharap agar asas hukum praduga tak bersalah tetap dihormati, tetap dijunjung tinggi, karena itu upaya untuk menyediakan bantuan hukum terhadap Edhy Prabowo harus dihormati sebagai upaya untuk menjernihkan persoalan-persoalan yang dituduhkan (kepada)-nya.

Ia mengatakan video tersebut dibuat untuk merespons sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat kelautan dan perikanan, karena kejadian penangkapan Menteri KP tersebut oleh KPK pada Rabu (25/11) dini hari di Bandara Soekarno-Hatta.

Permohonan maaf Partai Gerindra juga ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta seluruh anggota Kabinet Indonesia Maju.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini. Kami berharap seluruh kegiatan pemerintahan tetap berjalan sebagaimana biasa, pelayanan terhadap masyarakat, pembangunan, seperti arahan presiden tetap berjalan sebagaimana yang direncanakan sebelumnya,” kata Muzani.

Dia juga menyampaikan bahwa Edhy telah mengajukan pengunduran diri sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, serta mengundurkan diri juga dari posisinya sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra.

Muzani mengatakan surat pengunduran diri tersebut sudah diterima oleh DPP Partai Gerindra, dan sedang diteruskan kepada Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto.[]

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Dukung Kelancaran Distribusi Oksigen, Kemnaker Kerahkan Pengawas Ketenagakerjaan Supervisi ISO Tank

Berdaulat.id - Untuk memastikan pendistribusian oksigen ke berbagai tempat berjalan aman dan lancar, Kementerian Ketenagakerjaan menginstruksikan Pengawas Ketenagakerjaan, baik yang ada di...

Pasutri ditangkap karena berhasil kelabui korban di dalam ATM

Berdaulat.id, Palu - Pasangan suami istri (pasutri) dicokok tim scorpion Ditreskrimum Polda Sulteng setelah menjadi buron sejak...

AR Learning Center Adakan Certified Financial Report Secara Virtual

Berdaulat.id, Gorontalo - Dalam rangka menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni di setiap lembaga atau instansi...

Bahaya “Jurnalisme Omongan” Pejabat

Oleh: Yons Achmad(Pengamat Komunikasi. Pendiri Komunikasyik.com) Apa itu “Jurnalisme Omongan” pejabat? Praktik jurnalisme yang...

Indonesia Juara Angka Kematian Akibat Covid, Netty: Pantau Pasien Isoman!

Berdaulat.id, Jakarta -  Kasus kematian harian karena Covid-19 pada Rabu (28/7)  tercatat 2.069 orang. Indonesia menjadi negara...