29.1 C
Luwuk
Minggu, November 22, 2020

Soal Isu Radikalisme Good Looking, Menag: Itu dari Kemenpan-RB

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Minta Tokopedia Bertanggungjawab

Berdaulat.id - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari meminta pihak Tokopedia sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) memiliki kewajiban memenuhi...

KPU Mamuju Harap Masyarakat Tak Mudah Jual Suaranya

Berdaulat.id - KPU Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, meminta masyarakat pemilih agar tidak menjual suaranya pada pilkada Mamuju tahun 2020. "Jangan...

DPR Minta Pemerintah Gratiskan Test Swab

Berdaulat.id - Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari mengatakan, penetapan harga swab test maksimal Rp 900 ribu oleh pemerintah sebenarnya masih...

Anggota Komisi VI Sebut UU Ciptaker Beri Kemudahan

Berdaulat.id - Anggota Komisi VI DPR Mukhtarudin menyebutkan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja merupakan terobosan penting bagi Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan dan memperlancar...

Berdaulat.id – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menegaskan bahwa isu kontroversial mengenai paham radikalisme disebarkan orang yang good looking bukan berasal dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Menurut Menag, isu tersebut berasal dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Hal tersebut ditegaskan Menag saat Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/20).

“Apa yang muncul di publik antara lain yang good looking dan sebagainya, pertama perlu saya garis bawahi itu muncul bukan dari Kementerian agama, tapi di acaranya Kementerian PAN RB,” jelas Menag.

Menag berani mengatakan paham radikalisme disebarkan orang yang good looking karena dia menganggap bahwa acara diskusi tersebut hanya untuk internal ASN dan tidak disebarkan ke publik. Topik diskusi yang diselenggarakan Kemenpan-RB tersebut adalah terkait deradikalisasi.

“Jika berbicara mengenai radikalisme ASN banyak tempat yang kita waspadai, pada saat dia masuk kalau kita tidak seleksi dengan baik benih-benih atau pemikiran radikal itu akan masuk ke dalam ASN,” paparnya.

Oleh karena itu, Menag mengaku kecewa dengan pihak Kemenpan-RB yang mempublikasikan pernyataanya tersebut sehingga menjadi kontroversial di masyarakat.

“Saya enggak mungkin tegur Menteri (Tjahjo Kumolo). Ini Pak Menpan-RB (pernyataan saya) kok ditanyangin begitu. Jadi kembali saya garis bawahi itu acara internal ASN,” pungkasnya. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Minim Sarana Dan Prokes, Dokter Di Sulteng Tolak Tangani Pasien Corona, LaNyalla: Segera Perbaiki

Berdaulat.id -Sebanyak 25 dokter di RSUD Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan aksi protes menolak menangani pasien Corona karena protokol kesehatan...

Belajar Tatap Muka Siap Dibuka, Ketua DPD Imbau Ada Satgas Covid Sekolah

Berdaulat.id -Mendikbud Nadiem Makarim mengumumkan pembelajaran tatap muka di seluruh sekolah bisa dimulai pada Januari 2021. Meski masih berada zona risiko sedang...

Bank BTN Terus Perbaiki NPL

Berdaulat.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus berupaya untuk menekan NPL perseroan salah satunya dengan menggelar Asset Sales Festival di...

Banyak Temuan Di Daerah, Ketua DPD Rapat Dengan DKPP

Berdaulat.id -Hasil lawatan ke sejumlah provinsi di Sulawesi, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menemukan beberapa hal yang penting untuk diketahui...

Soal Instruksi Mendagri, Pakar: Ga Usah Didengar

Berdaulat.id - Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis mengatakan, instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang menyebut bahwa pemerintah bisa memberhentikan...