29.1 C
Luwuk
Senin, April 19, 2021

Soal Isu Radikalisme Good Looking, Menag: Itu dari Kemenpan-RB

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Datangi MPR RI, Alumni PMII Dukung BPIP Diatur Dalam UU

Berdaulat.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyambut baik pandangan Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) yang menekankan...

Politisi Demokrat Minta Dana Haji Tak Digunakan Untuk Investasi Pasar

Berdaulat.id - Politisi senior Partai Demokrat Syarief Hasan meminta pemerintah untuk tidak menggunakan dana haji untuk keperluan yang telah diwacanakan yaitu investasi...

Pemuda di Tolitoli Ditangkap Sat Narkoba saat Beli Tambakau Gorila Via Instagram dan Dikirim lewat Jasa Pengiriman

Berdaulat.id, Tolitoli - Narkoba jenis ganja sintetis atau tembakau gorila yang dikemas dalam sebuah paket kiriman, dan...

China Kirim Pasukan Lengkap ke LCS dan Selat Taiwan

Berdaulat.id - Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mengirimkan pasukan lengkap ke dua wilayah perairan sekaligus, Laut China Selatan (LCS) dan Selat Taiwan.

Berdaulat.id – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menegaskan bahwa isu kontroversial mengenai paham radikalisme disebarkan orang yang good looking bukan berasal dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Menurut Menag, isu tersebut berasal dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Hal tersebut ditegaskan Menag saat Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/20).

“Apa yang muncul di publik antara lain yang good looking dan sebagainya, pertama perlu saya garis bawahi itu muncul bukan dari Kementerian agama, tapi di acaranya Kementerian PAN RB,” jelas Menag.

Menag berani mengatakan paham radikalisme disebarkan orang yang good looking karena dia menganggap bahwa acara diskusi tersebut hanya untuk internal ASN dan tidak disebarkan ke publik. Topik diskusi yang diselenggarakan Kemenpan-RB tersebut adalah terkait deradikalisasi.

“Jika berbicara mengenai radikalisme ASN banyak tempat yang kita waspadai, pada saat dia masuk kalau kita tidak seleksi dengan baik benih-benih atau pemikiran radikal itu akan masuk ke dalam ASN,” paparnya.

Oleh karena itu, Menag mengaku kecewa dengan pihak Kemenpan-RB yang mempublikasikan pernyataanya tersebut sehingga menjadi kontroversial di masyarakat.

“Saya enggak mungkin tegur Menteri (Tjahjo Kumolo). Ini Pak Menpan-RB (pernyataan saya) kok ditanyangin begitu. Jadi kembali saya garis bawahi itu acara internal ASN,” pungkasnya. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Partai Gelora: Teruslah berkolaborasi, hanya soal waktu

Berdaulat.id, Keyakinan kita dengan narasi baru dalam berpolitik, harus menghujam kuat dalam sikap, tindakan dan Aksi aksi...

Partai Gelora Sambut Baik Keputusan AS Tarik Mundur Pasukannya dari Afghanistan setelah 20 Tahun

Berdaulat.id, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyambut baik keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menarik 9.600...

Partai Gelora: Mengokohkan Identitas Sebagai Partai Nasionalis, Religius, dan Millenial

Berdaulat.id, Lahir di tengah krisis, partai baru tentu punya PR yang amat besar. Dengan...

Audiensi dengan Ketua SKK Migas, Kapolri Tekankan Pendampingan Untuk Sehatkan Iklim Investasi

Berdaulat.id, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan audiensi dengan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan...

Didera Kasus Hukum, Habib Rizieq Shihab Malah Sukses Raih Gelar Doktor dari Universiti Sains Islam Malaysia

Berdaulat.id, JAKARTA – Imam Besar Front Persatuan Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab lulus dari ujian program doktoral...