29.1 C
Luwuk
Minggu, November 29, 2020

Soal Novel Baswedan, Pengamat Minta Majelis Hakim Transparan

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Politisi PKS Galang Kepedulian Terhadap Rakyat Terdampak covid-19

Berdaulat.id - Anggota DPR RI, dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), Abdul Kharis Almasyhari melakukan aksi menggalang kepedulian dengan cara memberi bantuan...

Gedung MPR, DPR Dan DPD RI Disemprot Disinfektan

Berdaulat.id - Untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19, sebanyak 25 unit armada Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Dinas Gulkarmat) DKI Jakarta dikerahkan...

Tolak UU Ciptaker, Massa Bentrok Dengan Aparat Didepan Gedung DPRD Kab Banggai

Berdaulat.id - Tak hanya di Ibukota, Demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja (Ciptaker) atau Omnibus Law pun terjadi di berbagai daerah...

Toyota Mulai Jual Mobil Listrik

PT Toyota-Astra Motor memperluas pasar mobil elektrifikasi (EV) secara nasional dengan menyiapkan line-up kendaraan Battery Electric Vehicle (BEV) yang sepenuhnya menggunakan sumber energi listrik sebagai tenaga...

Berdaulat.id – Majelis hakim PN Jakarta Utara diharapkan terbuka perihal penyiraman wajah Novel Baswedan, apakah disiram menggunakan air keras atau disiram air aki yang sudah dicampur air biasa.

Demikian diungkapkan Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/6/20).

“PN Jakut harus bekerja promoter untuk membuktikan, jika disiram air keras pastilah wajah Novel sudah melepuh dan hancur, seperti korban penyiraman air keras lainnya. Sementara wajah Novel saat ini masih mulus dan tetap tampan,” ujarnya.

Menurut Neta, saat ini terkesan ada upaya penyesatan hukum yang dilakukan sejumlah pihak dalam kasus Novel. Sebab, kasus tersebut terlihat didramatisasi dan dipolitisasi sedemikian rupa seolah olah menjadi kasus yang luar biasa dan heboh.

“Tujuannya hanya untuk menutupi kasus Novel yang sudah menjadi tersangka pembunuhan di Bengkulu. Tragisnya orang- orang yang melakukan penyesatan hukum itu adalah para pakar hukum, aktivis HAM, dan politisi yang hendak memojokkan atau menjatuhkan citra Presiden Jokowi,” terangnya.

Karena itu, dirinya melihat langkah jaksa dan majelis hakim dalam memproses kasus Novel sudah on the track.

“Seharusnya para pakar hukum dan aktivis HAM itu justru harus mendorong Jokowi agar memerintahkan Jaksa Agung segera melimpahkan BAP kasus pembunuhan yang diduga melibatkan Novel ke PN Bengkulu, agar kasusnya tuntas dan Novel tidak terus menerus tersandera,” tegas Neta.

Diketahui, terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette dituntut satu tahun pidana penjara. Jaksa menilai, Ronny dan Rahmat terbukti melakukan penganiayaan berat terhadap Novel.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa dengan hukuman pidana selama satu tahun,” kata Jaksa Fedrik Adhar membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (11/6).[ark]

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...

Menkop Tekankan UMKM Go Digital

Berdaulat.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan dan menerapkan tiga hal dalam upaya mendorong UMKM go digital meliputi kapasitas usaha, kualitas produk,...

Soal Edhy Prabowo, Gerindra Hormati Proses Hukum

Berdaulat.id - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan Gerindra menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Bareskrim Tegaskan Berkas Perkara Syahganda dan Jumhur P21

Berdaulat.id - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan berkas perkara dua dari 10 orang tersangka kasus pelanggaran...