29.1 C
Luwuk
Minggu, November 22, 2020

Soal RUU Ciptaker Ini Kata Ketua DPR RI

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Prabowo Puja Puji Jokowi, Pengamat: Konsekuensi Jadi Anak Buah

Berdaulat.id - Pujian Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan hal wajar. Sebab, saat ini Prabowo...

Ketua MPR RI : Apresiasi Polri Gagalkan Peredaran Narkoba Hampir 1 Ton

Berdaulat.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi kinerja Satgassus Polri dan Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang berhasil mengamankan Narkotika...

Pernyataan Sikap Pribadi Anwar Abbas Sebagai Sekjen MUI

Sekjen MUI Anwar Abbas, Foto : Net Melihat sikap dan cara pandang menteri agama yang selalu bicara tentang...

Politisi PKS Minta KemenPUPR Realisasikan Peningkatan Pembelian Karet Petani untuk Karet Bantalan Jembatan

Berdaulat.id - Anggota komisi V DPR RI, Syahrul Aidi Ma'azat memberikan apresiasi pada Kementerian PUPR yang telah menyiapkan anggaran Rp 100 miliar...

Berdaulat.id – Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) dilakukan transparan, cermat, dan hati-hati.

Dia juga menjamin pembahasan RUU tersebut dilakukan dengan menyerap aspirasi masyarakat.

“DPR membahas RUU Cipta Kerja secara hati-hati, transparan, terbuka, dengan mengutamakan kesinambungan pelaksanaan dari hasil RUU Ciptaker, sehingga punya legitimasi kuat untuk membangun bangsa dan negara,” kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Dia menjelaskan, agenda pembahasan RUU Ciptaker dapat diketahui di laman resmi DPR RI. Puan menegaskan bahwa institusinya membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menyaksikan jalannya pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja melalui siaran “live streaming”.

“Pembahasan dilakukan terbuka, bisa dilihat di TV Parlemen, akan ada tim yang merumuskan secara baik dan benar, transparan, dan punya legitimasi kuat untuk membangun bangsa dan negara,” ujarnya.

Menurut Puan, apakah RUU Ciptaker akan selesai pada Masa Sidang I Tahun Sidang 2020-2021, namun yang pasti dirinya meminta agar pembahasan RUU tersebut secara hati-hati dan transparan.

“Apakah ini selesai (di masa sidang ini) atau tidak? Apakah akan segera diselesaikan? Saya minta DPR tetap membahasnya secara hati-hati dan transparan,” ucap dia menegaskan.

Sebelumnya, Puan saat menyampaikan pidato pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (14/8), mengatakan target menyelesaikan RUU Cipta Kerja bertujuan untuk menghasilkan undang-undang yang memiliki legitimasi kuat demi menjaga kepentingan negara.

Adapun dalam pelaksanaan fungsi pengawasan DPR melalui Alat Kelengkapan Dewan akan rapat bersama dengan mitra kerja maupun panitia kerja untuk menjalankan prinsip pengawasan dan keseimbangan pada pemerintahan.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Soal Instruksi Mendagri, Pakar: Ga Usah Didengar

Berdaulat.id - Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis mengatakan, instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang menyebut bahwa pemerintah bisa memberhentikan...

Pakai Earphone Terlalu Lama Berakibat Infeksi

Keluhan nyeri, iritasi dan infeksi pada telinga dalam tujuh hingga delapan bulan terakhir terus meningkat selama pandemi COVID-19, disebabkan penggunaan earphone dalam waktu yang...

Pemprov Sulteng Minta Apkasindo Bantu Bina Petani Sawit

Berdaulat.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengharapkan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sulteng untuk membantu pemerintah untuk membina petani sawit.

Soal Kerumunan Masa FPI, Di Bareskrim Ini yang Di Katakan Ridwan Kamil

Berdaulat.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa masyarakat tetap boleh berkegiatan selama masa pandemi COVID-19 asalkan menaati Adaptasi Kebiasaan Baru...

Australia Bakal Adili Tentaranya yang Bunuh Tahanan di Afghanistan

Berdaulat.id - Sejumlah anggota pasukan khusus militer Australia kemungkinan akan diadili atas dugaan terlibat dalam aksi kejahatan perang di Afghanistan.