29.1 C
Luwuk
Senin, Oktober 26, 2020

Spanyol Bakal Terapkan Lockdown Kembali

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Fitur Karoke JOOX Mulai Diminati Banyak Orang

Berdaulat - Banyak orang menghibur diri melalui fitur karaoke lewat aplikasi musik JOOX hal itu lantaran pemberlakuan karantina wilayah atau melarang warganya...

Secara Berturut-turut, Kemendag Raih WTP

Berdaulat.id - Kementerian Perdagangan kembali menerima penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian/Unqualified Opinion (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk pemeriksaan Laporan Keuangan...

Wakil Ketua DPD Sultan Nadjamudin Bersama Mayoritas Senator Tolak RUU HIP

Berdaulat.id - Arus penolakan terhadap RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) bukan saja terjadi di ranah organisasi masyarakat dan lapisan masyarakat. Tetapi juga...

Berita Duka, Sekda DKI Saefullah Meninggal Dunia Karena Covid-19

Berdaulat.id - Sekretaris Daerah atau Sekda DKI Jakarta Saefullah meninggal dunia. Dikabarkan, almarhum meninggal akibat terinfeksi virus Corona atau Covid-19.

Berdaulat.id – Penduduk Madrid akan dilarang meninggalkan kota, kecuali ada kepentingan mendesak, ketika Pemerintah Spanyol pada Rabu (30/9) mengumumkan pembatasan baru terkait virus corona.

Perbatasan-perbatasan kota juga akan ditutup bagi orang luar untuk kunjungan yang tidak perlu, menurut aturan baru.

Aturan-aturan baru itu akan diberlakukan di berbagai kota madya yang memiliki tingkat tinggi penularan virus corona.

Sembilan kota lainnya di sekitar kota metropolitan itu juga akan dikenai pembatasan baru.

“Kesehatan Madrid adalah kesehatan Spanyol. Madrid istimewa,” kata Menteri Kesehatan Salvador Illa pada konferensi pers untuk mengumumkan peraturan baru, yang akan mulai berlaku dalam beberapa hari mendatang.

Penduduk akan diizinkan bepergian lintas batas kota untuk bekerja, sekolah, mengunjungi dokter, atau pergi berbelanja.

Namun, mereka harus tetap berada di dalam kota jika ingin melakukan kegiatan rekreasi, menurut kesepakatan soal aturan baru itu.

Langkah-langkah lain yang akan diterapkan termasuk penutupan bar dan restoran pada pukul 23.00, dari sebelumnya pukul 01.00.

Taman-taman umum dan taman bermain juga akan ditutup, sementara peserta yang hadir pada acara kumpul-kumpul akan dibatasi hingga enam orang.

Wilayah Madrid, yang saat ini menjadi zona merah, menyumbang sedikitnya sepertiga dari 133.604 kasus yang ditemukan di Spanyol selama dua minggu terakhir.

Majelis daerah yang konservatif telah memberlakukan karantina wilayah secara lokal di 45 kabupaten namun berselisih dengan pemerintah pusat, yang mendorong penutupan dilakukan di seluruh kota.

Spanyol telah mencatat total 769.188 kasus virus corona, lebih banyak dari negara-negara lain di Eropa Barat. Jumlah keseluruhan korban jiwa di Spanyol akibat COVID-19 mencapai 31.791 orang.

Sumber: Reuters

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

PMI Semprot Disinfektan

Berdaulat.id-Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, Palang Merah Indonesia (PMI) bersama jajaran TNI melakukan operasi penyemprotan disinfektan berskala besar di...

Djoko Tjandra Jalani Sidang Perdana 2 November 2020

Berdaulat.id - Terpidana kasus cessie Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra akan segera menjalani sidang perdana bersama dengan empat orang tersangka lainnya pada...

Bamsoet Apresiasi Bareskrim Tetapkan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung

Berdaulat.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi kinerja Bareskrim Polri dalam menetapkan delapan orang tersangka penyebab kebakaran gedung Kejaksaan Agung yang...

Menaker Ida Ajak Pelaku Wirausaha Kembangkan Platform Digital Modern

Berdaulat.id - Perkembangan teknologi dan platform digital yang tumbuh pesat di Indonesia harus dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil,...

BTN Resmikan Kantor Cabang Pembantu Di PUPR

Berdaulat.id - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala N. Mansury (kanan) bersama Sekjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat...