29.1 C
Luwuk
Senin, Juni 21, 2021

Target KPU 77,5 Persen Suara pada pilkada 2020 Dinilai Tinggi

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Wapres Harap NU Mendunia

Berdaulat.id - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, berharap Nahdlatul Ulama (NU) dapat berkiprah dan membawa perubahan lebih baik di tingkat dunia, termasuk juga menjalin...

Pelaku UMKM Diharapkan Dapat Prioritas

Berdaulat.id - Anggota DPR-RI Marwan Jafar mengatakan di tengah dampak pandemi COVID-19 kalangan pelaku UMKM harus mendapat prioritas penanganan, karena sektor ekonomi...

Dialektika Demokrasi

Berdaulat.id- Wakil Ketua Komisi VIII DPR FPKB, Marwan Dasopang bersama Pakar Komunikasi, Emrus Sihombing tampil sebagai pembicara secara fisik, sementara Menteri Sosial,...

Menpan RB Bahas Anggaran

Berdaulat.id - Komisi II DPR RI Rapat Kerja dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo serta RDP dengan Kepala...

Berdaulat.id – Pengamat politik dari Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang memberikan target partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak tahun 2020 sebesar 77,5 persen adalah terlalu tinggi.

“Target itu mungkin hanya ukuran Kemendagri, tapi kurang memperhitungkan kondisi masyarakat saat ini,” kata Jerry Massie melalui telepon selulernya, Kamis.

Jerry Massie mempertanyakan, apa pertimbangan dan indikatornya Kemendagri membuat target tingkat partisipasi pemilih pada pilkada serentak di 270 daerah, pada 9 Desember 2020, sebesar 77,5 persen.

Jerry melihat, bulan Desember 2020 masih dalam situasi pandemi COVID-19, di mana banyak orang bekerja dari rumah.

Menurut dia, kasus positif COVID-19 masih terus muncul. “Hingga saat ini akumulasi kasus positif COVID-19 sudah mencapai 474.000 kasus, serta kasus positif meninggal dunia sudah sebanyak 15.393 kasus,” katanya.

Jerry memperkirakan, tingkat partisipasi pemilih pada pilkada serentak tahun 2020 akan berbeda dengan tingkat partisipasi pemilih pada pilkada serentak tahun 2018 dan pemilu presiden tahun 2019.

“Saya melihat, animo masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada oilkada serentak tahun 2020, akan menurun,” katanya.

Jerry juga membandingkan dengan tingkat partisipasi pemilih pada pilkada serentak tahun 2018. Menurut dia, saat itu pemerintah membuat target tingkat partisipasi pemilih 75 persen, tapi realisasinya 73,24 persen. Sedangkan, pada pilkada serentak tahun 2017, realisasinya 74 persen.

“Itu artinya, target 75 persen belum tercapai, Kalau saat ini, targetnya dinaikkan menjadi 77,5 persen, maka sangat sulit dicapai,” katanya.

Menurut Jerry, target tingkat partisipasi pemilih pada pilkada serentak tahun 2020 yang lebih rasional adalah, sekitar 60-70 persen.

“Masyarakat saat ini, lebih fokus pada masalah ekonomi dari pada politik,” katanya.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Majelis Ulama Indonesia Sambangi Dubes Kanda

Berdaulat.id, Kamis (16/6/2021).  Rombongan Majelis Ulama Indonesia, dipimpin oleh Sekretaris Jenderal MUI Buya Dr. Amirsyah Tambunan,  bersama...

Ulama Dunia Mengecam Vonis Mati Pengadilan Mesir

Berdaulat.id, Mata dunia menyorot Mesir dua kali hanya dalam kurun waktu sebulan terakhir. Sebelumnya, negeri seribu menara...

Kinerja Kapolri 100 Hari

Berdaulat.id - Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry (kanan) bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kiri) memberikan keterangan pers usai...

Diskusi Empat Pilar MPR

Berdaulat.id -Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerjasam dengan Biro Humas dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal MPR RI menggelar diskusi Empat Pilar MPR RI dengan...

Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng dilantik, Polda Sulteng : Tidak eforia dan tetap patuhi protokol kesehatan covid-19

Berdaulat.id, Palu - Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 hari...