29.1 C
Luwuk
Senin, November 23, 2020

Taufik Basari (Tobas) : Revisi UU MK Rendahkan 9 Hakim Konstitusi

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Kemnaker – Diaspora Indonesia Galang Donasi Bagi Pekerja Terdampak Covid-19

Berdaulat.id - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Diaspora Indonesia sepakat untuk bersama-sama menjalankan program Diaspora Peduli Family to Family bagi pekerja...

Gus Jazil Diminta Membantu Mengurai Persoalan Aspal Buton

Berdaulat.id - Wakil Ketua MPR RI Dr. H. Jazilul Fawaid SQ., MA., menyampaikan keprihatinan terkait terpuruknya aspal Buton. Hingga kini, keberadaan aspal...

DPD RI Dukung Sinergisitas Sistem Keamanan Laut

Berdaulat.id - Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mendukung penguatan kelembagaan Badan Keamanan Laut (Bakamla) sebagai upaya meningkatkan sistem keamanan laut...

Warga di Bawah 45 Tahun Boleh Bekerja, Mardani: Sangat Berisiko

Berdaulat.id - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai, keputusan yang dikeluarkan Ketua Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Doni Monardo...

Berdaulat.id – Anggota Komisi III DPR F-Nasdem Taufik Basari (Tobas) menegaskan jika revisi UU Mahkamah Konstitusi (MK) dilakukan karena sebagai akibat dari keputusan MK sendiri. Dan, revisi ini sudah ada pada periode DPR sebelumnya, karenanya DPR menyesalkan adanya tuduhan barter dengan RUU ini dan itu. Justru, tuduhan itu merendahkan martabat sembilan (9) hakim konstitusi itu sendiri.

“Penghapusan periodesasi hakim konstitusi misalnya, itu diharapkan agar mereka ini tak berpikir lagi untuk mendapat ini dan itu, untuk menjadi menteri, kembali lagi menjadi hakim tinggi, lawyer, dan sebagainya. Melainkan mereka harus menjadi negarawan dan mengabdi sepenuhnya untuk rakyat, bangsa dan negara,”

tegas Taufik Basari.

Hal itu disampaikan Taufik Basari dalam Forum Legislasi “RUU Mahkamah Konstitusi: Bagaimana Memperkuat Kekuasaan Kehakiman?” bersama anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat Dr. Benny K Harman, Habiburokhman (Gerindra), dan pakar hukum Leopold Sudaryono (Australian National University) di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Lebih lanjut kata taufik, RUU MK ini termasuk ke dalam kategori RUU kumulatif dalam prolegnas, yakni RUU yang disusun sebagai akibat tindak lanjut dari putusan MK terhadap UU tertentu yang harus mengalami perubahan akibat putusan MK tersebut. Karena itu akibat adanya putusan-putusan MK terhadap UU MK, maka perlu dilakukan perubahan terhadap UU MK yang mengacu pada putusan-putusan MK tersebut.

Mengingat revisi ini kumulatif sebagai akibat dari putusan MK atau untuk menjawab tindak lanjut dari putusan MK menurut Taufik, maka akumulasi yang mengalami perubahan adalah yang memang menjadi obyek putusan-putusan MK. “Lain halnya jika usulan perubahan UU MK itu dilakukan bukan akibat dari putusan MK melainkan didasarkan dari hasil evaluasi terhadap tugas dan kewenangan MK, maka sangat terbuka untuk membahas hal-hal lain yang selama ini dianggap menjadi permalsahan dan untuk itu dibutuhkan kajian yang dimuat dalam naskah akademik,” ujarnya. (Prasetyo).

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Pembangunan Gedung DPRD dan Pengadaan Kambing di Purbalingga Jadi Sorotan

Berdaulat.id - Koordinator Kaki Publik, Wahyudin Jali mengatakan, saat ini di Pemerintah Kabupaten Purbalingga sedang viral. Pertama, adanya kejanggalan proyek  pembangunan Gedung...

Berikut Salah Satu Obat Agar Tetap Waras Selama Pandemi Covid-19

Berdaulat.id - Tak hanya kesehatan fisik, Anda juga perlu menjaga mental tetap sehat selama pandemi COVID-19 dan salah satunya bisa dengan berjalan-jalan...

Kemenperin Konsisten Kembangkan Desainer Muslim

Berdaulat.id - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka terus berupaya mengembangkan potensi desainer fesyen muda Indonesia yang sangat...

Ibrahimovic Alami Cidera, AC Milan Harap Cemas

Berdaulat.id - AC Milan sedang harap-harap cemas karena Zlatan Ibrahimovic terancam absen setelah mengalami masalah otot setelah membantu timnya mengalahkan Napoli 3-1...

Imigrasi Palu Batasi Sementara Layanan Eazy Passport

Berdaulat.id - Kantor Imigrasi Palu, Sulawesi Tengah tetap membuka layanan eazy passport kepada masyarakat, tetapi dibatasi dengan lebih diprioritaskan di wilayah Kota...