29.1 C
Luwuk
Sabtu, November 28, 2020

Tik-Tok sementara tetap beroperasi di AS

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Mahasiswa Asing Terancam Diusir dari AS, Pemerintah RI Upayakan Perlindungan

Berdaulat.id - Seluruh perwakilan RI di Amerika Serikat bertekad memastikan upaya perlindungan bagi pelajar atau mahasiswa Indonesia, menyusul aturan yang diberlakukan Pemerintah...

Jelang Deklarasi, Din Syamsuddin Sebut 150 Tokoh Bergabung dengan KAMI

Berdaulat.id - Salah satu inisiator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Din Syamsuddin menyatakan, setidaknya sudah ada 150 tokoh yang sudah tergabung dalam...

Yurianto: Sangat Mungkin Penularan Terjadi Saat Perjalanan Mudik

Berdaulat.id - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menekankan bahwa penularan virus corona baru atau COVID-19 sangat mungkin terjadi selama...

Kalahkan Lajovic, Nadal Maju Perempat Final Italian Open

Berdaulat.id - Rafael Nadal pada Jumat melewati petenis Serbia Dusan Lajovic dengan mudah untuk mencapai babak perempat final Italian Open ketika ia...

Pengadilan di Amerika Serikat untuk sementara memblokir perintah dari pemerintah yang meminta Apple Inc dan Alphabet Inc melarang memuat aplikasi TikTok.

Hakim Distrik di Washington, Carl Nichols pada Minggu (27/9) waktu setempat, mengeluarkan preliminary injuction agar larangan TikTok di pasar aplikasi dihentikan, dikutip dari Reuters.

Nichols kali ini menilai memblokir larangan lainnya dari Departemen Perdagangan yang akan melarang kesepakatan teknis dan bisnis yang dijadwalkan berlaku pada 12 November.

Departemen Perdagangan mengatakan “akan mematuhi aturan tersebut dan segera bertindak”.

Tidak disebutkan apakah pemerintah akan mengajukan banding.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengeluarkan perintah eksekutif bahwa TikTok harus memecah operasional di AS dalam waktu 90 hari.

Pengacara untuk TikTok, John E. Hall, mengatakan larangan tersebut “belum pernah terjadi” dan “tidak rasional” karena negosiasi sedang berlangsung.

“Ini hanya hukuman. Ini cara yang terang-terangan untuk memukul perusahaan. Tidak ada yang mendesak di sini,” kata Hall saat sidang.

TikTok menyatakan puas dengan preliminary injuction tersebut dan akan melanjutkan diskusi yang sedang berlangsung dengan pemerintah.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...

Menkop Tekankan UMKM Go Digital

Berdaulat.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan dan menerapkan tiga hal dalam upaya mendorong UMKM go digital meliputi kapasitas usaha, kualitas produk,...

Soal Edhy Prabowo, Gerindra Hormati Proses Hukum

Berdaulat.id - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan Gerindra menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Bareskrim Tegaskan Berkas Perkara Syahganda dan Jumhur P21

Berdaulat.id - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan berkas perkara dua dari 10 orang tersangka kasus pelanggaran...