29.1 C
Luwuk
Selasa, April 20, 2021

Tim Dongeng Ceria Hibur Anak Penyintas Gempa Mamuju

Data Real Time COVID-19

Baca juga

GNPF Ulama Bogor Nilai RUU HIP Harus Dibatalkan

Berdaulat.id - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Bogor menyatakan dukungannya atas maklumat Majalis Ulama Indonesia (MUI) bersama MUI seluruh Indonesia yang...

Lawan Penyebaran COVID-19, Politisi PKS Desak Pemerintah Gerak Lebih Cepat

Berdaulat.id,- Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang juga anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati mendesak pemerintah untuk bergerak lebih...

PSBB DKI Diperpanjang, DPR Sarankan Perbaikan

Berdaulat.id -Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyampaikan saran bagi perbaikan pelaksanaan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI...

Forum Legislasi DPR

Berdaulat.id - Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerja sama Biro Pemberitaan Parlemen DPR RI menyelenggarakan diskusi Forum Legislasi bertajuk "RUU Perlindungan Data Pribadi, Dapatkah...

Berdaulat.id, MAMUJU – Dalam situasi pascabencana, anak-anak menjadi pihak paling rentan mengalami trauma. Untuk itu, dibutuhkan pendampingan khusus secara psikologis bagi anak-anak yang menjadi korban bencana. Seperti yang terjadi di pengungsian korban gempa Mamuju-Majene, Sulawesi Barat.

Hingga saat ini, masih banyak warga dan anak-anak yang terpaksa tinggal di pengungsian. Selain kebutuhan dasar seperti makanan hingga obat-obatan, kebutuhan trauma healing juga sangat dibutuhkan anak-anak.

Hal inilah yang dilakukan tim Dongeng Ceria di Kelurahan Rimuku, Kabupaten Mamuju. Tak hanya mendampingi anak-anak bermain dan belajar di posko Zona Anak, tim Dongeng Ceria pun menggalang dana untuk penyediaan selimut, hygiene kit, serta pangan sehat untuk 100 anak penyintas di Mamuju.

“Prinsip respon kebencanaan Dongeng Ceria adalah sedikit tapi tuntas, kecil tapi fokus,” ungkap Kak Iman Surahman, founder Dongeng Ceria Indonesia.

Iman menjelaskan, tagline tim Dongeng Ceria dalam respon kebencanaan adalah “Mengubah tenda pengungsian menjadi bumi perkemahan.” Jadi, lanjut Imam, anak-anak penyintas di zona anak Dongeng Ceria seperti layaknya sedang berkemah bukan seperti sedang mengungsi. Tujuannya adalah pengkondisian psikologis mereka, agar mereka pada akhirnya bisa ridho dan mendapat pelajaran dari apa yang mereka alami.

“Kita tidak meminta mereka melupakan, tetapi menjadikan apa yang menimpa mereka sebagai pelajaran. Kedepannya diharapkan mereka bisa menjadi bagian dari Anak Indonesia Cerdas Bencana,” seru Kak Iman.

Di lokasi zona anak, beber Iman, anak-anak mengikuti berbagai permainan dan dongeng yang dibawakan tim Dongeng Ceria. Kegiatan harian di zona anak antara lain olahraga atau senam pagi, dongeng boneka, permainan untuk trauma healing seperti menempelkan stiker cita-cita, menggambar, meniup balon, dan beragam aktivitas fisik lainnya.

Selain upaya psikologis, tim Dongeng Ceria juga menyiapkan camilan dan makanan berat yang sehat untuk anak-anak di zona anak ini, sehingga proses recovery anak-anak penyintas di sini bisa makin optimal.*

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Relawan Jokowi Berharap Presiden Jokowi Tak Pilih Menteri Dari kader Parpol

Berdaulat.id, Seluruh organ simpul relawan Jokowi menaruh harapan tinggi terhadap reshuffle kabinet yang kabarnya akan dilakukan Presiden...

Klarifikasi Donasi Untuk Masjid di Toronto Canada – Ustadz Adi Hidayat⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣اَلسَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ‎⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣Berdaulat.id, Menanggapi berita yang tengah beredar pada saat ini yang menyebutkan bahwa pembangunan...

Kemana Arah Politik Jokowi Di Pilpres 2024?

Tony RosyidPengamat Politik dan Pemerhati Bangsa Berdaulat.id, Tiga periode jabatan presiden, hampir tidak mungkin...

Artikel Ramadhan 7 : Shalat Tarawih

Berdaulat.id, Waktu Shalat Tarawih       Waktu shalat Tarawih/Lail adalah sesudah shalat Isya’ hingga terbit...

Manuver Poros Umat, Akankah Digdaya?

Tony RosyidPengamat Politik dan Pemerhati Bangsa Berdaulat.id, 2024 terasa sangat dekat. Meski masih dua...