29.1 C
Luwuk
Sabtu, Februari 27, 2021

Tim F1 Mercedes Bisa Cetak Sejarah

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Kemendikbud Siapkan Asrama jadi Wisma Singgah dan Isolasi Mandiri

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendukung penuh penanganan dan pencegahan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). Dukungan tersebut dilakukan salah satunya dengan memberikan bantuan kepada Pemerintah Daerah...

Perusahaan Otomotif VW Akui Kejar Tesla

Berdaulat.id - Volkswagen menyatakan dalam posisi yang baik untuk mengejar Tesla, baik dalam jumlah produksi mobil listrik maupun pengembangan perangkat lunak, kata Chairman...

Tagihan Listrik Melonjak, PKS: PLN Mengecewakan!

Berdaulat.id - Menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait lonjakan tagihan listrik bulan Juni 2020, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto...

Politisi PKS Minta Kemendagri Jaga Netralitas Pemilu Serentak 2020

Berdaulat.id - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam...

Berdaulat.id – Lewis Hamilton dan tim Mercedes bisa mencetak sejarah di Formula 1 pada Minggu ketika Portugal untuk pertama kalinya setelah 24 tahun kembali ke kalender balapan yang terganggu oleh pandemi tahun ini.

Juara dunia enam kali itu telah menyamai capaian 91 kemenangan Grand Prix Michael Schumacher dua pekan lalu di Nurburgring, Jerman, dan kali ini ia memiliki kesempatan untuk memecahkan rekor tersebut di Sirkuit Algarve, Portimao, yang bakal menggelar Grand Prix perdana mereka.

Sementara itu, Mercedes mendapat kesempatan pertama mereka untuk mengunci gelar konstruktor ketujuh kalinya secara beruntun.

Agar ambisinya tercapai, tim juara bertahan itu perlu mengemas 40 poin lebih banyak dari Red Bull, yang berarti mereka harus finis 1-2 atau 1-3, dengan syarat tim rival finis tanpa poin.

Tim pabrikan Jerman itu saat ini unggul 180 poin, dengan lima balapan tersisa setelah Portugal yang menawarkan total 220 poin hingga akhir musim.

Di bawah sistem poin baru di F1, tim bisa mengakumulasikan maksimal 44 poin dalam satu balapan lewat finis 1-2 serta mencetak waktu tercepat.

Proposisi yang lebih realistis adalah Mercedes mengklaim titel konstruktor di Imola satu pekan setelah itu, ketika cukup menjaga margin 176 poin.

Red Bull telah dua kali gagal mengemas poin dari 11 balapan yang telah digelar musim ini sedangkan Hamilton telah tujuh kali naik podium teratas dengan rekan satu timnya, Valtteri Bottas, dua kali dan kini terpaut 69 poin di klasemen pebalap dengan enam balapan tersisa.

Mercedes telah mencetak 40 poin atau lebih di enam balapan, dengan tiga kali finis 1-2, namun dari semua situasi itu Red Bull mampu mencuri sedikitnya 15 poin.

Bottas gagal menyelesaikan lomba di Nurburgring karena masalah power unit, yang menjadi pukulan keras terhadap peluangnya berebut gelar tahun ini.

“Kami telah mengidentifikasi komponen elektronik yang rusak di kontrol elektronik sebagai penyebab masalahnya dan bukti menunjukkan bahwa kesigapan menghentikan mobil mencegah kerusakan mekanis di power unit dia,” kata bos tim Mercedes Toto Wolff seperti dikutip Reuters.

Hamilton cukup baik dalam mengenal sirkuit baru di kalender di masa lalu dan telah menang dua kali tahun ini di trek yang tidak akan menjadi tuan rumah Grand Prix jika bukan karena pandemi, seperti Mugello di Italia dan Nurburgring di Jerman.

Meski trek Portugal itu baru di kalender musim, sejumlah pebalap telah membalap dan menjalani tes di sana.

Hamilton melakukan tes bersama McLaren di Algarve pada 2009 sedangkan Bottas melibas trek itu di Formula 3, demikian juga Charles Leclerc dari tim Ferrari.

“Sirkuit ini mungkin baru bagi kebanyakan mereka dengan sedikit dari mereka yang memiliki pengalaman di sana di level junior,” kata pebalap McLaren Lando Norris, yang menjalani tes di Portimao pada 2017 dan 2011.

“Tidak yakin apakah itu akan sedikit menguntungkanku dari para pebalap yang baru di trek, tapi kita harus tunggu dan lihat,” kata pebalap Inggris itu.

Pemerintah setempat Portugal telah mengizinkan sebanyak 27.500 menonton langsung balapan tersebut setiap harinya di Portimao dengan penerapan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pebalap tim Racing Point Lance Stroll, menjadi pebalap kedua musim ini yang terjangkit COVID-19 setelah rekan satu timnya, Sergio Perez, yang melewatkan dua balapan di Silverstone pada Agustus lalu.

Sang pebalap Kanada pada Senin telah mendapatkan hasil negatif COVID-19 setelah mengisolasi diri dan bersiap kembali membalap di Portugal setelah digantikan Nico Hulkenberg di Nurburgring dua pekan lalu.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Syakir Daulay Didaulat Jadi Duta Wakaf

JAKARTA—Direktur Baitul Wakaf Rama Wijaya mengungkapkan wakaf bisa dilakukan berbagai kalangan. Tua dan muda, laki-laki dan perempuan,...

KA SPN Polda Sulteng Gelar Supervisi PJJ di Mapolres Banggai

Kepala Sekolah Polisi Negara (KA SPN)Polda Sulteng Kombea Pol Hery Nooryanto SIK, menggelar supervisi Pembelajaran Jarak Jauh...

Laznas PPPA Daarul Qur’an Jadi Pelopor Sustainability Report Pada Gerakan Filantropi Islam

Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) PPPA Daarul Qur'an menjadi pelopor sustainability report atau laporan keberlanjutan di dunia...

Tolak Zuhairi Misrawi

by M Rizal Fadillah Pengajuan Zuhairi Misrawi sebagai Duta Besar Saudi Arabia terus menuai...

Pemantapan Komunikasi Publik, Konferensi Pers Polda Sulteng Hadirkan Interpreter

Berdaulat.id, Palu Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Konferensi Pers yang diselenggarakan Polda Sulawesi Tengah pagi ini, Kamis...