29.1 C
Luwuk
Selasa, November 24, 2020

Tjahjo: Pemerintah Tak Ingin Beri Kebijakan Menjerumuskan Rakyat

Data Real Time COVID-19

Baca juga

DPR Ajak Warga Patuhi Arahan Gubernur Saat DKI Jakarta Terapkan PSBB

Berdaulat.co.id - Menteri Kesehatan menyetujui permintaan Gubernur DKI Jakarta untuk menerapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), setelah pasien positif Covid-19 di...

Komisi IX DPR RDP Dengan Ketua DJSN, Dewas BPJS, Dirut BPJS Dan Sekjen Depkes

Berdaulat.id- Komisi IX DPR RI Rapat Dengar Pendapat dengan Ketua DJSN, Dewas BPJS Kesehatan, Dirut BPJS Kesehatan, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI,...

Bamsoet : Peran Kepala Daerah Signifikan dalam Pemulihan Ekonomi

Berdaulat.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak semua pemerintah daerah mendukung dan partisipatif pada rencana pemulihan ekonomi seperti tertuang dalam Peraturan...

Baleg DPR Rapat Dengan Tiga Menteri

Berdaulat.id - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) didampingi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (tengah) dan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah hadir...

Berdaulat.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa pemerintah tidak ingin memberi kebijakan yang menjerumuskan rakyat.

Tjahjo menyampaikan hal itu menanggapi banyaknya fitnah yang menuduh pemerintah ingin memberi kebijakan yang menjerumuskan rakyat.

“Sebagai warga negara yang baik, tentunya kebijakan pemerintah harus kita dukung. Tidak ada kebijakan pemerintah yang menjerumuskan rakyatnya, itu enggak ada,” ujar Tjahjo di Jakarta, Senin.

Mantan Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pusat itu mengatakan bahwa pemerintah saat ini terbuka, dan menjunjung tinggi asas negara demokratis.

Ia mengatakan bahwa pemerintah tentu akan senang hati menerima saran dan kritik dari masyarakat, asalkan itu bukan fitnah dan tidak disampaikan dengan cara menghujat.

“Silakan menyampaikan saran dan kritik, tapi jangan fitnah dan jangan menghujat,” kata Tjahjo.

Selain itu, Tjahjo juga mengimbau agar generasi muda tidak terpancing menyebarkan berita-berita yang tidak benar, supaya ‘bangunan’ negara yang besar ini tidak runtuh karena perpecahan yang timbul dari berita-berita tidak benar tersebut.

Ia berharap pemerintah bersama rakyat dapat saling mendukung secara aktif, termasuk dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN), yang juga menjadi bagian dari warga negara tersebut.

Sebagai Menpan-RB, Tjahjo berharap ASN lebih memiliki tanggung jawab di masyarakat, dengan menjadi contoh yang menggerakkan dan mengorganisir masyarakat, serta memutus rantai penyebaran pandemi COVID-19 yang “menjajah” bangsa saat ini.

Di tempat yang sama, Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia turut mendukung pernyataan Tjahjo Kumolo. Menurut Bahlil, sosok Tjahjo merupakan seorang mantan aktivis pada eranya.

“Beliau ini tokoh legendaris sebagai Ketua Umum KNPI. Enggak ada anak muda di republik ini, apalagi Cipayung, yang tidak kenal sama pak Tjahjo,” kata Bahlil.

Secara khusus, Bahlil juga berpesan pada generasi muda, khususnya aktivis, agar berjuang meningkatkan sisi kemandirian berwirausaha dibandingkan menjadi birokrat.

Di masa lalu, kata dia, ada teori yang mengatakan bahwa ketika kewirausahaan suatu negara lebih dominan dibanding birokrasinya, maka dominasi tersebut akan membuat negara lebih cepat maju. Contohnya, Singapura.

Tapi kalau birokrasi lebih dominan dibandingkan kewirausahaan, maka pertumbuhan negara tersebut akan berjalan lambat.

“Nah, kita ingin di masa depan, kita menjadi negara yang kuat secara ekonomi. Bahkan 10 besar, begitu,” kata Bahlil.

Oleh karena itu, menurut dia, UU Cipta Kerja dibuat seperti ini oleh pemerintah untuk memudahkan tumbuhnya kemandirian berwirausaha agar para mahasiswa dan generasi muda tidak bingung mau jadi apa setelah kuliah.

“Saya takut, jangan sampai adik-adik kita yang selesai sekolah ini jadi jebolan organisasi semua. Bayangkan, mereka ini kalau tidak bisa jadi stabilitator, fasilitator dan lain-lainnya, bapak ibu semua sudah tahu jadi apa aktivis ini. Mereka pasti bisa melakukan apa saja,” kata Bahlil.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Berdaulat.id - Musyawarah Nasional ke-10 menjadi momentum pergantian kepengurusan dan kepemimpinan di Majelis Ulama Indonesia Pusat. Munas memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan jabatan dan...

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

Berdaulat.id - Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerjasama dengan Humas dan Pemberitaan MPR RI menggelar Diskusi 4 Pilar, dengan tema "Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19...

Pembangunan Gedung DPRD dan Pengadaan Kambing di Purbalingga Jadi Sorotan

Berdaulat.id - Koordinator Kaki Publik, Wahyudin Jali mengatakan, saat ini di Pemerintah Kabupaten Purbalingga sedang viral. Pertama, adanya kejanggalan proyek  pembangunan Gedung...

Berikut Salah Satu Obat Agar Tetap Waras Selama Pandemi Covid-19

Berdaulat.id - Tak hanya kesehatan fisik, Anda juga perlu menjaga mental tetap sehat selama pandemi COVID-19 dan salah satunya bisa dengan berjalan-jalan...

Kemenperin Konsisten Kembangkan Desainer Muslim

Berdaulat.id - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka terus berupaya mengembangkan potensi desainer fesyen muda Indonesia yang sangat...