29.1 C
Luwuk
Sabtu, Maret 6, 2021

TP3 Enam Laskar FPI Ajukan Audiensi ke Presiden Jokowi

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Gerindra Sebut COVID-19 Jadi Panggung Kepala Daerah Menampilkan Diri

Berdaulat.id - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Sodik Mudjahid mengatakan, pandemi COVID-19 merupakan panggung bagi kepala daerah untuk menampilkan diri di...

Soal Perpres Perubahan Kartu Prakerja, PKS Usul Dihentikan Saja

Berdaulat.id - Presiden Joko Widodo melakukan revisi pelaksanaan Program Kartu Prakerja dengan menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 76 tahun 2020 tentang Perubahan atas...

Toyota Kenalkan Produk Baru

Berdaulat.id - Toyota Motor Corporation mencuri perhatian dunia otomotif dengan mengenalkan Corolla versi sport utility vehicle (SUV) di Thailand. Dilansir laman...

Usai Jalani Protokol Kesehatan, Menteri Kelautan dan Perikanan Dalam Kondisi Sehat

Berdaulat.id - Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Agung Tri Prasetyo mengemukakan bahwa Menteri...

Berdaulat.id, Jakarta – Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam laskar FPI mengajukan audiensi dengan Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) untuk membahas kasus kematian enam warga sipil dalam ‘Tragedi KM 50’ pada 7 Desember 2020 lalu.

Ketua TP3 Abdullah Hehamahua mengatakan, surat pengajuan audiensi sudah dikirimkan melalui Kantor Sekretariat Negara.

“Kami sudah menemui enam keluarga korban, kami mewancarai secara detail baik bapak ibu paman saudara, temuan yang kami dapat simpulkan sangat kontradiktif dengan hasil investigasi Komnas HAM,” kata Abdullah dalam konferensi pers yang digelar secara online pada Sabtu (6/2/2021).

Kata Abdullah, Komnas HAM yang memiliki kewenangan terbatas telah menyerahkan hasil investigasinya kepada Presiden Jokowi.

“Berdasarkan hal itulah kami ingin menyampaikan langsung kepada Presiden, Presiden harus mengambil tindakan tegas, transpasan dan objektif,” jelas Mantan Penasehat KPK ini.

Sementara itu, juru bicara TP3 Marwan Batubara berharap surat TP3 yang telah dikirimkan pada Kamis 4 Januari 2021 lalu mendapatkan jawaban segera. “Kami berharap ada jawaban kapan jadwal kami untuk beraudiensi dengan Presiden,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Marwan, TP3 berharap mendapat dukungan seluruh masyarakat yang peduli menjaga martabat kemanusiaan. “Kalau kita tidak peduli, rasa kemanusiaan kita bermasalah,” ucapnya.

Menurutnya, dukungan diperlukan dalam upaya tegaknya keadilan dalam kasus pembunuhuan enam warga sipil tersebut.

Dalam konferensi pers tersebut hadir pula Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi, Advokat senior Wirawan Adnan, Wartawan senior Edy Mulyadi, Presiden KOMPI HM Mursalin, Ustaz Ansufri Idrus Sambo, Ustaz Bukhari Muslim dan lainnya.

Pernyataan para tokoh TP3 juga disampaikan dalam dua bahasa lain yaitu bahasa Arab dan Inggris. Harapannya, kasus ini menjadi perhatian dunia internasional.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

MUI Kaji Strategi Kecerdasan Buatan untuk Dakwah Islam

Berdaulat.id, JAKARTA – Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar diskusi kelompok terarah (FGD)...

YBM PLN Hadirkan Rumah Bersalin di Pedalaman Banten

Berdaulat.id, Jalan bebatuan dan tanah harus dilalui oleh Bidan Fiqoh untuk menuju Puskesmas Kecamatan Sumur di Banten...

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Langsung Pelaksanaan Vaksinasi Prajurit TNI-Polri di Polda Kepri

Berdaulat.id, Kepri, Sebanyak 1.000 Prajurit TNI – Polri di wilayah Provinsi Kepri menjalani Vaksin Covid – 19,...

Kemenag Gelar Seleksi Tahap II Calon Imam Luar Negeri

Berdaulat.id, Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Seleksi Tahap II untuk memilih Calon Imam Luar Negeri. Proses seleksi berlangsung...

Ketum MUI Tinjau Kinerja LPPOM MUI di Masa Pandemi

Berdaulat.id, JAKARTA— Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftachul Akhyar, melakukan tinjauan langsung ke kantor LPPOM...