29.1 C
Luwuk
Sabtu, Februari 27, 2021

Tuntaskan Kasus Jiwasraya, DPR Desak Kejagung Panggil Eks Bos Bapepam-LK

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Imbas Covid-19, Perekonomian Jakarta Turun 60 Persen

Berdaulat.id - Wabah Covid-19 berdampak signifikan terhadap perekonomian Jakarta. Perekonomian di Ibu Kota saat ini sudah turun hingga 60 persen. Perekonomian Jakarta...

Menaker Ida Ajak Muhammadiyah Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi SDM Indonesia

Berdaulat.id- Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengajak Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk berkolaborasi meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Menurut Menaker Ida, setiap tahun...

Produk AMDK Penuhi Standar SNI

Berdaulat.id - Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa produk air minum dalam kemasan (AMDK) yang beredar di pasar domestik dan diproduksi oleh industri di Tanah...

LaNyalla Academia Serahkan Bantuan APD Dan Masker Ke RS Unair Surabaya

Berdaulat.id - Yayasan LaNyalla Academia serahkan bantuan alat pelindung diri (APD) dan masker bagi tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit Universitas...

Berdaulat.id – Anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan menegaskan kepada pihak Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk memanggil semua pihak yang terlibat demi mengembangkan kasus dugaan korupsi dan pencucian uang di PT Asuransi Jiwasraya, tak terkecuali orang-orang lama di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat masih bernama Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

“Orang-orang OJK harus dipanggil. Mereka seharusnya tahu soal kasus ini dan juga mereka melakukan pengawasan jika ada produk asuransi akan dikeluarkan oleh sebuah perusahaan,” kata Trimedya saat dihubungi wartawan, Jumat (11/9/20).

Dalam rapat terbatas antara Komisi III DPR RI dan Kejaksaan Agung, Trimedya mengatakan jika Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) mengungkap tengah melakukan menyelidikan baru atas temuan-temuan yang ada. Seperti adanya nama pengusaha nasional Rosan yang diduga tahu atau terlibat, juga Dirjen Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata yang saat itu pernah menjadi Kabiro Perasuransian di Bapepam-LK dan beririsan pada keluarnya produk JS Saving Plan Jiwasraya yang bermasalah.

“Seandainya ada petunjuk baru baik dari DPR atau fakta persidangan, Kejaksaan Agung bisa gerak cepat dan menelusurinya. Sepanjang nama-nama itu (Isa Rachmatarwata dan Rosan) sepanjang diperlukan dan dianggap penting harus dipanggil,” ungkapnya.

Saat menjabat sebagai Kepala Biro Perasuransian Bapepam LK periode 2006 hingga 2013, Isa jadi pejabat yang memberikan izin manajemen Jiwasraya untuk melakukan Reasuransi dan Revaluasi Aset, terkait laporan keuangan yang dijalankan pada periode 2008 hingga 2012. Di periode yang sama Isa memberikan izin penerbitan produk JS Saving Plan yang menjadi sumber masalah keuangan Jiwasraya yang mana produk ini memberikan bunga tetap tinggi antara 9 persen hingga 14 persen demi menutup hutang besar Jiwasraya lewat skema prinsip ponzi.

Trimedya pun tidak memungkiri kekhawatirannya jika perkara Jiwasraya tidak selesai. Dampak yang ditimbulkan bisa sangat besar mengingat mayoritas nasabah perusahaan asuransi pelat merah itu adalah pemegang polis dana pensiun dan wong cilik atau biasa disebut nasabah tradisional.

“Dampak sosialnya sangat besar. Mereka orang-orang kecil. Yang simpan dananya bertahun-tahun berharap dapat uang di hari tua. Kebayang kalau itu tidak bisa dibayarkan,” ungkap Trimedya.

Dengan 5,5 juta nasabah Jiwasraya saat ini, Trimedya meminta Kejaksaan Agung bisa cepat tanggap melihat banyak kemungkinan jika kasus ini tidak diselesaikan. Terlebih, ungkap Trimedya, para terdakwa yang kini tengah berperkara sering memberikan pernyataan yang melawan praduga dari tuntutan jaksa.

“Terdakwa ini udah ngoceh-ngoceh tuh. Bagaimana Kejaksaan Agung menanggapi itu. Kejaksaan Agung harus bisa ambil fakta persidangan, seperti yang biasa KPK lakukan. UU Kejaksaan pun tengah dikebut, nantinya Kejaksaan Agung akan punya kekuatan yang super,” tuturnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan menyebut pihaknya bisa memanggil siapa saja terkait dengan proses hukum penanganan kasus ini. Arteria, melalui Panitia Kerja (Panja) Komisi III mengatakan, ia langsung mengawal kasus ini, sehingga tidak akan takut untuk memanggil siapapun, termasuk kemungkinan untuk memanggil Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata.

“Soal itu tidak ada masalah, bisa kita panggil jika diperlukan. Bahkan jika ada kemungkinan Kejaksaan Agung untuk memanggil pun tidak masalah. Saya kawal benar kasus ini,” kata Arteria saat dihubungi wartawan, Senin (31/8/20).

Dalam kasus Jiwasraya, saat itu Isa merupakan Kepala Biro Perasuransian Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) periode 2006-2013, yang mana saat itu seharusnya Bapepam-LK (yang saat ini menjadi Otoritas Jasa Keuangan) bisa lebih teliti melihat produk JS Saving Plan sebagai sebuah produk yang tidak biasa dalam industri asuransi.

Saat proses Bapepam LK berganti nama menjadi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2012-2013, posisi Isa digantikan Firdaus Djaelani. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Syakir Daulay Didaulat Jadi Duta Wakaf

JAKARTA—Direktur Baitul Wakaf Rama Wijaya mengungkapkan wakaf bisa dilakukan berbagai kalangan. Tua dan muda, laki-laki dan perempuan,...

KA SPN Polda Sulteng Gelar Supervisi PJJ di Mapolres Banggai

Kepala Sekolah Polisi Negara (KA SPN)Polda Sulteng Kombea Pol Hery Nooryanto SIK, menggelar supervisi Pembelajaran Jarak Jauh...

Laznas PPPA Daarul Qur’an Jadi Pelopor Sustainability Report Pada Gerakan Filantropi Islam

Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) PPPA Daarul Qur'an menjadi pelopor sustainability report atau laporan keberlanjutan di dunia...

Tolak Zuhairi Misrawi

by M Rizal Fadillah Pengajuan Zuhairi Misrawi sebagai Duta Besar Saudi Arabia terus menuai...

Pemantapan Komunikasi Publik, Konferensi Pers Polda Sulteng Hadirkan Interpreter

Berdaulat.id, Palu Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Konferensi Pers yang diselenggarakan Polda Sulawesi Tengah pagi ini, Kamis...