29.1 C
Luwuk
Sabtu, Februari 27, 2021

Tuntutan Ringan Penyerang Novel, Syarif: Tak Bisa Diterima Akal Sehat

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Puan Berharap Santri Jadi Agen Perubahan

Berdaulat.id - Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan bahwa Hari Santri Nasional adalah wujud penghormatan atas jasa para santri dalam perjuangan meraih...

Baleg DPR Bahas Lanjutan RUU Omnibus Law Ciptaker

Berdaulat.id - Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Supratman Andi Agtas dan Wakil Ketua Baleg Rieke Diah Pitaloka saat memimpin rapat Omnibus...

Alat Tangkap Ikan Diharap Terapkan Teknologi Ramah Lingkungan

Berdaulat.id - Ketua Komisi IV DPR RI Sudin menyatakan, penggunaan alat penangkapan ikan saat ini harus menggunakan teknologi ramah lingkungan sehingga sumber...

WHO Kirim Surat, Politisi PKS nilai Pemerintah Lamban Tangani Wabah Virus Corona

Berdaulat,id,- Dalam melakukan penanganan terhadap wabah virus corona, langkah pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dinilai sangat lamban. Begitu disampaikan...

Berdaulat.id – Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menilai tuntutan 1 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap dua penyerang Novel Baswedan tidak dapat diterima akal sehat.

“Tidak dapat diterima akal sehat,” kata Syarif di Jakarta, Jumat (12/6/20).

Ia pun membandingkan dengan tindak pidana penganiayaan yang menjerat Bahar Bin Smith. Saat itu, Jaksa menuntut Bahar dengan hukuman 6 tahun penjara.

“Bandingkan saja dengan penganiayaan Bahar Bin Smith,” katanya.

Atas tuntutan rendah itu, Syarif juga mengatakan bahwa proses persidangan kasus penyerangan Novel hanya “panggung sandiwara”.

“Saya melihat pengadilan ini sebagai ‘panggung sandiwara’,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette selaku dua orang terdakwa penyerang Novel dituntut 1 tahun penjara karena dinilai terbukti melakukan penganiayaan terencana yang mengakibatkan luka-luka berat.

“Menuntut supaya menjadi hakim pengadilan tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Utara menyatakan terdakwa Roni Bugis terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana secara bersama-sama yaitu melakukan perbuatan penganiayaan dengan rencana lebih dahulu yang mengakibatkan luka-luka berat sebagaimana dakwaan subsider. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Roni Bugis berupa pidana penjara selama 1 tahun dengan perintah supaya terdakwa tetap ditahan,” kata jaksa penutut umum (JPU) Kejari Jakarta Utara Ahmad Fatoni di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (11/6).

Tuntutan itu berdasarkan dakwaan pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Hal-hal yang memberatkan, terdakwa telah menciderai institusi Polri. Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, mengakui perbuatan, bersikap kooperatif dan mengabdi sebagai anggota Polri selama 10 tahun,” tambah jaksa.

Sedangkan rekan Ronny, Rahmat Kadir Mahulette juga dituntut 1 tahun penjara. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Syakir Daulay Didaulat Jadi Duta Wakaf

JAKARTA—Direktur Baitul Wakaf Rama Wijaya mengungkapkan wakaf bisa dilakukan berbagai kalangan. Tua dan muda, laki-laki dan perempuan,...

KA SPN Polda Sulteng Gelar Supervisi PJJ di Mapolres Banggai

Kepala Sekolah Polisi Negara (KA SPN)Polda Sulteng Kombea Pol Hery Nooryanto SIK, menggelar supervisi Pembelajaran Jarak Jauh...

Laznas PPPA Daarul Qur’an Jadi Pelopor Sustainability Report Pada Gerakan Filantropi Islam

Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) PPPA Daarul Qur'an menjadi pelopor sustainability report atau laporan keberlanjutan di dunia...

Tolak Zuhairi Misrawi

by M Rizal Fadillah Pengajuan Zuhairi Misrawi sebagai Duta Besar Saudi Arabia terus menuai...

Pemantapan Komunikasi Publik, Konferensi Pers Polda Sulteng Hadirkan Interpreter

Berdaulat.id, Palu Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Konferensi Pers yang diselenggarakan Polda Sulawesi Tengah pagi ini, Kamis...