29.1 C
Luwuk
Kamis, April 22, 2021

Wasekjen Demokrat: Resesi Akibat Salah Kebijakan Jokowi Tangani Pandemi

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Untuk Cabut RUU HIP di DPR, Muhammadiyah Minta Partai Demokrat “Istiqomah”

Berdaulat.id - Koordinator Tim Pengawal Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti meminta Partai Demokrat konsisten (istiqomah) mencabut RUU...

Komisi III DPR Minta KPK Awasi Anggaran Covid-19

Berdaulat.id - Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry, mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berperan aktif dalam pengawasan anggaran penanganan Covid-19.Herman berpesan,...

Polisi Masih Selidiki Kasus Pelanggaran Acara Habib Rizieq

Berdaulat.id - Penyidik Polri masih terus menyelidiki kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan terkait kerumunan massa yang dihadiri Rizieq Shihab.

10 Posisi di Industri Media yang Harus diketahui

Berdaulat.id, Anda meluncurkan kampanye, mengirim email, dan membuat strategi dengan satu tujuan – untuk mendapatkan perhatian media....

Berdaulat.id – Wasekjen Partai Demokrat Irwan mengatakan, Indonesia resmi memasuki resesi. Karena itu perlu solusi kongkrit yang harus dilakukan pemerintah, bukan hanya pragmatis.

Menurut Irwan, Indonesia saat ini mengalami dua krisis kembar yakni krisis ekonomi dan krisis kesehatan dengan adanya pandemi corona. Dimana pandemi menjadikan ekonomi Indonesia semakin parah, bahkan resesi.

Irwan pun menilai faktor utama yang menyebabkan resesi yakni kinerja pemerintahan Jokowi yang lamban dan salah kebijakan dalam menangani pandemi.

“Pemerintah gagal responsif dan adaptif dalam menetapkan prioritas kebijakan dalam menangani pandemi. Padahal solusi utama menghadapi resesi adalah mengakhiri pandemi. Apabila pandemi berakhir resesi pun akan usai,” kata Irwan dalam keterangan yang diterima wartawan, Selasa (22/9/20).

Selain itu, sambung pria akrab disapa Irwan Fecho ini, resesi saat ini disebabkan adanya masalah sistemik

Irwan pun menegaskan apapun dalih pemerintah, kondisi ini sangat memprihatinkan, padahal di saat pandemi, pemerintah memiliki ruang yang besar untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dengan berbagai skema dan regulasi.

“Dalam regulasi terkait penanganan pandemi, pemerintah memiliki kewenangan besar untuk mengelola keuangan negara selonggar-longgarnya tanpa potensi pidana. Pemerintah juga sudah menggelontorkan dana besar untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN),” jelas Anggota DPR RI asal Kaltim ini.

Irwan pun melanjutkan, solusi lainnya yakni peningkatan konsumsi masyarakat harus dilakukan secara terus menerus. Dimana, daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah resesi.

“Program-program padat karya tunai serta bantuan langsung tunai bisa untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Sehingga tentunya secara konsisten dan massif program padat karya harus terus digalakkan,” pungkas Irwan.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut perekonomian Indonesia akan masuk ke teritori negatif pada kuartal tiga, sementara kuartal empat memiliki potensi yang sama.

Sehingga, sambung Sri Mulyani, Indonesia dipastikan masuk ke jurang resesi akibat pandemi Covid-19. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Kamus Sejarah Indonesia Jilid I & II Beredar di Olshop

Fikri Faqih: “Bila tidak dilarang, berarti benar adanya” Berdaulat.id, Wakil Ketua Komisi X DPR...

Muslimah Wahdah Siap Tebar Ifthar di Seluruh Penjuru Nusantara

Berdaulat.id, Bulan Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk merefleksikan diri untuk hijrah ke arah yang lebih baik. Tidak...

Artikel Ramadhan 9 : Definisi, Dalil, dan Hukum I’tikaf

I’tikaf (Bagian 1) Berdaulat.id, Definisi, Dalil, dan Hukum I’tikaf Definisi

Rakor Lintas Sektoral Jelang Idul Fitri, Kapolri: Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi

Berdaulat.id, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan soal asas Salus Populi Suprema Lex Esto atau...

Pre Order Mud

Berdaulat.id, MUD adalah alat ukur yang dikenal dalam syariat Islam untuk beberapa pengukuran. Anas...